Dorong Pertumbuhan Ekonomi daerah Tertinggal, Disnakertrans Lakukan Pelatihan Agrobisnis

- Jurnalis

Rabu, 25 Oktober 2023 - 02:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Disnakertrans Malut, Marwan Polisiri saat menyampaikan sambutan pada kegiatan pelatihan agrobisnis.

Kepala Disnakertrans Malut, Marwan Polisiri saat menyampaikan sambutan pada kegiatan pelatihan agrobisnis.

MARASAI.com – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Maluku Utara menggelar pelatihan pengembangan Agribisnis di Kabupaten Halmahera Selatan, yang berlangsung pada Selasa (24/10/2023).

Kepala Disnakertrans Malut, Marwan Polisiri menyebutkan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa pada khsusnya dan Maluku Utara pada umumnya.

“Dasar kegiatan ini pada peraturan presiden nomor 63 tahun 2020 tentang penetapan daerah tertinggal tahun 2020-2024, terdapat dua kabupaten di Maluku Utara yang masuk dalam kategori Daerah “tertinggal” yaitu kabupaten Kepulauan Sula dan kabupaten Pulau Taliabu,” ungkapnya.

Namun demikian kata Marwan, apabila  melihat secara jeli dengan pendekatan mikro sedianya sebagian besar desa atau kelurahan di Maluku Utara yang bisa dikategorikan masih tertinggal karena secara geografis Maluku Utara adalah daerah kepulauan yang dikelilingi oleh lautan, maka dari aspek pembangunan infrastruktur terdapat desa dan kecamatan yang hingga kini belum tersentuh baik akses transportasi laut dan darat maupun sarana komunikasi, listrik, pendidikan dan perekonomian lainnya.

Baca Juga :  Pemda Kepulauan Sula Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir ROB di Dua Desa

“Tentu hal ini akan berpengaruh pada perekonomian masyarakat oleh karena itu sasaran kegiatan pelatihan Agrobisnis ini tidak bisa hanya menyasar di kabupaten Kepulauan Sula dan Taliabu saja tapi juga di kabupaten kota lainnya termasuk kabupaten Halmahera Selatan,” jelas mantan Kepala Bappeda Kota Tidore Kepulauan ini.

Dia menyebutkan, target ke depan adalah terdapat kelompok masyarakat usaha di desa yang menjadi contoh bagi desa lain untuk mengembangkan usahanya terutama di desa-desa tertinggal.

“Disnakertrans Provinsi Maluku Utara tidak hanya pada bagaimana membangkitkan semangat dan jiwa wirausaha di kalangan masyarakat tetapi juga memikirkan dan mencari solusi pasca produksi yakni marketing pemasaran. Bisa kita bekerja sama dengan retail-ritel modern untuk memasarkan produk masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemprov Malut Gelar Musrenbangtan 2025, Fokus Wujudkan Swasembada dan Kemandirian Pangan

Sehingga apabila suatu atau beberapa desa sudah berhasil dalam mengembangkan usahanya maka bisa dijadikan contoh bagi daerah lainnya, dengan demikian maka perlahan tapi pasti ekonomi masyarakat akan tumbuh dan dapat mengentaskan ketertinggalan desa-desa di seluruh Maluku Utara.

“Sesungguhnya kegiatan pelatihan Agrobisnis ini menyasar kepada seluruh masyarakat di Maluku Utara yang ingin merubah ekonomi hidupnya agar lebih baik dan sejahtera karena sesungguhnya membangun suatu daerah harus dimulai dari membangun masyarakatnya masyarakat yang kuat secara ekonomi akan berdampak pada kemampuan daerah dalam membangun jati diri,” pungkasnya.

Berita Terkait

Husni Salim Launching Ramadhan Expo Setwan Malut, Hadirkan 5 Program Bernuansa Religius
Pengukuhan Komunitas Kasih Alam Maluku Utara, Taufik: Ini Titik Awal Pengabdian Nyata untuk Lingkungan
80 Guru dan Penutur Jati Dilatih, Balai Bahasa Malut Perkuat Revitalisasi Bahasa Bacan dan Makian Luar di Halsel
Balai Bahasa Malut Gelar Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026
UNIBRAH–Disarpus Malut Kolaborasi, Empat Desa Lokasi KKN Terima Ratusan Buku Literasi
21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis
Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat
Tidore Utara Disiapkan Jadi DTW Baru, Disbudpar Kembangkan Wisata Bahari–Sejarah Rum dan Rum Balibunga, Butuh Rp41 Miliar
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:37 WIB

Husni Salim Launching Ramadhan Expo Setwan Malut, Hadirkan 5 Program Bernuansa Religius

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:17 WIB

Pengukuhan Komunitas Kasih Alam Maluku Utara, Taufik: Ini Titik Awal Pengabdian Nyata untuk Lingkungan

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:00 WIB

80 Guru dan Penutur Jati Dilatih, Balai Bahasa Malut Perkuat Revitalisasi Bahasa Bacan dan Makian Luar di Halsel

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:32 WIB

Balai Bahasa Malut Gelar Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:45 WIB

UNIBRAH–Disarpus Malut Kolaborasi, Empat Desa Lokasi KKN Terima Ratusan Buku Literasi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:48 WIB

21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis

Jumat, 6 Februari 2026 - 02:18 WIB

Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:56 WIB

Tidore Utara Disiapkan Jadi DTW Baru, Disbudpar Kembangkan Wisata Bahari–Sejarah Rum dan Rum Balibunga, Butuh Rp41 Miliar

Berita Terbaru