HAS Soroti Pertumbuhan Ekonomi dan Penempatan Pekerja Lokal

- Jurnalis

Selasa, 12 November 2024 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasangan Nomor 1, Husain Alting Syah dan Asrul Rasyid Ichsan.

Pasangan Nomor 1, Husain Alting Syah dan Asrul Rasyid Ichsan.

MARASAI.iD – Calon Gubernur Maluku Utara nomor urut 1, Husain Alting Syah dan Asrul Rasyid Ichsan, tampil memukau dalam debat pertama kandidiat gubernur dengan tema penguatan daya saing ekonomi daerah melalui pengembangan sosial budaya, yang berlangsung di ruang rapat paripurna Gedung DPRD Provinsi, Selasa (12/11/2024).

Pasangan dengan slogan HAS Kie Raha ini mengungkapkan pandangannya terkait kondisi ekonomi dan kebijakan pertambangan usai debat, Husain menyoroti pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang mencapai 27 persen, menjadikan provinsi ini sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Namun, di balik angka tersebut, kesejahteraan masyarakat dinilai belum merata.

“Pertumbuhan ekonomi kita memang tertinggi, tapi kenyataannya masih banyak masyarakat yang melarat. Ini artinya, ada ketimpangan antara angka pertumbuhan ekonomi dengan kesejahteraan rakyat,” ujar Husain.

Dia menjelaskan bahwa sumber utama pertumbuhan ekonomi Maluku Utara saat ini masih didominasi oleh sektor pertambangan. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya arah kebijakan yang lebih fokus pada pemanfaatan sumber daya ini agar dampak ekonominya benar-benar dirasakan oleh masyarakat lokal.

Baca Juga :  Cagub Husain Alting Syah Dukung Program Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

“Pertumbuhan ekonomi tertinggi kita berasal dari pertambangan, sehingga ke depan kita harus memulai dengan mengoptimalkan sektor ini. Namun, kita juga perlu mengukur apakah pertumbuhan ini berkelanjutan dan mampu mengurangi kemiskinan di daerah,” jelasnya.

Sultan Tidore ini juga menyoroti masalah keterlibatan pekerja lokal dalam industri pertambangan. Menurutnya, selama ini sebagian besar perusahaan pertambangan di Maluku Utara dimiliki oleh pihak luar, sehingga kontribusi tenaga kerja lokal masih sangat minim terutama pada posisi strategis.

“Kita berharap agar pekerja lokal tidak hanya ditempatkan sebagai pekerja kasar, tetapi juga memiliki kesempatan di posisi-posisi strategis. Dengan demikian, mereka dapat memainkan peran lebih besar dalam industri dan ikut merasakan manfaatnya. Hal ini tentunya harus didukung dengan peningkatan skill dan kemampuan tenaga kerja lokal,” tegas Husain.

Baca Juga :  Pemkab Haltim Apresiasi Pelaksanaan KKN Unibrah

Menurutnya, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, perlu ada keterlibatan aktif dan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat setempat. “Kita perlu membuat arah kebijakan agar dampak ekonomi dari pertambangan terasa hingga ke masyarakat. Selain itu, penting bagi kita sebagai anak daerah untuk diberi kesempatan dan peran yang lebih besar, sehingga harkat dan martabat kita juga terangkat,” tutupnya.

Debat pertama ini menjadi ajang bagi para kandidat gubernur untuk memaparkan visi dan strategi mereka dalam menghadapi tantangan ekonomi di Maluku Utara. Isu ketimpangan ekonomi dan kebijakan pertambangan yang inklusif menjadi salah satu sorotan utama Husain Alting Syah dalam debat tersebut.

Berita Terkait

Husni Salim Launching Ramadhan Expo Setwan Malut, Hadirkan 5 Program Bernuansa Religius
Pengukuhan Komunitas Kasih Alam Maluku Utara, Taufik: Ini Titik Awal Pengabdian Nyata untuk Lingkungan
80 Guru dan Penutur Jati Dilatih, Balai Bahasa Malut Perkuat Revitalisasi Bahasa Bacan dan Makian Luar di Halsel
Balai Bahasa Malut Gelar Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026
UNIBRAH–Disarpus Malut Kolaborasi, Empat Desa Lokasi KKN Terima Ratusan Buku Literasi
21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis
Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat
Tidore Utara Disiapkan Jadi DTW Baru, Disbudpar Kembangkan Wisata Bahari–Sejarah Rum dan Rum Balibunga, Butuh Rp41 Miliar
Berita ini 39 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:37 WIB

Husni Salim Launching Ramadhan Expo Setwan Malut, Hadirkan 5 Program Bernuansa Religius

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:17 WIB

Pengukuhan Komunitas Kasih Alam Maluku Utara, Taufik: Ini Titik Awal Pengabdian Nyata untuk Lingkungan

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:00 WIB

80 Guru dan Penutur Jati Dilatih, Balai Bahasa Malut Perkuat Revitalisasi Bahasa Bacan dan Makian Luar di Halsel

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:32 WIB

Balai Bahasa Malut Gelar Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:45 WIB

UNIBRAH–Disarpus Malut Kolaborasi, Empat Desa Lokasi KKN Terima Ratusan Buku Literasi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:48 WIB

21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis

Jumat, 6 Februari 2026 - 02:18 WIB

Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:56 WIB

Tidore Utara Disiapkan Jadi DTW Baru, Disbudpar Kembangkan Wisata Bahari–Sejarah Rum dan Rum Balibunga, Butuh Rp41 Miliar

Berita Terbaru