WEDA — Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengajar Utama Bahasa Daerah sebagai langkah konkret pelestarian Bahasa Sawai di Kabupaten Halmahera Tengah. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 3—5 Februari 2026, di Aula Kantor Bupati Halmahera Tengah.
Bimtek tersebut merupakan bagian dari program nasional Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang dicanangkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, guna menghidupkan kembali penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan Setda Halmahera Tengah, Husain Ali, mewakili Bupati. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Bahasa Sawai bukan sekadar alat komunikasi, melainkan identitas budaya sekaligus penjaga nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Fogogoru.
“Bahasa daerah adalah jati diri masyarakat. Kalau bahasanya hilang, maka hilang pula sebagian sejarah dan karakter kita,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sub Bagian Umum Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, Nurul Istiqamallah, yang mewakili Kepala Balai Bahasa, menjelaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kompetensi para pengajar bahasa daerah, terutama dalam menyusun rencana pembelajaran serta bahan ajar yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Ia berharap, para peserta nantinya mampu menjadi motor penggerak pelestarian Bahasa Sawai di sekolah maupun di lingkungan komunitas.
Sebanyak 80 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 73 guru sekolah dan 7 perwakilan komunitas pemerhati budaya. Mereka dipersiapkan menjadi “Pengajar Utama” yang akan menularkan kembali pengetahuan Bahasa Sawai kepada siswa dan masyarakat luas.
Selama pelatihan, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Selain mendapatkan materi intensif tentang metode pengajaran Bahasa Sawai, mereka juga berhasil menyusun modul ajar yang siap diterapkan di sekolah dan komunitas masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Balai Bahasa Maluku Utara menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa. Hasil bimbingan teknis diharapkan menjadi fondasi kuat untuk memperkuat identitas lokal serta mendorong masyarakat menggunakan Bahasa Sawai secara aktif dalam kehidupan sehari-hari.






