Ternate — Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara melaksanakan pemantauan distribusi Buku Pengayaan Pendukung Gerakan Literasi Nasional (GLN) Tahun Anggaran 2026 di SD Negeri 52 dan SD Negeri 53 Kota Ternate, Rabu (30/9/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk melihat secara langsung keberadaan dan kondisi buku pengayaan yang telah disalurkan kepada satuan pendidikan sekaligus memastikan pemanfaatannya bagi peserta didik.
Pemantauan dilakukan oleh Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Hidayat Widiyanto, S.S., M.Pd., bersama Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, Nukman, S.S., M.Hum., Kepala Subbagian Umum Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, Nurul Istiqamallah, S.H., M.H., beserta tim.
Rombongan mengunjungi langsung SD Negeri 52 dan SD Negeri 53 Kota Ternate untuk melihat distribusi buku pengayaan pendukung GLN Tahun Anggaran 2026. Selain meninjau keberadaan buku, tim juga berdialog dengan pihak sekolah mengenai penerimaan dan pemanfaatan bahan bacaan di lingkungan satuan pendidikan.
Kepala SD Negeri 52 dan Kepala SD Negeri 53 Kota Ternate menyambut baik kegiatan tersebut. Pihak sekolah mengapresiasi perhatian dan dukungan Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara terhadap penguatan budaya literasi melalui penyediaan bahan bacaan bagi peserta didik.
Dorong Pemanfaatan Buku secara Optimal
Buku pengayaan pendukung GLN memiliki peran dalam memperluas akses peserta didik terhadap bahan bacaan yang beragam. Ketersediaan buku di sekolah diharapkan dapat memberikan ruang bagi peserta didik untuk membaca, memperoleh pengetahuan, mengembangkan imajinasi, serta meningkatkan kemampuan literasi.
Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Hidayat Widiyanto, S.S., M.Pd., menekankan bahwa distribusi buku perlu diikuti dengan pemanfaatan secara optimal oleh satuan pendidikan. Buku yang telah diterima diharapkan tidak hanya tersimpan di sekolah, tetapi digunakan dalam berbagai aktivitas literasi dan pembelajaran sehingga memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.
Pemantauan lapangan juga menjadi bagian dari upaya memperoleh gambaran secara langsung mengenai kondisi buku yang telah didistribusikan, penerimaannya di sekolah, serta pemanfaatannya dalam mendukung kegiatan literasi.
Perkuat Ekosistem Literasi di Sekolah
Melalui kegiatan tersebut, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara terus mendorong penguatan ekosistem literasi di satuan pendidikan.
Sinergi antara pemerintah, sekolah, guru, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting untuk memastikan bahan bacaan yang telah disediakan dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan demikian, buku tidak sekadar tersedia di sekolah, tetapi benar-benar hadir dalam aktivitas membaca dan pembelajaran untuk menumbuhkan budaya membaca serta kecintaan peserta didik terhadap buku.






