SANANA – Seorang warga Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, berinisial HL alias Hasim, meninggal dunia setelah diterkam seekor ular piton saat dalam perjalanan dari Desa Pelita Jaya menuju Desa Waisakai, Senin (27/7/2026) dini hari.
Peristiwa tragis tersebut dibenarkan oleh salah satu anggota keluarga korban, Wahyu Umasugi, saat dikonfirmasi pada Senin malam.
Wahyu menjelaskan, korban berangkat seorang diri dari Desa Pelita Jaya menuju Desa Waisakai sekitar pukul 03.00 WIT. Sekitar satu jam kemudian, tiga pemuda asal Desa Waisakai yang juga melintasi jalur yang sama berangkat menyusul.
Di tengah perjalanan, ketiga pemuda tersebut menemukan sebuah senter, tas, dan sepasang sandal yang diduga milik korban. Selain itu, mereka juga melihat bercak darah di lokasi.
“Di tengah perjalanan ditemukan satu buah senter, tas, dan sepasang sandal yang diduga milik korban. Bahkan di lokasi itu terdapat bercak darah,” ujar Wahyu.
Merasa curiga karena korban tidak ditemukan di sekitar lokasi, ketiga pemuda tersebut segera kembali meminta bantuan warga Desa Waisakai dan Desa Pelita Jaya untuk melakukan pencarian.
Saat menyisir lokasi, warga menemukan seekor ular piton dengan kondisi perut membesar.
“Warga kemudian curiga korban berada di dalam perut ular tersebut,” katanya.
Warga selanjutnya membunuh ular piton itu dengan cara disembelih. Setelah perut ular dibelah, jasad korban ditemukan di dalamnya dan langsung dievakuasi oleh warga bersama keluarga untuk selanjutnya disemayamkan.
Peristiwa ini menggegerkan warga setempat dan menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan hutan, terutama pada malam hingga dini hari yang merupakan waktu aktif satwa liar.






