SOFIFI,- Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengelar Gerakan Pangan Murah (GPM), yang diselenggarakan oleh Dinas Pangan bersama Badan Pangan Nasional secara serentak di seluruh Indonesia, dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan, jelang H-3 Idul Adha, Senin (26/6/2023).
Gubernur KH. Abdul Gani Kasuba yang dipilih menyampaikan sambutan untuk mewakili gubernur wilayah Indonesia Timur, bahwa kesediaan bahan pangan di Maluku Utara (Malut) masih dapat dikendalikan.
“Jelang Idul Adha 1444 Hijriah Insyallah Maluku Utara masih aman kesediaan pangan,” ujar Gubernur di forum nasional yang juga diikuti oleh Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian dan Menteri Perdangangan Zulkifli Hasan serta para gubernur dan bupati se-Indonesia via daring.
Meski terkendali, Gubernur juga mengakui bahwa inflasi di Malut juga diatas rata-rata nasional yaitu 5,96 persen (yoy) pada Mei 2023 dan menjadi perhatian.
Menurutnya, sumbangsih inflasi berada pada transportasi dan dampak cuaca buruk yang mengakibatkan nelayan khawatir untuk melaut.
“Cuaca ekstrem yang terjadi di Maluku Utara sehingga para nelayan terhenti untuk melakukan kegiatan di laut, sehingga itu menjadikan kita sedikit naik inflasinya,” ungkapnya.
Selain harga ikan yang mengalami kenaikan, sejumlah bahan pokok juga alami inflasi seperti bawang merah dan cabe.
Turut hadir secara daring Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, Kepala Bulog Budi Waseso, perwakilan kementerian terkait.
Sementara yang hadir dalam acara Gerakan Pangan Murah yaitu Kepala BI Malut, Sekprov Samsuddin A Kadir, Kepala Cabang Bulog Ternate Zadrach Evert Pattiwael, Kadis Pangan Malut Dheni Tjan, Kadis Perindag Yudhitya Wahab, Karo Adpim Rahwan K Suamba, Karo Ekonomi Ansar Daaly, serta masyarakat.








