Percepat Penyerapan APBD, Pemprov Gelar Rakor Monitoring dan Fasilitasi

- Jurnalis

Rabu, 6 September 2023 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Malut, Sri Haryati Hatari.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Malut, Sri Haryati Hatari.

TERNATE, – Lambannya penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023 dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi, sehingga pemerintah harus dapat membelanjakan APBD secara cepat dan tepat guna sesuai.

Untuk itu, pemerintah daerah Provinsi Maluku Utara melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), khususnya Bidang Anggaran yang telah memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan Rapat Koordinasi Monitoring dan Fasilitasi Percepatan Penyerapan Anggaran APBD, yang berlangsung di Royal Resto Ternate, Rabu (6/9/2023).

Mewakili Gubernur Abdu Ghani Kasuba, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Malut, Sri Haryati Hatari saat membaca sambutan gubernur menyebutkan, rakor ini merupakan agenda rutin untuk mengevaluasi kinerja dan mengetahui sejauh mana progres penyerapan Anggaran baik di Provinsi maupun di Kabupaten Kota sampai dengan Triwulan III ini.

“Rapat Koordinasi dan Monitoring Fasilitasi Percepatan Penyerapan anggaran ini akan memberikan gambaran kepada kita, tentang informasi penyusunan anggaran, pelaksanaan, kendala dan hambatan dalam pelaksanaan penyerapan anggaran di masing-masing daerah,” ungkapnya.

Oleh karena itu kata Sri, hendaknya rapat Koordinasi dan Monitoring ini dijadikan momentum untuk saling koordinasi, saling menguatkan dalam penyelsaian masalah dan hambatan percepatan realisasi penyerapan anggaran, baik antar daerah maupun antar OPD.

Baca Juga :  Pj Sekda Beri Wajengan pada Peserta Lulus PPPK Tahap I

“Koordinasi antar Instansi dan antar daerah sangat dibutuhkan dalam melaksanakan Anggaran dan Pendapatan Belanja di daerah. Pengalokasian Anggaran harus dilaksanakan secara efektif, agar bisa menggerakkan roda Perekonomian daerah dan mendatangkan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, ” ungkapnya.

Belanja daerah dan harmonisasi kebijakan Fiskal perlu memperhatikan pula penerimaan daerah. Peningkatan Pendapatan asli Daerah dengan tetap menjaga beban masyarakat dan iklim usaha. demikian juga pemanfaatan transfer ke daerah untuk vertikal Imbalance, Horizontal Imbalance serta Akselerasi dan Afirmasi Pembangunan , perlu diperhatikan sinergi pembiayaan dan pendanaan.

Peningkatan kapasitas daerah dalam belanja harus fokus pada kebutuhan prioritas dan sifatnya produktif. Efisiensi melalui penggunaan standar harga dan analisis biaya menjadi perhatian bersama. Disisi lain peningkatan kualitas dan kapasitas pegawai pengelola keuangan daerah harus terus mendapat perhatian.

“Demikian juga dengan penguatan pengawasan internal pemerintah daerah, serta harmonisasi kebijakan fiskal pemerintah pusat dan daerah,” tegas Sri.

Baca Juga :  Gandeng Media Lakukan Sosialisasi, Bawaslu Malut Teken MoU dengan RRI Ternate

Berdasarkan data, Realisasi Pendapatan APBD Provinsi Maluku Utara per 31 Agustus, masih rendah yakni sebesar 42,30 persen, Kabupaten Taliabu 34,72 persen, Kabapten Halmahera Selatan 35,21 persen, dan Kabupaten Halmahera Barat 35,93 persen, Halmahera Tengah 36,05 persen , Halmahera Timur 36,30 persen, Halmahera Utara 36,38 persen, Kota Ternate 39,76 persen, Kota Tidore Kepulauan 42,63 persen,

Sementara Realisasi Belanja Anggaran APBD 2023 hingga 31 Agustus 2023, masuk presentasi belanja terkecil, yaitu Provinsi Maluku Utara sebesar 34,19 persen, Kabupaten Halmahera Tengah 27,65 persen, Kota tidore Kepulauan 40,85 persen dan Kota ternate 42,17 persen.

“Melihat dari trend perkembangan realisasi penyerapan Pendapatan dan Anggaran yang masih termasuk sangat kecil, maka diharapkan kepada semua pemangku kepentingan di daerah Provinsi, Kabupaten dan kota se Maluku Urtara, agar lebih serius bekerja, mensupport percepatan pencairan anggaran OPD, memfasilitasi sejak dini kemungkinan permasalahan yang akan dihadapi dalam realisasi penyerapan anggaran, dan berperan aktif koordinasi dan monitoring serta melakukan langkah-langkah strategis percepatan penyerapan anggaran APBD di Maluku Utara,” tegasnya.

Berita Terkait

Balai Bahasa Malut Olah Data Bahasa Daerah, Libatkan 40 Mahasiswa Unkhair Ternate
Wagub Malut Soroti Kinerja Penurunan Stunting, Baru 2 Desa Berkategori Baik di Dua Kabupaten
Susun RAD SDGs 2026–2030, Pemprov Malut Tekankan Pemerataan Pembangunan Wilayah Kepulauan
Wagub Sarbin Sehe Dorong Pembinaan Atlet Muda Malut Menuju PON 2028
Damkar Malut Bagikan 600 Masker di Sofifi, Lindungi Warga dari Kabut Asap Karhutla
Gubernur Malut Serahkan Bantuan RTLH kepada Warga Kelurahan Tongole
Wagub Sarbin Sehe Dorong Ekosistem Halal, UMKM Malut Disiapkan Tembus Pasar Nasional
Maluku Utara Jadi Tuan Rumah Hakordia 2026 Regional Timur, Wagub Siapkan Gerakan Antikorupsi
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Balai Bahasa Malut Olah Data Bahasa Daerah, Libatkan 40 Mahasiswa Unkhair Ternate

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Wagub Malut Soroti Kinerja Penurunan Stunting, Baru 2 Desa Berkategori Baik di Dua Kabupaten

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Susun RAD SDGs 2026–2030, Pemprov Malut Tekankan Pemerataan Pembangunan Wilayah Kepulauan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Wagub Sarbin Sehe Dorong Pembinaan Atlet Muda Malut Menuju PON 2028

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Damkar Malut Bagikan 600 Masker di Sofifi, Lindungi Warga dari Kabut Asap Karhutla

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Gubernur Malut Serahkan Bantuan RTLH kepada Warga Kelurahan Tongole

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Wagub Sarbin Sehe Dorong Ekosistem Halal, UMKM Malut Disiapkan Tembus Pasar Nasional

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Maluku Utara Jadi Tuan Rumah Hakordia 2026 Regional Timur, Wagub Siapkan Gerakan Antikorupsi

Berita Terbaru