HALBAR – Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Utara terus mengintensifkan penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda dua wilayah tersebut. Pada Jumat, 9 Januari 2026, sejumlah langkah strategis telah dilakukan guna mempercepat penanganan dan pemulihan kondisi masyarakat terdampak.
Penanganan bencana diawali dengan rapat pembentukan Tim Tanggap Darurat yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Halmahera Barat Nomor 21/KPTS/I/2026 tentang Pembentukan Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Halmahera Barat. Dalam keputusan tersebut, Komandan Kodim 1501/Ternate ditunjuk sebagai Komandan Posko Tanggap Darurat.
Usai penetapan, Dandim 1501/Ternate bersama jajaran langsung mengaktifkan Pos Komando Lapangan di Desa Tongute Ternate Asal, Kecamatan Ibu, serta melakukan persiapan pendirian dapur umum yang akan mendapat dukungan dari Kementerian Sosial RI.
Pada waktu yang sama, Bupati Halmahera Barat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan, Persit Kartika Chandrakirana, serta Bhayangkari Kabupaten Halmahera Barat melakukan peninjauan ke Posko Lapangan Tanggap Darurat. Peninjauan dilanjutkan ke lokasi pengungsian di Desa Gamlamo dan sejumlah desa terdampak lainnya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Halmahera Barat, Amos Sully Tugugu, menjelaskan bahwa dapur umum yang didirikan di Posko Lapangan akan menyuplai makanan bagi para pengungsi di setiap desa terdampak. Dapur umum tersebut akan memanfaatkan bangunan milik UPTD Pendidikan Kecamatan Ibu dan dikelola oleh Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Halmahera Barat, Kementerian Sosial, serta masyarakat setempat.
Selain itu, dengan diaktifkannya Posko Lapangan Tanggap Darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat pada 9 Januari 2026 juga telah menerima berbagai bantuan logistik dari masyarakat dan sejumlah instansi. Bantuan tersebut berupa bahan makanan, minuman, pakaian, dan obat-obatan yang datang dari PT Vpol Tirta Sejahtera, BWS Maluku Utara, Baznas Provinsi Maluku Utara, Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Barat, Amrin Moid secara mandiri, Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara, Dinas Kominfo Provinsi Maluku Utara, Bhayangkari Polres Halbar, SD Negeri 2 Halbar, serta Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita, dan GOW Kabupaten Halmahera Barat.
Di sisi lain, BPBD Provinsi Maluku Utara juga turut membantu warga terdampak dengan melakukan evakuasi kendaraan milik warga yang hanyut akibat banjir. Sejumlah mobil berhasil diderek dan dievakuasi ke ruas jalan di Desa Tongute Ternate dan wilayah sekitarnya.
Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Halmahera Barat ikut berperan aktif dengan menyalurkan bantuan air bersih ke pos-pos pengungsian serta rumah-rumah warga yang terdampak bencana.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara memastikan akan terus melakukan koordinasi lintas instansi guna memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi serta penanganan bencana berjalan secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan.








