Launching Almanak Kesultanan Tidore, Jou Ou: Ini Warisan dan Identitas Kita

- Jurnalis

Sabtu, 30 September 2023 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sultan Tidore Jou Ou Husain Syah saat memberikan sambutan pada kegiatan launching Almanak Islamiyah Kesultanan Tidore dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1445 hijiriah. (Foto: Chulen)

Sultan Tidore Jou Ou Husain Syah saat memberikan sambutan pada kegiatan launching Almanak Islamiyah Kesultanan Tidore dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1445 hijiriah. (Foto: Chulen)

MARASAI.id, –  Almanak Islamiyah Kesultanan Tidore akhirnya dilaunching bersamaan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW 1445 hijriah, yang berlangsung di Sonyine Salaka Kadaton Kesultanan Tidore, Sabtu (30/9/2023).

Kalender 100 yang dikeluarkan oleh Kesultanan Tidore ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan dan memanfaatkan warisan ilmu falak yang sudah digunakan oleh Kesultanan Tidore ribuan tahun lalu.

Sultan Tidore Jou Ou Husain Syah menyebutkan ini merupakan upaya melestarikan dan memanfaatkan ilmu falakiyah yang sudah ada sejak dahulu kala.

“Ini merupakan suatu warisan intelektual yang sudah digunakan oleh para leluhur di Tidore, sehingga perlu dilestarikan dan merupakan identitas kita,” kata Jou Ou.

Menurutnya, ada beberapa hal yang hilang atau dilupakan oleh orang masa kini, terkait dengan penamaan hari dan istilah dalam penanggalan yang sudah ada sejak dulu di Kesultanan Tidore.

Baca Juga :  Sekertariat DPRD Malut Gelar Tarhib Ramadhan & Launching Radiator

“Hal kecil seperti nama hari, dahulu orang tidak mengenal Minggu tapi Ahad, kenapa disebut Ahad itu ada sebab dan sejarahnya, ini yang hilang dan kita berupaya untuk melesatkan kembali,” jelasnya.

Jou Ou menyebutkan, kalender ini bukan merupakan kalender tandingan ke pemerintah, melainkan memberikan kontribusi kepada khazanah pengetahuan dan kearifan budaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, Ketua Tim Penghitungan dan Penyusunan Kalender Islam 100 Tahun Kesultanan Tidore, Ishak Naser menyebutkan penyusunan kalender ini merujuk kepada naskah kuno Kesultanan Tidore yakni Al-Falaq Al-Qamariya.

“Ilmu yang kita gunakan dalam penentuan hari hari besar Islam juga merujuk kepada ajaran Islam yakni dengan metode hisab dan rukyat hilal, sehingga dengan adanya kalender ini menjadi rujukan bagi masyarakat,” kata Ishak.

Baca Juga :  Gencarkan Edukasi Pangan Sehat, Pemkab Sula Gelar Program B2SA Goes to School

Menurutnya, penyusunan kalender ini sudah dirancang sejak setahun lalu, yakni pada bulan Syawal tahun 1444 hijiriah, hingga launching kalender 100 tahun ini akan dimulai pada tahun ini yakni 1445 hijiriah.

“Tim bekerja selama 5 bulan lalu kita buat penelitian lagi berdasarkan naskah tua, tim yang bergabung disini juga berasal dari kementerian agama dan menggunakan teknologi mutahir untuk membuat kalender ini,” jelasnya.

Ishak menyebutkan, kalender ini sebenarnya sudah digunakan selama ribuan tahun oleh masyarakat Tidore dahulu kala, sehingga pada saat ini baru dibuat dalam bentuk kalender tertulis.

Berita Terkait

Pengukuhan Komunitas Kasih Alam Maluku Utara, Taufik: Ini Titik Awal Pengabdian Nyata untuk Lingkungan
80 Guru dan Penutur Jati Dilatih, Balai Bahasa Malut Perkuat Revitalisasi Bahasa Bacan dan Makian Luar di Halsel
Balai Bahasa Malut Gelar Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026
UNIBRAH–Disarpus Malut Kolaborasi, Empat Desa Lokasi KKN Terima Ratusan Buku Literasi
21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis
Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat
Tidore Utara Disiapkan Jadi DTW Baru, Disbudpar Kembangkan Wisata Bahari–Sejarah Rum dan Rum Balibunga, Butuh Rp41 Miliar
Cetak 80 Pengajar Utama, Balai Bahasa Malut Genjot Revitalisasi Bahasa Sawai di Halmahera Tengah
Berita ini 205 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:17 WIB

Pengukuhan Komunitas Kasih Alam Maluku Utara, Taufik: Ini Titik Awal Pengabdian Nyata untuk Lingkungan

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:00 WIB

80 Guru dan Penutur Jati Dilatih, Balai Bahasa Malut Perkuat Revitalisasi Bahasa Bacan dan Makian Luar di Halsel

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:32 WIB

Balai Bahasa Malut Gelar Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:45 WIB

UNIBRAH–Disarpus Malut Kolaborasi, Empat Desa Lokasi KKN Terima Ratusan Buku Literasi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:48 WIB

21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis

Jumat, 6 Februari 2026 - 02:18 WIB

Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:56 WIB

Tidore Utara Disiapkan Jadi DTW Baru, Disbudpar Kembangkan Wisata Bahari–Sejarah Rum dan Rum Balibunga, Butuh Rp41 Miliar

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:17 WIB

Cetak 80 Pengajar Utama, Balai Bahasa Malut Genjot Revitalisasi Bahasa Sawai di Halmahera Tengah

Berita Terbaru