MARASAI.id – Jumlah pelamar untuk menjadi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di Pemerintah Provinsi Maluku Utara, tak penuhi kuota alokasi formasi yang dibuka, hingga akhir waktu penutupan pada 11 Oktober 2023 kemarin.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Maluku Utara, M. Miftah Baay melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan ASN dan Penataan Jabatan Fungsional, Alex Tovano Rada yang menyebutkan jumlah formasi yang dibuka sebanyak 2.321 lowongan namun yang mendaftar hany sebanyak 1.832 pelamar.
“Sebelumnya sesuai jadwal penutupan pada tanggal 9 Oktober namun kita perpanjang 2 hari hingga 11 Oktober pukul 23:59, dan hasil rekapan jumlah yang mendaftar secara online via website sscn.bkn.go.id adalah 1.832 pelamar,” kata Alex.
Menurutnya, dengan begitu maka selisih jumlah yang mendaftar dengan alokasi formasi yang tersedia belum terisi sebanyak 489 alokasi formasi.
“Tiga kategori jabatan fungsional PPPK yang dibuka yakni guru, kesehatan dan teknis, dengan rincian alokasi formasi guru sebanyak 1.893 namun yang mendaftar hanya 944 orang, tenaga kesehatan yang dibuka sebanyak 261 lowongan tapi yang mendaftar 402 pelamar, sedangkan untuk tenaga teknis sebanyak 167 lowongan, yang daftar 486 pelamar,” ungkapnya.
Dengan data tersebut kata Alex, posisi yang paling banyak belum terisi ada pada alokasi formasi tenaga guru, yang dibuka sebagai 1.893 namun yang mendaftar hanya 944 sehingga posisi yang belum terisi sebanyak 949 alokasi formasi.
Sementara tenaga kesehatan dan tenaga teknis telah melewati jumlah Kuota yang disiapkan, dimana jumlah pelamar untuk tenaga kesehatan sebanyak 261 namun yang daftar melebihi kuota yakni 402.
“Untuk tenaga teknis juga sama, jabatan yang disiapkan sebanyak 167, namun yang mendalam 486 orang, sehingga dari data ini diketahui bahwa Jumat banyak tak terpenuhi.
“Sementara masih dalam proses verifikasi hingga tanggal 14 Oktober 2023,” pungkasnya.






