TERNATE, – Ribuan masyarakat Maluku Utara (Malut) padati kampanye akbar Calon Presiden (Capres) Anies Rasyid Baswedan, bertempat di Jl. Pahlawan Revolusi Ternate. Jumat (26/1/2024).
Masyarakat Malut yang terdiri dari simpatisan, relawan muda, dan warga pendukung yang juga datang dari Halmahera itu antusias mengikuti proses kampanye Capres nomor 1.
Amatan wartawan di lapangan, kampanye Anies Baswedan itu didampingi oleh sang istri dan anaknya serta Tim Kampanye Daerah (TKD). Hadir juga para alumni Indonesia Mengajar.
Di sepanjang jalan depan Taman Nukila Ternate tampak dipadati massa pendukung yang sambil berteriak keras yel-yel Anies Presiden, Maluku Utara Sejahtera, siap melakukan perubahan.
Anies Baswedan mengatakan, dirinya datang ke Malut lantaran mendapatkan amanah atau tanggung jawab untuk mengikuti tahapan proses kampanye calon presiden.
“Perubahan itu yakni yang ditimpang menjadi setara, tertinggal harus dimajukan dan kemudian membesarkan yang kecil tanpa harus mengecilkan yang besar,” ujarnya, Jumat (26/1/2024).

Menurutnya, Malut ini kaya akan hasil buminya bukan hanya pertambangan nikel dan emas namun juga dari rempah-rempah sehingga negara-negara eropa berdatangan ke Ternate.
“Ternate kala itu, kaya dengan hasil rempah-rempahnya sehingga banyak menarik perhatian dari negara luar berdatangan untuk menguasai rempah-rempah,” kata Anis.
Meski begitu, bahwa jangan kita tinggalkan Malut hanya sebagai sejarah namun harus membangun masa depan melalui perubahan dan hal itu harus dikerjakan secara bersama-sama.
Olehnya itu, Anies selalu satu-satunya Capres yang berkunjung ke Malut ini menginginkan Maluku Utara maju sama dengan daerah yang lainya di Indonesia.
“Untuk perubahan dan kemajuan itu harus menciptakan lapangan kerja, mencegah fang pendidikan yang mahal, barang yang hali harus di murahkan dan mensejaterakan rakyat,” ungkap Anies menggunakan campuran salah satu bahasa lokal yang ada di Malut.
Ia tambahkan, kedatanganya di Maluku Utara bukanlah yang pertama kalinya namun sebelumnya dirinya sudah pernah berkunjung ketika program Indonesia Mengajar.
Reporter: M. Rifdi Umasangadji






