Pemprov Malut Percepat Program Listrik Desa, Sekprov Koordinasikan Penyelesaian Kendala di 43 Titik

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 23:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Malut Samsuddin A Kadir saat memimpin rapat bersama PLN dalam rangka menindaklanjuti program listri masuk desa.

Sekda Malut Samsuddin A Kadir saat memimpin rapat bersama PLN dalam rangka menindaklanjuti program listri masuk desa.

TERNATE – Pemerintah Provinsi Maluku Utara bergerak cepat menindaklanjuti hasil pertemuan Gubernur Sherly Tjoanda dengan PT PLN (Persero) di Jakarta terkait percepatan Program Listrik Desa. Langkah tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin Sekretaris Provinsi Maluku Utara, Drs. Samsuddin A. Kadir, di kediaman Wakil Gubernur, Ternate, Senin malam (13/7).

Rapat dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara.

Pertemuan tersebut membahas berbagai kendala yang menghambat pelaksanaan Program Listrik Desa, sekaligus menyusun langkah percepatan agar target pembangunan jaringan listrik di sejumlah wilayah dapat segera direalisasikan.

Sekprov Samsuddin A. Kadir mengungkapkan, terdapat 23 titik Program Listrik Desa Tahun 2025 yang pelaksanaannya bergeser ke 2026, ditambah 20 titik baru yang ditargetkan mulai dikerjakan pada Agustus 2026.

“Jadi, listrik desa ini ada beberapa kendala yang sedang kita koordinasikan agar bisa cepat terselesaikan. Sebab, ada 23 titik tahun 2025 yang diluncurkan ke tahun 2026. Kemudian, ada juga 20 titik baru untuk tahun 2026 ini yang targetnya sudah mulai dilaksanakan pada Agustus mendatang,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Sherly Sampaikan Rancangan KUA-PPAS 2027, Pendapatan Daerah Diproyeksikan Tembus Rp3,4 Triliun

Menurut Samsuddin, salah satu kendala utama berkaitan dengan penyelesaian administrasi sosial, khususnya pembayaran atau ganti rugi tanaman milik masyarakat yang terdampak pembangunan jaringan listrik.

Karena sebagian besar jalur jaringan berada di ruas jalan kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui surat resmi kepada para bupati agar proses penyelesaian di lapangan dapat dipercepat.

“Kami berharap kendala-kendala itu, yang rata-rata terkait pembayaran tanaman di sekitar area jaringan, dapat dikoordinasikan dan diselesaikan oleh pemerintah kabupaten/kota. Kami akan segera menyampaikan surat kepada para bupati,” kata Samsuddin.

Selain itu, Pemprov juga menghadapi persoalan status lahan di sejumlah lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal. Beberapa desa sasaran program berada di kawasan hutan produksi konversi (HPK) maupun hutan lindung, terutama di wilayah pulau-pulau kecil.

Baca Juga :  Apel Perdana 2026, Gubernur Sherly Targetkan MCP KPK Tembus 95 dan Tegaskan Jabatan Bebas Transaksi

Menurutnya, pembangunan PLTS komunal membutuhkan lahan yang memadai sehingga diperlukan penyelesaian aspek legal melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) apabila lokasi berada dalam kawasan hutan.

“Khusus pulau-pulau kecil, banyak lokasi yang masuk kawasan hutan lindung. Karena sebagian sudah menjadi hutan sosial, perlu dilakukan Perjanjian Kerja Sama agar pembangunan PLTS komunal dapat dilaksanakan,” jelasnya.

Samsuddin menegaskan, meskipun Program Listrik Desa merupakan program PT PLN (Persero), Pemerintah Provinsi Maluku Utara akan memberikan dukungan penuh melalui koordinasi, fasilitasi, dan penyelesaian berbagai kendala di lapangan guna mempercepat peningkatan rasio elektrifikasi di daerah.

Ia menyebut beberapa wilayah yang masih menghadapi persoalan tersebut antara lain Kabupaten Pulau Taliabu, Halmahera Selatan, dan Halmahera Barat.

“Salah satu contohnya di Halmahera Barat, tepatnya di Kahatola. Di sana direncanakan pembangunan PLTS komunal, namun lahannya berada dalam kawasan hutan lindung. Ini yang akan kita percepat penyelesaiannya,” pungkasnya.

Berita Terkait

Lisa Istifadha Ishak Borong Dua Prestasi di Kejurda Pencak Silat, Harumkan Nama Ternate
Polda Malut Mutasi 502 Personel, Sejumlah Pejabat Strategis Berganti
Investasi Malut Tembus Rp40,2 Triliun, Wagub Soroti Kemiskinan dan Nasib Masyarakat Lokal
Polda Malut Perkuat Patroli dan Pencegahan Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
Polda Malut Tangkap Tersangka Penipuan Umrah, Kerugian Jamaah Capai Rp2,5 Miliar
DPAC KKIG Sofifi Gelar Maulid Nabi, Ajak Masyarakat Teladani Rasulullah dalam Membangun Persaudaraan
Teknik Expo Unibrah Digelar di Desa Garojou, Rektor Tantang Mahasiswa Rancang Solusi Banjir Sofifi
PKKMB Unibrah 2026 Resmi Dibuka, Rektor Tekankan Kejujuran sebagai Fondasi Kesuksesan
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 10:36 WIB

Lisa Istifadha Ishak Borong Dua Prestasi di Kejurda Pencak Silat, Harumkan Nama Ternate

Kamis, 3 September 2026 - 11:44 WIB

Polda Malut Mutasi 502 Personel, Sejumlah Pejabat Strategis Berganti

Selasa, 1 September 2026 - 21:21 WIB

Investasi Malut Tembus Rp40,2 Triliun, Wagub Soroti Kemiskinan dan Nasib Masyarakat Lokal

Selasa, 1 September 2026 - 20:29 WIB

Polda Malut Perkuat Patroli dan Pencegahan Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 16:07 WIB

Polda Malut Tangkap Tersangka Penipuan Umrah, Kerugian Jamaah Capai Rp2,5 Miliar

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:57 WIB

DPAC KKIG Sofifi Gelar Maulid Nabi, Ajak Masyarakat Teladani Rasulullah dalam Membangun Persaudaraan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:57 WIB

Teknik Expo Unibrah Digelar di Desa Garojou, Rektor Tantang Mahasiswa Rancang Solusi Banjir Sofifi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:33 WIB

PKKMB Unibrah 2026 Resmi Dibuka, Rektor Tekankan Kejujuran sebagai Fondasi Kesuksesan

Berita Terbaru