MARASAI.iD – Calon Gubernur Maluku Utara nomor urut 1, Husain Alting Syah dan Asrul Rasyid Ichsan, tampil memukau dalam debat pertama kandidiat gubernur dengan tema penguatan daya saing ekonomi daerah melalui pengembangan sosial budaya, yang berlangsung di ruang rapat paripurna Gedung DPRD Provinsi, Selasa (12/11/2024).
Pasangan dengan slogan HAS Kie Raha ini mengungkapkan pandangannya terkait kondisi ekonomi dan kebijakan pertambangan usai debat, Husain menyoroti pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang mencapai 27 persen, menjadikan provinsi ini sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Namun, di balik angka tersebut, kesejahteraan masyarakat dinilai belum merata.
“Pertumbuhan ekonomi kita memang tertinggi, tapi kenyataannya masih banyak masyarakat yang melarat. Ini artinya, ada ketimpangan antara angka pertumbuhan ekonomi dengan kesejahteraan rakyat,” ujar Husain.
Dia menjelaskan bahwa sumber utama pertumbuhan ekonomi Maluku Utara saat ini masih didominasi oleh sektor pertambangan. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya arah kebijakan yang lebih fokus pada pemanfaatan sumber daya ini agar dampak ekonominya benar-benar dirasakan oleh masyarakat lokal.
“Pertumbuhan ekonomi tertinggi kita berasal dari pertambangan, sehingga ke depan kita harus memulai dengan mengoptimalkan sektor ini. Namun, kita juga perlu mengukur apakah pertumbuhan ini berkelanjutan dan mampu mengurangi kemiskinan di daerah,” jelasnya.
Sultan Tidore ini juga menyoroti masalah keterlibatan pekerja lokal dalam industri pertambangan. Menurutnya, selama ini sebagian besar perusahaan pertambangan di Maluku Utara dimiliki oleh pihak luar, sehingga kontribusi tenaga kerja lokal masih sangat minim terutama pada posisi strategis.
“Kita berharap agar pekerja lokal tidak hanya ditempatkan sebagai pekerja kasar, tetapi juga memiliki kesempatan di posisi-posisi strategis. Dengan demikian, mereka dapat memainkan peran lebih besar dalam industri dan ikut merasakan manfaatnya. Hal ini tentunya harus didukung dengan peningkatan skill dan kemampuan tenaga kerja lokal,” tegas Husain.
Menurutnya, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, perlu ada keterlibatan aktif dan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat setempat. “Kita perlu membuat arah kebijakan agar dampak ekonomi dari pertambangan terasa hingga ke masyarakat. Selain itu, penting bagi kita sebagai anak daerah untuk diberi kesempatan dan peran yang lebih besar, sehingga harkat dan martabat kita juga terangkat,” tutupnya.
Debat pertama ini menjadi ajang bagi para kandidat gubernur untuk memaparkan visi dan strategi mereka dalam menghadapi tantangan ekonomi di Maluku Utara. Isu ketimpangan ekonomi dan kebijakan pertambangan yang inklusif menjadi salah satu sorotan utama Husain Alting Syah dalam debat tersebut.






