21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Sarbin Sehe didampingi Ka Dikbud Malut, Abubakar Abdullah saat melakukan penanaman pepaya Kalifornia dan Jagung di SMKN 4 Kota Tidore Kepulauan.

Wakil Gubernur Sarbin Sehe didampingi Ka Dikbud Malut, Abubakar Abdullah saat melakukan penanaman pepaya Kalifornia dan Jagung di SMKN 4 Kota Tidore Kepulauan.

TIDORE – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara terus mendorong peningkatan mutu pendidikan berbasis praktik melalui program akselerasi layanan pendidikan.

Salah satu fokus utamanya adalah pelibatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Hal ini dilakukan dengan kegiatan penanaman tumbuhan hortikultura di pekarangan 21 SMK di Maluku Utara, yang secara langsung diikuti oleh Wakil Gubernur Sarbin Sehe di SMK Negeri 4 Kota Tidore Kepulauan, Sabtu (7/2/2026).

Wagub dalam kesempatan itu menegaskan program ketahanan pangan berbasis Sekolah Menengah Kejuruan tidak boleh hanya menjadi kegiatan formalitas, tetapi harus benar-benar memberi dampak nyata bagi siswa sekaligus memiliki nilai ekonomis.

“Kegiatan ini jangan hanya formalitas, tapi harus jadi prioritas yang berdampak bagi siswa dan punya nilai ekonomi,” tegasnya.

Ia juga meminta Dinas Pendidikan memastikan hasil produksi SMK terserap pasar, sehingga program tidak berhenti pada tahap tanam dan panen saja.

“Saya harapkan pak kadis dan pak kabid harus mencari pasar agar setelah dipanen ada pasar yang siap menyerap, saya tunggu laporan berikutnya terkait pasar yang siap untuk menyerap hasil panen ini,” harapnya.

Baca Juga :  Ribuan Warga Sambut Kedatangan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sula

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malut, Abubakar Abdullah, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari kebijakan akselerasi mutu dan pelayanan pendidikan, yang mencakup tujuh program di bidang pendidikan dan satu program di bidang kebudayaan.

Salah satu fokusnya adalah penguatan SMK berbasis praktik dan produksi, termasuk mendukung ketahanan pangan daerah.

“Program ini menyasar 21 SMK di Malut dengan konsentrasi agronomi tanaman pangan dan hortikultura yang tersebar di 10 kabupaten/kota, dengan total lahan garapan sekitar 10,7 hektare,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan ini telah dilakukan salah satunya di SMKN 3 Tidore Kepulauan yang pada pekan sebelumnya telah dikunjungi dan terlihat hasil tanam yang cukup baik, sehingga diharapkan dapat dilakukan diseluruh SMK yang berbasis pertanian.

Khusus di SMK Negeri 4 Tidore Kepulauan, lanjut Abubakar, pemerintah juga menyalurkan bantuan sarana pertanian modern yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), berupa traktor, kultivator, dan drone spray untuk menunjang pembelajaran berbasis teknologi.

Baca Juga :  Dorong Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Sula Tanam Padi Unggul Bersama Petani Fogi

“Bantuan ini diharapkan mendukung praktik siswa agar lebih efektif dan modern,” katanya.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dikbud Malut, Makmur menambahkan bahwa program SMK Penunjang Ketahanan Pangan dirancang untuk mengintegrasikan pembelajaran di kelas dengan praktik lapangan secara terpadu.

Menurutnya, selama ini praktik siswa masih berjalan parsial sehingga belum menghasilkan produk bernilai ekonomis.

“Lewat program ini, kita dorong supaya praktiknya terkolaborasi dan produktif, sehingga siswa bisa menghasilkan komoditas tidak hanya teori di kelas,” jelas Makmur.

Di SMK Negeri 4 Tidore Kepulauan, akan dilakukan penanaman 1.000 pohon pepaya dan jagung di atas lahan seluas 2,2 hektare.

“Sekolah lain juga telah memulai, seperti SMK Negeri 3 Tidore Kepulauan dengan 1,5 hektare jagung, SMK Negeri 2 Halmahera Utara dengan 1.500 nanas Bogor, yang dilanjutkan 500 pisang emas dan 200 pepaya California, serta SMK di Pulau Taliabu dengan berbagai komoditas sayuran,” ungkapnya.

Makmur berharap program ini tidak hanya menunjang ketahanan pangan daerah, tetapi juga melahirkan lulusan SMK yang siap kerja sekaligus mampu berwirausaha di sektor pertanian.

Berita Terkait

Pengawasan Hewan Kurban di Tidore Diperketat, Pastikan Bebas Penyakit Jelang Idul Adha
Sekolah Adat Dodara Tanamkan Kepedulian Lingkungan dan Cinta Budaya pada Siswa Talaga Puncak
DPRD Tidore Desak Penataan Parkir Pelabuhan Galala, Targetkan PAD Lebih Optimal
Efisiensi Anggaran, DPRD Tidore Maksimalkan Reses Lewat Pertemuan dan Blusukan
Kejati Maluku Utara Sosialisasikan Pencegahan Korupsi di Tidore, Pemda Diminta Perkuat Komitmen
Balai Bahasa Maluku Utara dan Fakultas Pendidikan Unibrah Teken PKS, Perkuat Literasi dan Pelestarian Bahasa
DPRD Tidore Bahas Investasi Pariwisata Rum, Dorong Realisasi Kerja Sama
WFA Disalahartikan sebagai Libur, Disiplin ASN Tidore Menurun
Berita ini 139 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 06:08 WIB

Pengawasan Hewan Kurban di Tidore Diperketat, Pastikan Bebas Penyakit Jelang Idul Adha

Jumat, 17 April 2026 - 18:59 WIB

Sekolah Adat Dodara Tanamkan Kepedulian Lingkungan dan Cinta Budaya pada Siswa Talaga Puncak

Kamis, 16 April 2026 - 20:59 WIB

DPRD Tidore Desak Penataan Parkir Pelabuhan Galala, Targetkan PAD Lebih Optimal

Kamis, 16 April 2026 - 17:29 WIB

Efisiensi Anggaran, DPRD Tidore Maksimalkan Reses Lewat Pertemuan dan Blusukan

Rabu, 15 April 2026 - 20:49 WIB

Kejati Maluku Utara Sosialisasikan Pencegahan Korupsi di Tidore, Pemda Diminta Perkuat Komitmen

Rabu, 15 April 2026 - 17:42 WIB

Balai Bahasa Maluku Utara dan Fakultas Pendidikan Unibrah Teken PKS, Perkuat Literasi dan Pelestarian Bahasa

Rabu, 15 April 2026 - 17:33 WIB

DPRD Tidore Bahas Investasi Pariwisata Rum, Dorong Realisasi Kerja Sama

Senin, 13 April 2026 - 22:59 WIB

WFA Disalahartikan sebagai Libur, Disiplin ASN Tidore Menurun

Berita Terbaru