Maluku Utara Jadi Lokasi Strategis Konservasi Rempah Dunia, Pemprov Dukung Program CDCSUI

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten II Setda Malut, Sri Haryati Hatari

Asisten II Setda Malut, Sri Haryati Hatari

TERNATE — Pemerintah Provinsi Maluku Utara mendukung penuh pelaksanaan Program Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI) sebagai upaya melestarikan keanekaragaman hayati rempah sekaligus mendorong pembangunan pertanian berkelanjutan di daerah.

Dukungan tersebut disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Maluku Utara, Sri Haryati Hatari, saat membuka Pertemuan Kelompok Kerja Teknis (Technical Working Group/TWG) Program CDCSUI yang diselenggarakan Kementerian Pertanian melalui Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Provinsi Maluku Utara di Batik Hotel, Ternate, Rabu (22/7/2026).

Mewakili Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Sri Haryati mengatakan Program CDCSUI merupakan inisiatif strategis yang didukung Global Environment Facility (GEF) dan Food and Agriculture Organization (FAO) untuk memperkuat konservasi sekaligus pemanfaatan berkelanjutan keanekaragaman tanaman lokal, khususnya komoditas rempah.

“Pelaksanaan proyek ini memiliki arti yang sangat penting dan strategis. Karena itu, masyarakat Maluku Utara perlu bersama-sama menjaga kelestarian sumber daya genetik tanaman yang menjadi kekayaan daerah ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Satgas Kamseltibcarlantas Operasi Ketupat Kie Raha 2026 Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas di Sofifi

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyambut baik penetapan Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Selatan sebagai lokasi pelaksanaan program yang berfokus pada pengembangan komoditas pala dan cengkeh.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan melestarikan plasma nutfah dan sumber daya genetik tanaman, tetapi juga membangun sistem pertanian yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan, menciptakan nilai tambah ekonomi, serta menjaga keseimbangan ekosistem.

“Selain memperkuat ketahanan pangan, langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.

Sri Haryati berharap pertemuan Technical Working Group dapat menghasilkan rekomendasi dan strategi konkret yang dapat ditindaklanjuti melalui kolaborasi lintas sektor, sinergi antarpemerintah, serta partisipasi aktif masyarakat.

Sementara itu, Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Maluku Utara yang diwakili Kepala Tata Usaha, Chris Sugihono, mengatakan Maluku Utara merupakan pusat peradaban rempah dunia (The Spice Islands) yang memiliki kekayaan sumber daya genetik bernilai tinggi.

Baca Juga :  Forkot Sofifi Galang Dana untuk Korban Banjir Halbar dan Halut

“Selama berabad-abad, daerah ini telah berkontribusi dalam sejarah diplomasi dan perdagangan dunia melalui komoditas pala dan cengkih yang didukung oleh kekuatan pangan lokal seperti sagu dan umbi-umbian,” ujarnya.

Menurut Chris, kekayaan genetik tersebut tidak boleh hanya menjadi bagian dari sejarah ataupun objek penelitian semata, tetapi harus dilindungi melalui upaya konservasi in-situ maupun ex-situ, sekaligus dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan. BRMP bersama FAO dan tim CDCSUI siap menjadi jembatan teknis serta memfasilitasi setiap langkah kerja sama,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri National Program Manager (NPM) CDCSUI, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, pihak Kesultanan, akademisi, serta Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Maluku Utara.

Berita Terkait

KKSS Tidore Meriahkan Karnaval Budaya Kieraha, Tegaskan Komitmen untuk Maluku Utara
Kuliah Tamu di Unibrah, Vidson Toory Dorong Mahasiswa Berani Bicara dan Beri Dampak
Unibrah Perkuat Gerakan Kampus Aman, Satgas PPK Rangkul BEM dan HMJ
Buka Kampanye FKUB Malut, Wagub Sarbin Ajak Generasi Muda Rawat Kemajemukan
Wagub Malut Sambut Pansus DPR RI dan Timja DPD RI, Tegaskan RUU Kepulauan Sudah Dirindukan Puluhan Tahun
RUU Kepulauan Dibedah di Ternate, DKP Tagih Keadilan Ekologi dan Daerah Minta Dana Tambah Bukan Pindah
Unibrah Gandeng Badan Bahasa Kemendikdasmen, Perkuat Pengembangan Bahasa dan Sastra
Polda Malut: Pembunuh Ali Daud Bukan Warga Sibenpopo, Pelaku Diduga Kelompok Nomaden
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:00 WIB

KKSS Tidore Meriahkan Karnaval Budaya Kieraha, Tegaskan Komitmen untuk Maluku Utara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Kuliah Tamu di Unibrah, Vidson Toory Dorong Mahasiswa Berani Bicara dan Beri Dampak

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Unibrah Perkuat Gerakan Kampus Aman, Satgas PPK Rangkul BEM dan HMJ

Rabu, 30 September 2026 - 22:33 WIB

Buka Kampanye FKUB Malut, Wagub Sarbin Ajak Generasi Muda Rawat Kemajemukan

Rabu, 30 September 2026 - 22:31 WIB

Wagub Malut Sambut Pansus DPR RI dan Timja DPD RI, Tegaskan RUU Kepulauan Sudah Dirindukan Puluhan Tahun

Rabu, 30 September 2026 - 22:29 WIB

RUU Kepulauan Dibedah di Ternate, DKP Tagih Keadilan Ekologi dan Daerah Minta Dana Tambah Bukan Pindah

Selasa, 29 September 2026 - 18:24 WIB

Unibrah Gandeng Badan Bahasa Kemendikdasmen, Perkuat Pengembangan Bahasa dan Sastra

Jumat, 25 September 2026 - 08:44 WIB

Polda Malut: Pembunuh Ali Daud Bukan Warga Sibenpopo, Pelaku Diduga Kelompok Nomaden

Berita Terbaru