Nelayan di Halbar Temukan Diduga Muntahan Ikan Paus Seberat 3,8 Kilogram

- Jurnalis

Senin, 3 November 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Benda diduga muntahan paus yang ditemukan oleh nelayan asal Halmahera Barat.

Benda diduga muntahan paus yang ditemukan oleh nelayan asal Halmahera Barat.

HALBAR – Seorang nelayan asal Desa Saria, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, bernama Iswan Ahmad, menemukan benda yang diduga sebagai muntahan ikan paus atau ambergris saat pulang melaut, Senin (3/11/2025) siang.

Iswan menceritakan, benda berwarna putih kekuningan itu awalnya dikira limbah laut. Namun setelah dipegang, ia merasa teksturnya berbeda. “Awalnya saya pikir itu limbah, tapi saat dipegang terasa tidak seperti limbah, makanya saya simpan,” ujarnya.

Setelah mencari informasi melalui media sosial dan berbagai sumber berita, Iswan mengetahui bahwa benda tersebut memiliki nilai ekonomis tinggi karena dapat digunakan sebagai bahan pembuat parfum.

Baca Juga :  Sanggar STARSA Meriahkan HGN dan HUT PGRI ke-80 di SMPN 44 Halbar

“Dia bisa meningkatkan aroma parfum dan membuat aromanya bertahan lama,” katanya.

Benda yang diduga muntahan paus itu memiliki berat sekitar 3,8 kilogram. Iswan berencana menjualnya kepada pembeli yang menawarkan harga sesuai. Menurutnya, benda itu berwarna putih bercampur kekuningan dengan tekstur mirip lilin, dan akan meleleh ketika dipanaskan.

Dalam sejumlah literatur disebutkan, ambergris merupakan zat langka yang terbentuk di usus paus sperma (Physeter macrocephalus) akibat sisa makanan seperti paruh cumi-cumi yang sulit dicerna. Zat tersebut melindungi usus paus dan kemudian dikeluarkan ke laut saat paus mati dan mengalami dekomposisi.

Baca Juga :  Pemkab Halmahera Barat Gandeng IAI Maluku Utara, Perkuat Penataan Kawasan Strategis dan Pariwisata

Setelah lama mengapung di laut dan terpapar sinar matahari serta air laut, ambergris mengalami perubahan bentuk dan aroma, dari bau busuk menjadi harum. Karena kelangkaannya, ambergris bernilai tinggi dan dapat mencapai harga puluhan hingga ratusan juta rupiah per kilogram, tergantung pada kualitas dan lamanya terpapar di laut.

Berita Terkait

Kolaborasi Mahasiswa KKN Unibrah Tidore dan IPPMB Bangkit Rahmat Gelar Panggung Literasi
Cuaca Buruk Picu Longsor, Akses Jalan ke Desa Sasur Pantai Nyaris Putus
Pemprov Malut Dorong Pembentukan Posko Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar dan Halut
Banjir dan Longsor Terjang Lima Kecamatan di Halbar, Dua Warga Dilaporkan Hilang
Pemkab Halmahera Barat Gandeng IAI Maluku Utara, Perkuat Penataan Kawasan Strategis dan Pariwisata
Sanggar STARSA Meriahkan HGN dan HUT PGRI ke-80 di SMPN 44 Halbar
Blusukan ke Pasar Jailolo, Kader NasDem Halbar Borong Dagangan Pedagang Sambut HUT ke-14 Partai
Bapenda Halmahera Barat Susun SOP Pajak dan Retribusi untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
Berita ini 109 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 14:40 WIB

Kolaborasi Mahasiswa KKN Unibrah Tidore dan IPPMB Bangkit Rahmat Gelar Panggung Literasi

Senin, 12 Januari 2026 - 16:44 WIB

Cuaca Buruk Picu Longsor, Akses Jalan ke Desa Sasur Pantai Nyaris Putus

Jumat, 9 Januari 2026 - 23:10 WIB

Pemprov Malut Dorong Pembentukan Posko Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar dan Halut

Rabu, 7 Januari 2026 - 14:21 WIB

Banjir dan Longsor Terjang Lima Kecamatan di Halbar, Dua Warga Dilaporkan Hilang

Sabtu, 20 Desember 2025 - 17:34 WIB

Pemkab Halmahera Barat Gandeng IAI Maluku Utara, Perkuat Penataan Kawasan Strategis dan Pariwisata

Selasa, 25 November 2025 - 21:34 WIB

Sanggar STARSA Meriahkan HGN dan HUT PGRI ke-80 di SMPN 44 Halbar

Selasa, 11 November 2025 - 15:07 WIB

Blusukan ke Pasar Jailolo, Kader NasDem Halbar Borong Dagangan Pedagang Sambut HUT ke-14 Partai

Rabu, 5 November 2025 - 19:29 WIB

Bapenda Halmahera Barat Susun SOP Pajak dan Retribusi untuk Perkuat Tata Kelola Daerah

Berita Terbaru