SOFIFI, Provinsi Maluku Utara termasuk dalam daerah rawan bencana, bahkan belum lama ini jembatan di Desa Sagela roboh karena intensitas curah hujan yang tinggi.
Mengantisipasi dampak buruk bencana yang bisa jadi datang sewaktu waktu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara menyalurkan bantuan logistik penguatan kelembagaan kepada BPBD di 10 kabupaten kota.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Maluku Utara, Fehby Alting menyalurkan bantuan tersebut sebelum melakukan peninjauan ke lokasi bencana banjir, yang menyebabkan ambruknya jembatan di Desa Sagela Kecamatan Oba Kota Tidore Kepulauan, Kamis (6/4/2023) kemarin..
“Saat ini yang sudah terima adalah BPBD Kabupaten Halmahera Tengah dan Halmahera Utara. Logistik yang diserahkan ke BPBD kabupaten kota tersebut berupa selimut 120 lembar, Matras 110 Lembar,” ungkap Fehby dalam keterangan tertulisnya.
Selain itu, ada juga makanan Siap Slsaji 200 paket, perlengkapan keluarga 150 paket, perlengkapan bayi 90 paket, kebersihan keluarga 70 paket, Hand sanitizer @4L 120 Gen, Disinfectant @4L 129 Gen, sabun mandi 9944 pcs, Coller box 22L 10 unit, Coller box 5,5 L 50 unit, Ice fell 480 pcs, Kantong Jenazah 50 unit, Topi caping 50 unit, Vitamin 30 box, Masker 8000 pcs Dan Godie bag 190 pcs.
Menurut Fehby Alting, Logistik tersebut berasal dari Badan National Penanggulangan Bencana RI.
“Setelah menerima logistik tersebut dari BNPB. Kami membaginya dengan porsi 20 : 80, artinya 20 persen tetap berada di gudang BPBD provinsi, sebagai Buffer stock, dan 80 persen disalurkan ke Kabupaten/Kota,” jelasnya.
Buffer Stock di provinsi kata Fehby, untuk mengantisipasi kekurangan logistik di Kabupaten/Kota bila terjadi bencana. “Setelah penyerahan logistik penguatan kelembagaan tersebut, Maka BPBD Kabupaten/Kota telah memiliki Buffer stock, sehingga apabila di daerah terjadi bencana, maka BPBD kabupaten kota bisa segera membantu masyarakat terdampak dengan logistik tersebut,” harapnya.






