Buka Pelatihan Keselamatan Wisata, Sri Haryati Hatari Dorong Pariwisata Malut Tumbuh Berkelanjutan

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Maluku Utara, Sri Haryati Hatari

Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Maluku Utara, Sri Haryati Hatari

TERNATE — Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya untuk mendorong sektor pariwisata sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan. Komitmen tersebut disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Maluku Utara, Sri Haryati Hatari, saat membuka Pelatihan Peningkatan Keselamatan Wisata Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara.

Dalam sambutannya, Sri Haryati menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Gubernur Maluku Utara yang berhalangan hadir sehingga menugaskannya untuk mewakili pemerintah daerah membuka kegiatan tersebut.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata RI beserta seluruh pihak yang telah memilih Maluku Utara sebagai lokasi pelaksanaan pelatihan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku Utara, kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pariwisata di daerah,” ujar Sri Haryati.

Menurutnya, pelatihan tersebut memiliki peran strategis untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha pariwisata dan para pemangku kepentingan dalam mewujudkan destinasi wisata yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Sri Haryati menegaskan, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia mengatakan, Maluku Utara memiliki potensi wisata alam, bahari, sejarah, dan budaya yang sangat kaya. Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan pengelolaan destinasi yang mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kualitas pelayanan.

Baca Juga :  Pegawai Apresiasi Keterbukaan, Dikbud Malut Kick Off Program 2026 dengan Anggaran Rp783 Miliar

“Keselamatan wisata bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pengelola destinasi, pelaku usaha, pemandu wisata hingga masyarakat di sekitar kawasan wisata,” katanya.

Menurut Sri Haryati, wisatawan saat ini tidak hanya mencari keindahan alam, tetapi juga mengharapkan jaminan rasa aman selama berkunjung. Karena itu, peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan keselamatan wisata menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

Ia berharap para peserta mampu memahami standar keselamatan wisata, melakukan mitigasi risiko, memberikan pelayanan yang profesional, serta mampu menangani keadaan darurat secara cepat dan tepat.

“Materi mengenai keselamatan kerja pariwisata, pertolongan pertama pada kecelakaan, sistem peringatan dini cuaca ekstrem hingga simulasi evakuasi wisatawan merupakan bekal penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan di setiap destinasi wisata,” ujarnya.

Sri Haryati juga berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu meningkatkan kompetensi peserta, memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan, serta membangun komitmen bersama dalam menciptakan destinasi wisata yang aman dan berdaya saing.

Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan bahwa meskipun ekonomi Maluku Utara pada triwulan I 2026 tumbuh 19,64 persen (year on year) atau tertinggi secara nasional, pertumbuhan tersebut masih didominasi sektor industri pengolahan nikel dan pertambangan yang menyumbang sekitar 37,09 persen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga :  14 Peserta Seleksi Komisi Informasi Malut Segera ke Tahap Psikotest

Menurutnya, kondisi tersebut belum sepenuhnya memberikan dampak yang inklusif terhadap kesejahteraan masyarakat karena sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti pertanian, perkebunan, perikanan, dan pariwisata, masih memerlukan penguatan.

Sri Haryati menjelaskan, sektor penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman sebagai indikator pariwisata memang tumbuh 14,70 persen pada triwulan I 2026. Namun kontribusinya terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Maluku Utara masih berada pada kisaran 0,18 hingga 0,22 persen, sehingga menunjukkan bahwa ekonomi pariwisata masih berada pada tahap pengembangan.

“Karena itu Pemerintah Provinsi Maluku Utara saat ini terus mendorong sektor ekonomi kreatif dan pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru agar perekonomian daerah tidak hanya bergantung pada sektor pertambangan,” katanya.

Ia menegaskan pembangunan sektor pariwisata harus dilaksanakan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta kelestarian lingkungan.

Sri Haryati mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan di destinasi wisata masing-masing demi memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan.

Mengakhiri sambutannya, ia mengajak masyarakat untuk terus mempromosikan destinasi wisata unggulan Maluku Utara, salah satunya Danau Tolire di Kota Ternate, sebagai bagian dari upaya memperkuat citra daerah sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, dan lestari.

“Melalui pelatihan ini diharapkan kualitas sumber daya manusia pariwisata semakin meningkat sehingga Maluku Utara mampu menjadi destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Berita Terkait

Wagub Sarbin Buka North Moluccas Taekwondo Championship 2026, Targetkan Atlet Malut Berprestasi di PON XXII
Buka LCC 4 Pilar MPR RI Malut, Wagub: Pancasila Harus Diamalkan, Bukan Sekadar Dihafal
KADIN Malut Resmi Dipimpin Muksin Thalib, Gubernur Tekankan Ekonomi Harus Berdampak bagi Rakyat
Sekprov Malut: Literasi Jadi Benteng Anak Hadapi Ancaman Dunia Digital
Maluku Utara Jadi Lokasi Strategis Konservasi Rempah Dunia, Pemprov Dukung Program CDCSUI
Pemprov Malut Dukung Pembangunan Kanwil Imigrasi di Sofifi dan Pembentukan Kanim Halsel
Buka FGD Panas Bumi Telaga Rano, Wagub Malut Minta Investor Libatkan Masyarakat Lokal
DPRD Malut Serahkan Hasil Reses ke Pemprov, Infrastruktur dan Pelayanan Publik Jadi Aspirasi Utama Warga
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:35 WIB

Wagub Sarbin Buka North Moluccas Taekwondo Championship 2026, Targetkan Atlet Malut Berprestasi di PON XXII

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:28 WIB

Buka LCC 4 Pilar MPR RI Malut, Wagub: Pancasila Harus Diamalkan, Bukan Sekadar Dihafal

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:04 WIB

KADIN Malut Resmi Dipimpin Muksin Thalib, Gubernur Tekankan Ekonomi Harus Berdampak bagi Rakyat

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:23 WIB

Sekprov Malut: Literasi Jadi Benteng Anak Hadapi Ancaman Dunia Digital

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:18 WIB

Maluku Utara Jadi Lokasi Strategis Konservasi Rempah Dunia, Pemprov Dukung Program CDCSUI

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:41 WIB

Pemprov Malut Dukung Pembangunan Kanwil Imigrasi di Sofifi dan Pembentukan Kanim Halsel

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:38 WIB

Buka FGD Panas Bumi Telaga Rano, Wagub Malut Minta Investor Libatkan Masyarakat Lokal

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:32 WIB

Buka Pelatihan Keselamatan Wisata, Sri Haryati Hatari Dorong Pariwisata Malut Tumbuh Berkelanjutan

Berita Terbaru