HALBAR – Mahasiswa KKN Tematik Literasi Universitas Bumi Hijrah Tidore (Unibrah) Tidore bersama Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Bangkit Rahmat (IPPMB) menggelar Panggung Apresiasi Literasi di Taman Desa Bangkit Rahmat, Selasa (17/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi dan penghargaan kepada anak-anak Desa Bangkit Rahmat yang telah aktif mengikuti berbagai program KKN Tematik Literasi selama tiga hingga empat minggu terakhir.
Kepala Desa Bangkit Rahmat, Supardi Kasman, saat membuka kegiatan menegaskan pentingnya peran bersama dalam memajukan pendidikan anak.
Menurutnya, orang tua, masyarakat, dan pemuda memiliki tanggung jawab yang sama dalam menyiapkan generasi penerus.
“Pendidikan anak itu penting Bapak/Ibu, kita punya tanggung jawab yang sama dalam menyiapkan estafet generasi berikutnya,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa tema kegiatan, “Membangun Literasi Meraih Prestasi untuk Masa Depan Generasi Bangkit Rahmat”, bukan sekadar slogan, melainkan pesan mendalam yang harus dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tema ini memiliki makna yang sangat dalam sehingga perlu kita memahami dan mengimplementasikannya demi masa depan generasi Bangkit Rahmat,” tambahnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok III KKN Tematik Literasi, Suratman S. Naim, menjelaskan bahwa selama pelaksanaan KKN, mahasiswa telah menjalankan sejumlah program wajib universitas, di antaranya pengelolaan dan layanan perpustakaan desa dan sekolah, kegiatan membaca nyaring, mengulas buku, membuat proyek dari isi bacaan, hingga karya sastra berbahasa daerah.
Menurutnya, Panggung Apresiasi Literasi merupakan program puncak dari seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan di pojok baca maupun perpustakaan desa.
“Program ini bertujuan meningkatkan budaya baca dan kecakapan literasi masyarakat desa melalui optimalisasi pemanfaatan koleksi buku, memperkuat peran perpustakaan desa dan sekolah, serta mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan dalam membangun kebiasaan membaca dan keterampilan berpikir anak sejak dini,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan, pada 10 Februari 2026 lalu, empat desa lokus KKN Tematik Literasi menerima bantuan buku dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi sebagai wujud kolaborasi bersama Unibrah Tidore. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, khususnya anak-anak.
Ketua IPPMB, Udi, dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa literasi di era saat ini tidak hanya terbatas pada kemampuan baca tulis.
“Literasi bukan hanya baca tulis. Lebih jauh dari itu, literasi adalah kemampuan menggunakan potensi dan keterampilan dalam mengolah informasi dari mana pun, termasuk literasi digital dan literasi lingkungan,” tuturnya.
Koordinator Kelompok II KKN Tematik Literasi, Fadian, menjelaskan bahwa terdapat empat kategori apresiasi literasi yang ditampilkan, yakni membaca nyaring, mengulas buku, puisi, serta mendongeng atau cerita rakyat. Selain itu, dua kategori seni turut memeriahkan kegiatan, yaitu fashion show dan tarian daerah.
Panggung Apresiasi Literasi dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Kategori seni digelar pada sore hari pukul 16.00 WIT, sementara kategori literasi dilaksanakan pada malam hari mulai pukul 21.00 WIT.








