MARASAI.iD – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wilayah Timur Indonesia mengadakan Rapat Koordinasi tahun 2024 untuk wilayah MES Maluku, Maluku Utara dan Papua yang berlangsung di aula Batik Hotel Ternate, Jumat (26/7/2024).
Kegiatan ini menghadirkan Direktur Eksekutif Sekretariat MES Pusat, Herry Aslam Wahid, sebagai narasumber Akademisi Unkhair Ternate, Sulfi Abdulhaji, Dewan Pakar MES Agus Rianto dan Ketua Baznas Kota Ternate.
Ketua MES Wilayah Timur Indonesia, Chairul Saleh Arif menyebutkan Rakorwil ini berarti penting untuk membahas agenda ekonomi syariah dalam pembangunan ekonomi dan daerah.
“Sejauh ini MES berperan penting dalam turut serta membangun ekonomi dengan prinsip prinsip syariah, salah satunya mendorong pembentukan bank syariah dan KNEKS,” jelasnya.
Sementara itu, Agus Rianto dalam pemaparannya menyampaikan pentingnya pemanfaatan skema investasi syariah seperti Sukuk, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPDBU), serta instrumen pasar modal syariah lainnya.
Menurutnya, alternatif investasi ini tidak hanya sesuai dengan prinsip syariah tetapi juga mampu mempercepat pembangunan daerah dengan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Investasi syariah merupakan solusi strategis untuk daerah yang ingin berkembang secara inklusif dan berkelanjutan. Melalui skema ini, pemerintah daerah dapat membiayai proyek infrastruktur dan pelayanan publik yang mendesak tanpa harus bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah pusat,” ujar Agus Rianto.
Ia menambahkan bahwa Sukuk dan SBSN, sebagai instrumen pembiayaan syariah, telah terbukti efektif dalam pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Sementara itu, skema KPDBU menawarkan fleksibilitas bagi pemerintah daerah untuk bermitra dengan sektor swasta dalam pembangunan proyek strategis yang berkelanjutan.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, akademisi, serta stakeholder lainnya. Diskusi yang berlangsung dinamis ini menghasilkan beberapa rekomendasi untuk memaksimalkan potensi investasi syariah di wilayah Timur Indonesia.
Di antaranya adalah peningkatan literasi keuangan syariah, keberpihakan regulasi, serta penguatan kerjasama antara pemerintah daerah dan sektor swasta berbasis syarah.
Melalui kegiatan ini, MES Wilayah Timur Indonesia berharap dapat mendorong implementasi investasi syariah secara lebih luas sehingga dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah yang lebih cepat, adil, dan merata sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.






