SANANA – Event Festival Tanjung Waka (FTW) yang menjadi salah satu agenda wajib Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula dalam waktu dekat akan kembali diselenggarakan. Kali ini Pemkab Sula berupaya mempersiapkan konsep yang berbeda.
Sekretaris Daerah, Muhlis Soamole menegaskan keterlibatan perangkat kecamatan dan desa sangat diperlukan untuk membuat FTW menjadi lebih besar, hal ini disampaikan saat diwawancarai awak media usai rapat bersama Camat dan Kepala Desa di Istana Daerah, Desa Fagudu, Senin, (11/9/2023).
“Jadi, rapat ini, tong (kami) rapat bersama Kepala Desa dan Camat terkait dengan dukungan peralatan FTW 2023. Karena tadi malam dari panitia pelaksana FTW 2023 itu telah menggelar rapat,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Sula, Muhlis Soamole saat di wawancarai awak media.
“Jadi, kita bersepakat bahwa mulai hari ini tahapan untuk peralatan FTW itu sudah di laksanakan, terhitung mulai hari ini,” imbuhnya.
Muhlis menambahkan, waktu FTW yang kurang lebih satu bulan ini, Pemda berinisiatif melaksanakan kegiatan yang sungguh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
“Paling tidak, waktu yang kurang lebih 1 bulan untuk FTW tahun ini, ada bedanya sedikit, mungkin terkait dengan desain di arena Tanjung Waka sendiri maupun berbagai komponen yang terlibat nanti,” ujarnya.
Terkait sejumlah kekurangan pada FTW tahun 2022, Pemda menjadikan hal itu sebagai catatan yang nantinya akan diperbaiki.
“Jadi, sebagaimana hasil kesepakatan rapat bersama panitia pelaksanaan dan IO, jadi kekurangan-kekurangan tahun kemarin itu menjadi catatan untuk kita perbaiki di tahun ini,” katanya.
Ia berharap, Camat beserta Kepala Desa sekepulauan Sula dapat memberi dukungan baik secara materil maupun moril.
“Karena ini melibatkan pemangku kepentingan yang ada, paling tidak untuk para kades juga, dari panitia pelaksaan sendiri butuh dukungan tentunya dari Desa-desa,” pintanya.
Perahu semang yang dibutuhkan pada FTW nanti, kurang lebih 80 buah perahu, untuk digunakan sebagai bahan atraksi kearifan lokal.
“Karena itu, yang atraksi kearifan lokal masyarakat sula dalam hal tangkapan ikan nelayan, mau tak mau yang di tunjukan itu parahu semang untuk atraksi nanti. Jadi kurang lebih 80 perahu semang, tentunya melibatkan seluruh Desa-desa,” pungkasnya.
Reporter: Am Teapon






