Buka Musrenbang RKPD, Sherly: Kemiskinan Petani dan Nelayan Bukan Takdir, Jalan dan Jembatan Harus Jadi Prioritas

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sherly Laos saat membuka Musrenbang RKPD yang ditandai dengan pemukulan gong

Gubernur Sherly Laos saat membuka Musrenbang RKPD yang ditandai dengan pemukulan gong

TERNATE – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyampaikan pesan tegas saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Gamalama Ballroom Bela Hotel, Ternate, Kamis (7/5/2026). Di hadapan perwakilan kementerian/lembaga serta para bupati dan wali kota se-Maluku Utara, Sherly menegaskan bahwa kemiskinan yang masih dialami petani dan nelayan bukanlah sebuah takdir, melainkan akibat belum meratanya pembangunan infrastruktur dasar.

Menurut Sherly, meski Maluku Utara mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan masyarakat, khususnya mereka yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perikanan.

“Pertumbuhan ekonomi kita tertinggi di Indonesia, tetapi masyarakat bertanya, ‘Di mana uangnya?’ Mereka tidak merasakannya karena jalan masih rusak berat. Petani memiliki hasil kebun, nelayan memiliki hasil tangkapan yang melimpah, tetapi mereka tetap miskin karena tidak bisa membawa hasilnya ke pasar. Kuncinya adalah konektivitas,” tegas Gubernur.

Ia menjelaskan, sekitar 80 persen masyarakat Maluku Utara berprofesi sebagai petani dan nelayan. Karena itu, pembangunan jalan dan jembatan menjadi prioritas utama pemerintah daerah untuk membuka akses ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  YLBH Walima Sula Gelar Penyuluhan Hukum untuk Masyarakat Adat Desa Sama

Menghadapi keterbatasan anggaran, Pemerintah Provinsi Maluku Utara memilih pendekatan yang mengutamakan fungsi dibanding kemewahan. Dari sekitar 1.900 kilometer ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan berat, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan menggunakan metode Lapisan Penetrasi (Lapen).

Menurut Sherly, satu kilometer jalan beraspal hotmix membutuhkan anggaran sekitar Rp8 miliar. Dengan dana yang sama, pemerintah dapat membangun hingga empat kilometer jalan Lapen sehingga lebih banyak wilayah yang dapat segera terhubung.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga menerapkan skema Kontrak Payung, yang disebut sebagai salah satu inovasi pertama di Indonesia, untuk meningkatkan efisiensi pembangunan dengan penghematan anggaran hingga 30 persen.

Di sektor pendidikan, Sherly menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada lagi anak Maluku Utara yang putus sekolah akibat keterbatasan akses maupun biaya pendidikan.

Ia mengungkapkan, kebijakan pembebasan uang komite sekolah pada 2025 berhasil mengembalikan sekitar 10.000 anak ke bangku sekolah.

“Tahun 2026 kita akan meluncurkan program Sekolah Jarak Jauh di wilayah Morotai, Halmahera Utara, dan Halmahera Timur. Tidak boleh ada lagi anak Maluku Utara yang tidak memiliki ijazah SMA hanya karena tinggal di pulau terpencil,” ujarnya.

Baca Juga :  Rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Polsek Ibu Gelar Bakti Sosial di Masjid Al-Ikhlas

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga memberikan arahan kepada seluruh bupati dan wali kota agar lebih memprioritaskan anggaran yang berdampak langsung terhadap masyarakat dibandingkan belanja birokrasi yang bersifat seremonial.

Ia meminta pemerintah kabupaten/kota mengurangi pengeluaran yang tidak mendesak, seperti perjalanan dinas, forum diskusi (FGD), serta belanja makan dan minum.

Selain itu, Sherly menginstruksikan agar setiap pemerintah daerah mengalokasikan minimal 10 persen APBD untuk pembangunan infrastruktur.

Ia bahkan menegaskan tidak akan menandatangani Rancangan APBD Tahun 2027 bagi pemerintah kabupaten/kota yang tidak menjadikan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.

“Kita menjadi pemimpin mungkin hanya sekali. Biarlah kesempatan yang singkat itu memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Berhentilah membuat program yang sekadar menyalin dari tahun ke tahun. Mari bekerja berdasarkan data dan dengan hati,” pungkasnya.

Berita Terkait

Wagub Sarbin Buka North Moluccas Taekwondo Championship 2026, Targetkan Atlet Malut Berprestasi di PON XXII
Buka LCC 4 Pilar MPR RI Malut, Wagub: Pancasila Harus Diamalkan, Bukan Sekadar Dihafal
KADIN Malut Resmi Dipimpin Muksin Thalib, Gubernur Tekankan Ekonomi Harus Berdampak bagi Rakyat
Sekprov Malut: Literasi Jadi Benteng Anak Hadapi Ancaman Dunia Digital
Maluku Utara Jadi Lokasi Strategis Konservasi Rempah Dunia, Pemprov Dukung Program CDCSUI
Pemprov Malut Dukung Pembangunan Kanwil Imigrasi di Sofifi dan Pembentukan Kanim Halsel
Buka FGD Panas Bumi Telaga Rano, Wagub Malut Minta Investor Libatkan Masyarakat Lokal
Buka Pelatihan Keselamatan Wisata, Sri Haryati Hatari Dorong Pariwisata Malut Tumbuh Berkelanjutan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:35 WIB

Wagub Sarbin Buka North Moluccas Taekwondo Championship 2026, Targetkan Atlet Malut Berprestasi di PON XXII

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:28 WIB

Buka LCC 4 Pilar MPR RI Malut, Wagub: Pancasila Harus Diamalkan, Bukan Sekadar Dihafal

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:04 WIB

KADIN Malut Resmi Dipimpin Muksin Thalib, Gubernur Tekankan Ekonomi Harus Berdampak bagi Rakyat

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:23 WIB

Sekprov Malut: Literasi Jadi Benteng Anak Hadapi Ancaman Dunia Digital

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:18 WIB

Maluku Utara Jadi Lokasi Strategis Konservasi Rempah Dunia, Pemprov Dukung Program CDCSUI

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:41 WIB

Pemprov Malut Dukung Pembangunan Kanwil Imigrasi di Sofifi dan Pembentukan Kanim Halsel

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:38 WIB

Buka FGD Panas Bumi Telaga Rano, Wagub Malut Minta Investor Libatkan Masyarakat Lokal

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:32 WIB

Buka Pelatihan Keselamatan Wisata, Sri Haryati Hatari Dorong Pariwisata Malut Tumbuh Berkelanjutan

Berita Terbaru