BPBD Sula Bangun Tanggul Penahan Air di Desa Bega, Warga Turut Gotong Royong

- Jurnalis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPBD bersama warga gotong royong bangun tanggul penahan banjir.

BPBD bersama warga gotong royong bangun tanggul penahan banjir.

SANANA – Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sula membangun tanggul penahan air di Desa Bega, Kecamatan Sulabesi Tengah.

Pembangunan ini merupakan langkah cepat Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula dalam menangani dampak banjir yang melanda desa tersebut pada 7 Oktober 2025 lalu.

Kegiatan pembangunan tanggul mendapat dukungan luas dari masyarakat. Warga setempat, mulai dari ibu-ibu hingga pelajar SMK Bega, terlihat ikut membantu petugas BPBD dalam proses pembangunan. Bahkan, warga dari Desa Manaf turut serta memberikan tenaga dalam kegiatan gotong royong tersebut.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Sula, H. Syamsudin Ode Maniwi, mengatakan bahwa meski pihaknya menghadapi keterbatasan anggaran, pembangunan tanggul tetap dilakukan karena menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.

Baca Juga :  Maluku Utara jadi Provinsi Inovatif, Lebih Tinggi dari Yogyakarta dan Sulawesi Selatan

“Saat banjir 7 Oktober lalu, tidak hanya jembatan yang rusak, tetapi juga terjadi longsor hingga menyebabkan tanggul penahan air jebol. Kami membangunnya kembali karena tanggul ini juga berfungsi melindungi Masjid Bega yang kini terancam akibat longsor,” jelas Syamsudin, Kamis (9/10/2025).

Ia menambahkan, tanggul penahan air yang dibangun memiliki panjang sekitar 30 meter dan ditargetkan rampung dalam waktu satu minggu.

“Material sudah tiba di lokasi dan pekerjaan sudah dimulai. Kami optimistis tanggul ini bisa selesai dalam pekan ini,” ujarnya.

Baca Juga :  FTW Kembali Masuk Karisma Event Nusantara 2024

Sementara itu, Kepala Desa Bega, Darwin Fatmona, menyampaikan apresiasi kepada BPBD dan seluruh warga yang terlibat dalam pembangunan tanggul.

“Saya dan masyarakat Desa Bega pada dasarnya siap membantu pemerintah. Alhamdulillah, semangat gotong royong warga sangat tinggi, mulai dari saat banjir merobohkan jembatan Wai Bega hingga pembangunan tanggul hari ini,” ungkapnya.

Dengan selesainya pembangunan tanggul tersebut, masyarakat berharap banjir serupa tidak lagi mengancam permukiman dan fasilitas umum di Desa Bega.

Berita Terkait

Ratusan Warga Bukulasa Ikuti Pawai Obor “Nyala Ela-Ela” yang Digelar IPPB
Satgas Kamseltibcarlantas Operasi Ketupat Kie Raha 2026 Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas di Sofifi
BKM Al-Muhajirin Salurkan 100 Paket Sedekah Sembako Lebaran kepada Jamaah Masjid
Bantu Stabilkan Harga Pangan, Polresta Tidore Gelar Pasar Murah Ramadan
Atlet Pencak Silat Tidore Kepulauan di Oba Utara Berbagi Takjil di Bundaran Sofifi
Husni Salim Launching Ramadhan Expo Setwan Malut, Hadirkan 5 Program Bernuansa Religius
Pengukuhan Komunitas Kasih Alam Maluku Utara, Taufik: Ini Titik Awal Pengabdian Nyata untuk Lingkungan
80 Guru dan Penutur Jati Dilatih, Balai Bahasa Malut Perkuat Revitalisasi Bahasa Bacan dan Makian Luar di Halsel
Berita ini 201 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:48 WIB

Ratusan Warga Bukulasa Ikuti Pawai Obor “Nyala Ela-Ela” yang Digelar IPPB

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:28 WIB

Satgas Kamseltibcarlantas Operasi Ketupat Kie Raha 2026 Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas di Sofifi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:31 WIB

BKM Al-Muhajirin Salurkan 100 Paket Sedekah Sembako Lebaran kepada Jamaah Masjid

Jumat, 13 Maret 2026 - 19:14 WIB

Bantu Stabilkan Harga Pangan, Polresta Tidore Gelar Pasar Murah Ramadan

Minggu, 8 Maret 2026 - 16:37 WIB

Atlet Pencak Silat Tidore Kepulauan di Oba Utara Berbagi Takjil di Bundaran Sofifi

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:37 WIB

Husni Salim Launching Ramadhan Expo Setwan Malut, Hadirkan 5 Program Bernuansa Religius

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:17 WIB

Pengukuhan Komunitas Kasih Alam Maluku Utara, Taufik: Ini Titik Awal Pengabdian Nyata untuk Lingkungan

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:00 WIB

80 Guru dan Penutur Jati Dilatih, Balai Bahasa Malut Perkuat Revitalisasi Bahasa Bacan dan Makian Luar di Halsel

Berita Terbaru