Rakorwil MES Wilayah Timur Indonesia 2024: Optimalkan Investasi Syariah untuk Pembangunan Daerah

- Jurnalis

Jumat, 26 Juli 2024 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Narasumber pada rakor MES wilayah Timur Indonesia tahun 2024.

Narasumber pada rakor MES wilayah Timur Indonesia tahun 2024.

MARASAI.iD – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wilayah Timur Indonesia mengadakan  Rapat Koordinasi tahun 2024 untuk wilayah MES Maluku, Maluku Utara dan Papua yang berlangsung di aula Batik Hotel Ternate, Jumat (26/7/2024).

Kegiatan ini menghadirkan Direktur Eksekutif Sekretariat MES Pusat, Herry Aslam Wahid, sebagai narasumber  Akademisi Unkhair Ternate, Sulfi Abdulhaji, Dewan Pakar MES Agus Rianto dan Ketua Baznas Kota Ternate.

Ketua MES Wilayah Timur Indonesia, Chairul Saleh Arif menyebutkan Rakorwil ini berarti penting untuk membahas agenda ekonomi syariah dalam pembangunan ekonomi dan daerah.

“Sejauh ini MES berperan penting dalam turut serta membangun ekonomi dengan prinsip prinsip syariah, salah satunya mendorong pembentukan bank syariah dan KNEKS,” jelasnya.

Baca Juga :  Seleksi KIP Malut Masuki Tahapan Psikotes dan Dinamika Kelompok

Sementara itu, Agus Rianto dalam pemaparannya menyampaikan pentingnya pemanfaatan skema investasi syariah seperti Sukuk, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPDBU), serta instrumen pasar modal syariah lainnya.

Menurutnya, alternatif investasi ini tidak hanya sesuai dengan prinsip syariah tetapi juga mampu mempercepat pembangunan daerah dengan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Investasi syariah merupakan solusi strategis untuk daerah yang ingin berkembang secara inklusif dan berkelanjutan. Melalui skema ini, pemerintah daerah dapat membiayai proyek infrastruktur dan pelayanan publik yang mendesak tanpa harus bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah pusat,” ujar Agus Rianto.

Ia menambahkan bahwa Sukuk dan SBSN, sebagai instrumen pembiayaan syariah, telah terbukti efektif dalam pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Sementara itu, skema KPDBU menawarkan fleksibilitas bagi pemerintah daerah untuk bermitra dengan sektor swasta dalam pembangunan proyek strategis yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Koperasi Mutiara Mangga Dua Ternate Kembali Salurkan Hewan Qurban

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, akademisi, serta stakeholder lainnya. Diskusi yang berlangsung dinamis ini menghasilkan beberapa rekomendasi untuk memaksimalkan potensi investasi syariah di wilayah Timur Indonesia.

Di antaranya adalah peningkatan literasi keuangan syariah, keberpihakan regulasi, serta penguatan kerjasama antara pemerintah daerah dan sektor swasta berbasis syarah.

Melalui kegiatan ini, MES Wilayah Timur Indonesia berharap dapat mendorong implementasi investasi syariah secara lebih luas sehingga dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah yang lebih cepat, adil, dan merata sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Berita Terkait

Pengukuhan Komunitas Kasih Alam Maluku Utara, Taufik: Ini Titik Awal Pengabdian Nyata untuk Lingkungan
80 Guru dan Penutur Jati Dilatih, Balai Bahasa Malut Perkuat Revitalisasi Bahasa Bacan dan Makian Luar di Halsel
Balai Bahasa Malut Gelar Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026
UNIBRAH–Disarpus Malut Kolaborasi, Empat Desa Lokasi KKN Terima Ratusan Buku Literasi
21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis
Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat
Tidore Utara Disiapkan Jadi DTW Baru, Disbudpar Kembangkan Wisata Bahari–Sejarah Rum dan Rum Balibunga, Butuh Rp41 Miliar
Cetak 80 Pengajar Utama, Balai Bahasa Malut Genjot Revitalisasi Bahasa Sawai di Halmahera Tengah
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:17 WIB

Pengukuhan Komunitas Kasih Alam Maluku Utara, Taufik: Ini Titik Awal Pengabdian Nyata untuk Lingkungan

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:00 WIB

80 Guru dan Penutur Jati Dilatih, Balai Bahasa Malut Perkuat Revitalisasi Bahasa Bacan dan Makian Luar di Halsel

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:32 WIB

Balai Bahasa Malut Gelar Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:45 WIB

UNIBRAH–Disarpus Malut Kolaborasi, Empat Desa Lokasi KKN Terima Ratusan Buku Literasi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:48 WIB

21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis

Jumat, 6 Februari 2026 - 02:18 WIB

Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:56 WIB

Tidore Utara Disiapkan Jadi DTW Baru, Disbudpar Kembangkan Wisata Bahari–Sejarah Rum dan Rum Balibunga, Butuh Rp41 Miliar

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:17 WIB

Cetak 80 Pengajar Utama, Balai Bahasa Malut Genjot Revitalisasi Bahasa Sawai di Halmahera Tengah

Berita Terbaru