MARASAI.com – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Maluku Utara menggelar pelatihan pengembangan Agribisnis di Kabupaten Halmahera Selatan, yang berlangsung pada Selasa (24/10/2023).
Kepala Disnakertrans Malut, Marwan Polisiri menyebutkan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa pada khsusnya dan Maluku Utara pada umumnya.
“Dasar kegiatan ini pada peraturan presiden nomor 63 tahun 2020 tentang penetapan daerah tertinggal tahun 2020-2024, terdapat dua kabupaten di Maluku Utara yang masuk dalam kategori Daerah “tertinggal” yaitu kabupaten Kepulauan Sula dan kabupaten Pulau Taliabu,” ungkapnya.
Namun demikian kata Marwan, apabila melihat secara jeli dengan pendekatan mikro sedianya sebagian besar desa atau kelurahan di Maluku Utara yang bisa dikategorikan masih tertinggal karena secara geografis Maluku Utara adalah daerah kepulauan yang dikelilingi oleh lautan, maka dari aspek pembangunan infrastruktur terdapat desa dan kecamatan yang hingga kini belum tersentuh baik akses transportasi laut dan darat maupun sarana komunikasi, listrik, pendidikan dan perekonomian lainnya.
“Tentu hal ini akan berpengaruh pada perekonomian masyarakat oleh karena itu sasaran kegiatan pelatihan Agrobisnis ini tidak bisa hanya menyasar di kabupaten Kepulauan Sula dan Taliabu saja tapi juga di kabupaten kota lainnya termasuk kabupaten Halmahera Selatan,” jelas mantan Kepala Bappeda Kota Tidore Kepulauan ini.
Dia menyebutkan, target ke depan adalah terdapat kelompok masyarakat usaha di desa yang menjadi contoh bagi desa lain untuk mengembangkan usahanya terutama di desa-desa tertinggal.
“Disnakertrans Provinsi Maluku Utara tidak hanya pada bagaimana membangkitkan semangat dan jiwa wirausaha di kalangan masyarakat tetapi juga memikirkan dan mencari solusi pasca produksi yakni marketing pemasaran. Bisa kita bekerja sama dengan retail-ritel modern untuk memasarkan produk masyarakat,” ungkapnya.
Sehingga apabila suatu atau beberapa desa sudah berhasil dalam mengembangkan usahanya maka bisa dijadikan contoh bagi daerah lainnya, dengan demikian maka perlahan tapi pasti ekonomi masyarakat akan tumbuh dan dapat mengentaskan ketertinggalan desa-desa di seluruh Maluku Utara.
“Sesungguhnya kegiatan pelatihan Agrobisnis ini menyasar kepada seluruh masyarakat di Maluku Utara yang ingin merubah ekonomi hidupnya agar lebih baik dan sejahtera karena sesungguhnya membangun suatu daerah harus dimulai dari membangun masyarakatnya masyarakat yang kuat secara ekonomi akan berdampak pada kemampuan daerah dalam membangun jati diri,” pungkasnya.






