MARASAI.iD – Pada tahun 2024 ini, Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta kembali melakukan KKN di Provinsi Maluku Utara, tepatnya di 3 kabupaten dan kota.
KKN UGM menetapkan tiga lokasi penting untuk programnya, dengan fokus pertama di Pulau Hiri, Kota Ternate, diikuti oleh Tobelo di Kabupaten Halmahera Utara dan Bacan di Kabupaten Halmahera Selatan.
Ketua Kagama Maluku Utara, Mulyadi Wowor, mengonfirmasi bahwa kelompok untuk Tobelo dan Bacan telah tiba lebih dulu di destinasi mereka, sementara hari ini, pengurus Kagama Maluku Utara bersama-sama dengan Walikota dan Sekda Kota Ternate menyambut dan menyerahkan kelompok KKN ke Camat Pulau Hiri untuk ditempatkan di tiga kelurahan di sana.
Dalam pernyataannya, Mulyadi Wowor mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Walikota Ternate yang telah menerima program KKN UGM untuk keempat kalinya.
“Semoga dengan kemitraan dan kerjasama ini dapat terus berlanjut dan berkelanjutan dalam upaya bersama membangun negeri tercinta, ” ungkap Mulyadi.

Menurutnya, program KKN UGM tidak hanya menjadi kesempatan bagi para mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan mereka secara langsung dalam masyarakat.
“Ini juga sebagai wujud nyata dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan dan kemajuan daerah, seperti yang terlihat dalam kasus ini di Maluku Utara, ” ungkap mantan Kadis Koperasi dan UMKM Malut ini.
Mulyadi berharap, masyarakat setempat dapat merasakan manfaat positif dari kehadiran para peserta KKN dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pengembangan infrastruktur sosial hingga pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah daerah dan komunitas,
“Diharapkan bahwa kolaborasi ini akan memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat setempat,” harapnya.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kagama Maluku Utara dan pihak terkait akan terus memantau dan mendukung kelancaran serta hasil dari program KKN di tiga lokasi strategis tersebut.
“Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan model kemitraan yang saling menguntungkan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat,” pungkasnya.






