TIDORE – Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Oba Utara, Abdullah Salama, menggantikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan sebagai narasumber di kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 7 Kota Tidore Kepulauan, Kamis (9/10/2025).
Kotwil dalam kesempatan itu menegaskan pentingnya penanaman nilai kemandirian dan semangat belajar sejati di lingkungan Sekolah Rakyat.
Dalam arahannya, Abdullah menjelaskan bahwa pembentukan kemandirian tidak hanya sebatas kemampuan fisik, tetapi juga menyangkut kemandirian mental dan sosial. Menurutnya, siswa perlu dibiasakan untuk berpikir mandiri, berani mengambil keputusan, serta bertanggung jawab terhadap pilihan dan tindakannya.
“Kemandirian itu tidak lahir begitu saja. Ia tumbuh dari kebiasaan, dari kepercayaan guru dan orang tua terhadap kemampuan anak untuk belajar dan mengatur dirinya sendiri,” ujar Abdullah.
Ia menambahkan, pendekatan holistik dalam pembelajaran di Sekolah Rakyat menjadi kunci untuk menumbuhkan karakter tersebut. Melalui kegiatan sehari-hari yang relevan dengan kehidupan nyata, siswa dapat belajar nilai tanggung jawab, disiplin, dan percaya diri.
Beberapa praktik pendidikan karakter yang diterapkan, antara lain tanggung jawab pribadi, seperti membiasakan siswa menjaga kebersihan diri, merapikan barang-barang pribadi, dan membersihkan area belajar.
Selain itu, mereka juga diajarkan tanggung jawab terhadap tugas, yaitu menyelesaikan pekerjaan sekolah tanpa bergantung pada orang lain.
Dalam hal pengelolaan diri, siswa dilatih untuk mengambil keputusan kecil—misalnya memilih buku bacaan atau kegiatan ekstrakurikuler—serta belajar manajemen waktu agar mampu menyeimbangkan antara belajar, bermain, dan istirahat.
Tak hanya itu, Sekolah Rakyat juga menerapkan metode pemecahan masalah melalui simulasi konflik sosial antar teman dan pemberian proyek mandiri, di mana siswa belajar menyelesaikan tugas dengan bimbingan minimal dari guru.
Abdullah berharap pendekatan ini dapat menumbuhkan rasa cinta belajar yang sejati di kalangan siswa.
“Anak-anak perlu merasakan bahwa belajar itu bagian dari hidup mereka, bukan kewajiban semata. Jika mereka sudah mencintai prosesnya, maka karakter dan kemandirian akan tumbuh dengan sendirinya,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Korwil Pendidikan Oba Utara dalam memperkuat implementasi pendidikan karakter dan membangun budaya belajar mandiri di sekolah-sekolah dasar wilayah tersebut.






