Moti Basuara 1322, Aka: Kita Sering Lupa Berterimakasih pada Para Sultan

- Jurnalis

Minggu, 13 Agustus 2023 - 03:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Abubakar Abdullah saat menjadi narasumber pada acara Moti Bersuara 1322.

Abubakar Abdullah saat menjadi narasumber pada acara Moti Bersuara 1322.

MOTI, – Menjadi tempat konfederasi 4 kesulitan Kie Raha ratusan tahun silam tak membuat Pulau Moti menjadi begitu maju hari ini, Moti justru terlihat kontras jika dibandingkan dengan Kota Ternate yang kian maju.

Hal ini membuat komunitas OTI Productions menggelar kegiatan Moti Bersuara 1322, yang berlangsung di gedung serbaguna Moti Kota,  Sabtu (12/8/2023).

Turut hadir dalam kegiatan itu Abubakar Abdullah, yang tampil sebagai narasumber pada Diskusi Moti Basuara 1322, bersama Sultan Tidore Husen syah, anggota DPRD Provinsi, Sofyan Daud, Habib Zaki, akademisi Herman Usama dan A. Malik Ibrahim.

Baca Juga :  Ketulusan Para Guru

Dihadapan ratusan peserta, Abubakar yang biasa disapa Aka ini dalam paparannya mengapresiasi OTI production, menurutnya apa yang dilakukan ini adalah cara generasi hari ini untuk berterimakasih kepada para kolano atau para sultan yang 701 tahun silam telah meletakkan spirit melalui konfederasi Moti Vorbon.

“Kita ini memang dilanda penyakit lupa, sengaja melupakan peristiwa-peristiwa besar itu, saya melihat ada orang tidak terlalu jujur membacara sejarah dan lupa berterimakasih pada para sultan,” ungkap Aka.

Baca Juga :  Menteri Koperasi, Wamen Desa, dan Gubernur Sepakat Percepat Penguatan KDMP di Malut

Menurutnya, indikator sederhana saja dengan melihat bagaimana kondisi masyarakat yang jumlahnya kurang lebih 6000 orang yang mendiami Pulau Moti dilayani kebutuhan dasarnya atau tidak.

“Jika kuliatas pendidikan, pelayanan kesehatan dan ekonomi masyarakat belum dapat dijaminkan, itu artinya kita belum bisa berterimakasi kepada para leluhur kita, para kolano kita,” jelasnya.

Aka juga menambahkan, PulauMoti kedepan harus menjadi destinasi sejarah Kota Ternate khususnya dan Maluku Utara pada umumnya.

Berita Terkait

Pengukuhan Komunitas Kasih Alam Maluku Utara, Taufik: Ini Titik Awal Pengabdian Nyata untuk Lingkungan
80 Guru dan Penutur Jati Dilatih, Balai Bahasa Malut Perkuat Revitalisasi Bahasa Bacan dan Makian Luar di Halsel
Balai Bahasa Malut Gelar Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026
UNIBRAH–Disarpus Malut Kolaborasi, Empat Desa Lokasi KKN Terima Ratusan Buku Literasi
21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis
Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat
Tidore Utara Disiapkan Jadi DTW Baru, Disbudpar Kembangkan Wisata Bahari–Sejarah Rum dan Rum Balibunga, Butuh Rp41 Miliar
Cetak 80 Pengajar Utama, Balai Bahasa Malut Genjot Revitalisasi Bahasa Sawai di Halmahera Tengah
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:17 WIB

Pengukuhan Komunitas Kasih Alam Maluku Utara, Taufik: Ini Titik Awal Pengabdian Nyata untuk Lingkungan

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:00 WIB

80 Guru dan Penutur Jati Dilatih, Balai Bahasa Malut Perkuat Revitalisasi Bahasa Bacan dan Makian Luar di Halsel

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:32 WIB

Balai Bahasa Malut Gelar Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:45 WIB

UNIBRAH–Disarpus Malut Kolaborasi, Empat Desa Lokasi KKN Terima Ratusan Buku Literasi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:48 WIB

21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis

Jumat, 6 Februari 2026 - 02:18 WIB

Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:56 WIB

Tidore Utara Disiapkan Jadi DTW Baru, Disbudpar Kembangkan Wisata Bahari–Sejarah Rum dan Rum Balibunga, Butuh Rp41 Miliar

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:17 WIB

Cetak 80 Pengajar Utama, Balai Bahasa Malut Genjot Revitalisasi Bahasa Sawai di Halmahera Tengah

Berita Terbaru