Perkuat Nilai Budaya, MRF Maba Tengah Buat Diskusi Publik

- Jurnalis

Kamis, 31 Agustus 2023 - 03:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana diskusi publik dalam rangka HUT RI.

Suasana diskusi publik dalam rangka HUT RI.

HALTIM, – Masih dalam suasana HUT Proklamasi Kemerdekaan RI, Madrasah Rausyan Fikir (MRF) Maba Tengah menggelar kegiatan diskusi publik. Bertempat di Desa Babasaram Kecamatan Maba Tengah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim). Rabu (30/8/2023).

Diskusi publik MRF ini membedah tema “Warisan Budaya dan Inspirasi Kemerdekaan”, yang berlangsung antusias dihadiri puluhan masyarakat setempat dengan tiga narasumber, yakni Kabawi Mistis Waldi Musa dan Rusmin Hasan. Serta Julfian Hi Usman sebagai pembanding.

Koordinator MRF Maba Tengah Sulfan Kiye menuturkan, bahwa MRF adalah komunitas atau rumah baca yang dipelopori oleh salah satu toko pemuda di Desa Babasaram bernama Darwis Dogu. Kurang lebih 3 tahun sudah berdiri.

“Diskusi publik dengan tema yang diusung tentang warisan kebudayaan, inspirasi kemerdekaan ini terlaksana atas kolaborasi antara MRF dengan pemerintah desa dan pemuda-pemudi setempat,” ujar Sulfan kepada wartawan media ini.

Baca Juga :  BWA Salurkan 40 Ribu Mushaf Al-Qur’an di Maluku Utara

Menurut Sulfan, Kabupaten Haltim ini dapat dikatakan sudah begitu jauh dari nilai-nilai kebudayaan dan nilai agama, sebab dunia digital yang mendominasi kehidupan remaja membuat remaja lupa posisinya sebagai manusia, dan makhluk sosial yang akan berinteraksi dengan manusia lain disekitarnya.

“Manusia bukan benda bergerak di layar Handphone yang tidak punya hati nurani. Perihal ini harus diberikan pemahaman kepada remaja di Kabupaten Halmahera Timur,” ucap Sulfan.

Sulfan menjelaskan, untuk atasi perolahan ini maka pembinaan Islam dan penanaman nilai-nilak kebudayaan yang intensif kepada masyarakat Haltim khususnya di Kecamatan Maba Tengah akan dapat bersikap dan memperlakukan orang lain sesuai dengan tuntunan syariat Islam dan budaya.

“Masyarakat Halmahera Timur utamanya kaum muda, harus paham dan amalkan adab kepada orang tua, guru, sebaya, dan yang lebih muda dari dia,” tegas Sulfan.

Baca Juga :  Jelang HUT RI, OPD Pemprov Bersihkan Ibukota Sofifi

Sulfan menyebutkan, karena Kabupaten Haltim dikenal dengan nilai humaniora yang sangat luar biasa, yaitu Ngaku re rasai Budi Re Bahasa sopan re hormat akal re wulo kimtait faref moi. Nilai-nilai ini yang mestinya dijaga oleh generasi anak cucu di Kabupaten Haltim.

Sulfan bilang meski diskusi ini pertama yg diselenggarakan oleh rumah baca MRF, dan tidak akan berhenti sampai disini. Kegiatan semacam ini akan terus MRF buat dilain waktu, mengingat Haltim saat ini mengalami krisis kebudayaan

“Jangan sampai nilai-nilai kebudayaan kita akan ditenggelamkan seiring berjalannya waktu. Oleh karena itulah MRF hadir atas kerisauan berbagai macam bentuk problem kebudayaan yang terjadi di seluruh wilayah kabupaten Halmahera Timur,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pengukuhan Komunitas Kasih Alam Maluku Utara, Taufik: Ini Titik Awal Pengabdian Nyata untuk Lingkungan
80 Guru dan Penutur Jati Dilatih, Balai Bahasa Malut Perkuat Revitalisasi Bahasa Bacan dan Makian Luar di Halsel
Balai Bahasa Malut Gelar Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026
UNIBRAH–Disarpus Malut Kolaborasi, Empat Desa Lokasi KKN Terima Ratusan Buku Literasi
21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis
Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat
Tidore Utara Disiapkan Jadi DTW Baru, Disbudpar Kembangkan Wisata Bahari–Sejarah Rum dan Rum Balibunga, Butuh Rp41 Miliar
Cetak 80 Pengajar Utama, Balai Bahasa Malut Genjot Revitalisasi Bahasa Sawai di Halmahera Tengah
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:17 WIB

Pengukuhan Komunitas Kasih Alam Maluku Utara, Taufik: Ini Titik Awal Pengabdian Nyata untuk Lingkungan

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:00 WIB

80 Guru dan Penutur Jati Dilatih, Balai Bahasa Malut Perkuat Revitalisasi Bahasa Bacan dan Makian Luar di Halsel

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:32 WIB

Balai Bahasa Malut Gelar Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:45 WIB

UNIBRAH–Disarpus Malut Kolaborasi, Empat Desa Lokasi KKN Terima Ratusan Buku Literasi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:48 WIB

21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis

Jumat, 6 Februari 2026 - 02:18 WIB

Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:56 WIB

Tidore Utara Disiapkan Jadi DTW Baru, Disbudpar Kembangkan Wisata Bahari–Sejarah Rum dan Rum Balibunga, Butuh Rp41 Miliar

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:17 WIB

Cetak 80 Pengajar Utama, Balai Bahasa Malut Genjot Revitalisasi Bahasa Sawai di Halmahera Tengah

Berita Terbaru