MARASAI.iD – Suasana panas melanda Desa Sambiki Baru, Kecamatan Morotai Timur, usai pemecatan sejumlah staf desa oleh Penjabat Kepala Desa yang baru, Hamid Naba.
Tidak terima diberhentikan, para staf—yang didominasi oleh emak-emak petugas kebersihan—meluapkan kemarahan dengan melakukan aksi pemalangan kantor desa.
Aksi ini memunculkan dugaan adanya aktor di balik kericuhan. Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sambiki Baru disebut-sebut sebagai penggerak massa, lantaran terlihat hadir bersama warga yang memprotes kebijakan pemecatan tersebut.
Menurut keterangan Ketua BPD di lokasi kejadian, para staf merasa kecewa karena pemberhentian dilakukan tanpa adanya Surat Keputusan (SK) resmi. Terlebih lagi, hingga kini para staf tersebut mengaku belum menerima gaji mereka.
Namun, tudingan itu dibantah oleh Pj Kepala Desa Hamid Naba. Ia menyatakan bahwa SK pemberhentian telah dibuat secara resmi.
“Saya sudah siapkan SK, tapi saya mendapat ancaman. Jika saya antar sendiri, saya akan dipukul,” jelas Hamid saat dikonfirmasi. Ia juga mengaku telah menginstruksikan bawahannya untuk mengantar SK sebelum dirinya bertolak ke Daruba.
Hamid pun mencurigai bahwa Ketua BPD adalah dalang di balik aksi pemalangan tersebut. “Saya menduga, semua ini digerakkan oleh Ketua BPD,” tegasnya.
Pemecatan massal ini disebut-sebut dipicu oleh perbedaan pilihan politik saat Pilkada Bupati Pulau Morotai beberapa waktu lalu. Situasi di Desa Sambiki Baru kini memanas dan menunggu langkah penyelesaian dari pihak terkait.






