SANANA-Pemilihan Ketua Pemuda Desa Fatce, Kecamatan Sanana, yang berlangsung sejak tanggal, 9 Juli 2023 kemarin, diduga adanya kecurangan dalam perhitungan suara yang dilakukan oleh Panitia.
Pasalnya, calon nomor urut 1, Nurhadi Buamona menang dengan jumlah suara 399 suara yang melambung tinggi dari calon nomor urut 2, Fahril Pora yang mendapat suara 356, namun nyatakan kalah oleh Panitia.
Nurhadi Buamona saat diwawancarai marasai.id menyampaikan, pihaknya menduga ada permainan yang di lakukan oleh internal panitia penyelenggara pemuda. Suara yang dianggap tidak sah oleh panitia sangat berkontradiksi dengan Peraturan KPU pasal 386 nomor 7 tahun 2019.
“Panitia mengklaim 63 suara simetris itu tidak sah, sementara PKPU menjelaskan, suara tidak sah terkecuali saat coblos kenal 2 orang calon itu, tapi ini kan seng (tidak) dapat calon yang satunya lagi,” ungkapnya. Selasa, (18/7/2023).
Nurhadi yang sering di sapa Ai ini mengaku, hasil coblos mirip dengan coblos yang ada di surat suara pemilihan BPD Fatcei. Anehnya, suaranya malah tidak dianggap sah.
“Saya merasa dicurangi karena di surat suara BPD itu coblosnya sama-sama simetris tapi BPD punya sah, baru pemuda punya tidak sah ini kan aneh,” herannya.
Sementara, Ketua Panitia Pemilihan Ketua Pemuda Desa Fatce, Andhika Joisangadji ketika dikonfirmasi, membantah dugaan kecurangan perhitungan suara Ketua Pemuda Desa Fatce.
“Perlu diluruskan, bahwa tidak ada kecurangan dari awal hingga proses perhitungan. Kalaupun ada, oknum yang merasa bahwa panitia curang, coba buktikan. Intinya, Semua basudara, masih satu kampung. jangankan tindakan kecurangan dari panitia, berpikir untuk curang juga tidak pernah,” katanya.
Menurutnya, penyampaian yang menyudutkan panitia, lantaran kandidat yang bersangkutan merasa dirugikan.
“Itu karena ada kandidat yang merasa dirugikan. Olehnya itu, penyampaian-penyampaian yang menyudutkan panitia soal kecurangan. Padahal kan soal berjalannya pencoblosan hingga perhitungan suara disaksikan hampir semua warga Desa Fatce. Mungkin demikian,” pungkasnya.
Reporter: Am Teapon






