Jelang Idul Adha, Pemda Sula Gelar Pangan Murah

- Jurnalis

Senin, 26 Juni 2023 - 07:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kepulauan Sula, Siti Hawa Marasabessy. (dok. Kano)

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kepulauan Sula, Siti Hawa Marasabessy. (dok. Kano)

 

SANANA,- H-3 lebaran idul adha yang diperkirakan akan berlangsung pada tanggal 29 Juni 2023 mendatang, Pemerintah Daerah Kepulauan Sula, melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang di selenggarakan oleh Badan Pangan Nasional secara serentak, dalam rangka upaya pengendalian harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Senin, (26/6/2023).

Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adeningsi Mus melalui Wakil Bupati, M. Saleh Marasabessy dalam sambutannya menyebutkan, Gerakan Pangan Murah pada hari ini dilaksanakan oleh Badan Pangan Nasional secara serentak di 290 titik lokasi (minimal) dengan rincian dilaksanakan oleh 34 Dinas yang menangani urusan Pangan Provinsi dan 256 Dinas yang menangani urusan pangan Kabupaten/Kota, termasuk Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Sula.

“Gerakan Pangan Murah serentak pada hari ini sedikit berbeda dengan yang telah dilaksanakan sebelumnya, yaitu melibatkan stakeholder pangan dalam hal ini hadir BULOG yang merupakan mitra Badan Pangan Nasional, pengusaha, petani yang langsung menjual bahan pangannya. Hal ini merupakan upaya pemerintah untuk bagaimana menurunkan inflasi dari pusat sampai ke daerah, ” ungkapnya.

Dia erharap, bahwa upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan semacam ini terus dilaksanakan, bukan saja menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional, tetapi ketika ada gejolak harga perlu dilaksanakan.

Baca Juga :  Progres Kesiapan FTW Capai 80 Persen

“Saya ucapkan terima kasih kepada BULOG Divre Ternate yang hadir pada hari ini, dan merupakan kali pertama BULOG datang langsung menjual. Kedepannya jangan hanya beras, harus ada juga minyak goreng, gula, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Saleh pun menghimpit kepada beberapa instansi terkait agar berinovasi untuk menekan angka inflasi di Kepulauan Sula.

“Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada pengusaha, petani yang turut berpartisipasi pada hari ini. Kepada OPD teknis terkait, yaitu Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, dan Dinas Koperindag agar selalu melakukan Inovasi untuk bagaimana menurunkan Inflasi di Kabupaten Kepulauan Sula,” pintanya.

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kepulauan Sula, Siti Hawa Marasabessy menyampaikan, dalam rangka menyambut hari Raya Idul Adha Tahun 2023, Badan Pangan Nasional dan Pemerintah Daerah giat melaksanakan Gerakan Pangan Murah yang melibatkan Bulog Ternate, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, dan Dinas Perindagkop Kabupaten Kepulauan Sula.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten juga ikut dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah ini, dan ini diperuntukkan dalam rangka hari besar keagamaan, yaitu hari Raya Idul Adha,” ujarnya ketika diwawancarai awak media.

Baca Juga :  Rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Polsek Ibu Gelar Bakti Sosial di Masjid Al-Ikhlas

Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan merupakan bagian daripada mensubsidi bahan-bahan kebutuhan pokok dengan harga murah atau dijual sesuai harga Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Jadi, kita hanya memfasilitasi kegiatan dengan harga yang murah, seperti pihak BULOG datang menjual di sini dengan harga HET, kemudian ada juga dari Dinas Pertanian juga menjual satu-satunya dengan harga yang murah, ada juga pihak pengusaha maupun pihak-pihak lainnya,” pungkasnya.

Sekedar informasi, kegiatan yang dipusatkan di Benteng De Verwacthing Desa Mangon, Kecamatan Sanana tersebut, dihadiri oleh sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemda Sula, pihak BULOG Ternate, dan para pengusaha di Kepulauan Sula.

Adapun rincian harga yang ditetapkan dalam Gerakan Pangan Murah, sebagai berikut:

1. Beras PSHP, harga pasar Rp. 14.000/kg, dijual dengan harga 10.250.00.

2. Telur, harga pasar Rp. 68.000-75.000/rak, dijual Rp. 50.000.

3. Gula pasir, harga pasar Rp. 19.000, dijual dengan harga Rp. 14.000.

4. Cabe kriting, harga Rp. 90.000, dijual dengan harga Rp. 65.000.

5. Tomat, harga pasar 25.000, dijual dengan harga Rp. 20.000.

 

Reporter: Am Teapon

Berita Terkait

Sekprov Malut Lantik Pejabat Baru, Gubernur Minta Birokrasi Hadirkan Solusi dan Percepat Inovasi
Balai Bahasa Maluku Utara Internalisasikan Budaya Kerja Berbasis Kinerja melalui Inovasi SIDAK
Pemprov Malut Siapkan Kontrak Payung Event Daerah, Sekda Targetkan Standarisasi Anggaran Lebih Efisien
Pemprov Malut Percepat Program Listrik Desa, Sekprov Koordinasikan Penyelesaian Kendala di 43 Titik
Dua Putra-Putri Terbaik Maluku Utara Wakili Daerah di Paskibraka Nasional 2026
Pemprov Malut Serahkan Ambulans untuk RSI PKU Muhammadiyah, Wagub Dorong Penguatan Layanan Kesehatan
Maluku Utara Susun Kajian Risiko Bencana 2026–2029, Gubernur Tekankan Data Akurat dan Kesiapsiagaan
Ekonomi Malut Tumbuh Pesat, Sekprov Ingatkan Tantangan Terbesar Masih pada IPM
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:20 WIB

Sekprov Malut Lantik Pejabat Baru, Gubernur Minta Birokrasi Hadirkan Solusi dan Percepat Inovasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:07 WIB

Balai Bahasa Maluku Utara Internalisasikan Budaya Kerja Berbasis Kinerja melalui Inovasi SIDAK

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:56 WIB

Pemprov Malut Siapkan Kontrak Payung Event Daerah, Sekda Targetkan Standarisasi Anggaran Lebih Efisien

Senin, 13 Juli 2026 - 23:38 WIB

Pemprov Malut Percepat Program Listrik Desa, Sekprov Koordinasikan Penyelesaian Kendala di 43 Titik

Senin, 13 Juli 2026 - 19:27 WIB

Dua Putra-Putri Terbaik Maluku Utara Wakili Daerah di Paskibraka Nasional 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:05 WIB

Pemprov Malut Serahkan Ambulans untuk RSI PKU Muhammadiyah, Wagub Dorong Penguatan Layanan Kesehatan

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:54 WIB

Maluku Utara Susun Kajian Risiko Bencana 2026–2029, Gubernur Tekankan Data Akurat dan Kesiapsiagaan

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:57 WIB

Ekonomi Malut Tumbuh Pesat, Sekprov Ingatkan Tantangan Terbesar Masih pada IPM

Berita Terbaru