Flinders University dan KKP Gandeng Pemkot Tidore Lestarikan Warisan Budaya Bawah Air

- Jurnalis

Rabu, 9 Juli 2025 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan bersama peserta lokakarya yang dilaksanakan oleh Flinders University Australia bekerja sama dengan KKP RI.

Foto bersama Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan bersama peserta lokakarya yang dilaksanakan oleh Flinders University Australia bekerja sama dengan KKP RI.

TIDORE – Upaya pelestarian warisan budaya bawah air di Kota Tidore Kepulauan terus mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Kali ini, Flinders University Australia bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Pemerintah Kota Tidore menggelar lokakarya bertajuk “Meninjau Kembali Situs Kapal Tenggelam yang Pernah Diangkat dan Dijarah di Indonesia dalam Kerangka Pengembangan Terintegrasi untuk Menjaga Warisan Budaya Bawah Air.”

Lokakarya yang dipusatkan di Aula Sultan Nuku Kantor Wali Kota Tidore pada Rabu (9/7/2025) itu dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman.

Dalam sambutannya, Ahmad Laiman menegaskan bahwa Tidore memiliki sejarah penting yang dibuktikan lewat berbagai peninggalan historis dan arkeologis, baik di darat maupun di bawah laut.

“Ekowisata situs kapal tenggelam bisa dikembangkan sebagai wisata sejarah maritim dan arkeologi bawah air yang bertanggung jawab, memperhatikan pelestarian lingkungan perairan dan budaya setempat, serta memberi manfaat ekonomi,” ujarnya.

Baca Juga :  Ribuan Warga Sambut Kedatangan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sula

Namun, ia mengakui bahwa wisata selam bawah air di Tidore belum menjadi daya tarik utama karena masih minim informasi terkait lokasi-lokasi potensial.

“Kurangnya pengetahuan tentang keberadaan situs-situs kapal karam membuat potensi besar ini belum tergarap maksimal untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan peningkatan ekonomi daerah,” tambah Ahmad.

Ia menekankan pentingnya Tidore dalam konteks sejarah dunia, termasuk perannya di Jalur Sutra, Jalur Rempah Maritim, dan peristiwa The First Circumnavigation of the Earth. Ia berharap lokakarya ini dapat membuka wawasan dan mendorong pelestarian warisan budaya bawah air di daerah.

Sementara itu, perwakilan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara, Irwansyah, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan upaya pelestarian cagar budaya bawah air sejak 2016. Tahun ini, bersama Flinders University dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXI, akan dilakukan ekskavasi di situs Soasio.

“Salah satu fokus utama adalah indikasi adanya bangkai kapal kayu di Soasio. Kami juga telah menetapkan empat situs sebagai cagar budaya, yakni Soasio, Tongowai, serta dua temuan meriam, yaitu Meriam Taparos dan Meriam hasil pengangkatan 2021,” jelasnya.

Baca Juga :  Rumah Kades Wailoba Diduga Dibakar OTK, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran

Profesor Martin Polkinghorne dari Flinders University dalam pemaparannya menuturkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari Linkage Project Reuniting Orphaned Cargoes — kolaborasi antara Flinders University dan KKP untuk menilai ulang pentingnya situs-situs kapal karam di Indonesia yang pernah dijarah atau diangkat secara komersial.

“Australia memiliki ribuan artefak asal Indonesia yang telah direpatriasi. Melalui proyek ini, kami ingin mengembangkan strategi pengelolaan warisan budaya bawah air yang terpadu dan berkelanjutan, dengan melibatkan semua pihak dalam kerangka lanskap budaya maritim,” ungkapnya.

Lokakarya ini menjadi langkah awal yang penting dalam memperkuat sinergi lintas negara dan lembaga untuk menjaga dan memanfaatkan potensi besar warisan budaya bawah laut di Tidore Kepulauan.

Berita Terkait

28 Pendaftar, 17 Lolos Administrasi: Seleksi KIP Malut Masuk Tahap Penilaian Potensi
Sempat Ditunda karena Pergantian Timsel, Rekrutmen Calon Anggota Komisi Informasi Malut 2025–2029 Kini Dibuka Kembali
Kabid Bina Marga PUPR Malut: Infrastruktur Jalan Penopang Daya Saing Daerah
Pemprov Segera Buka Seleksi KIP Malut, Berikut Jadwal dan Tahapannya
Wali Kota Muhammad Sinen Tegaskan Disiplin Harga Mati bagi ASN dan PPPK Tidore
PUPR Malut Tindak Lanjuti Pertemuan Gubernur dengan Kepala LKPP, Bahas Kontrak Payung dan Katalog Versi 6
Wawali Tidore Apresiasi Pelatihan Integritas dan Antikorupsi Dasar
Pemkot Tidore Apresiasi Desa Tadipi jadi Kampung Pramuka
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 November 2025 - 07:50 WIB

28 Pendaftar, 17 Lolos Administrasi: Seleksi KIP Malut Masuk Tahap Penilaian Potensi

Senin, 3 November 2025 - 07:09 WIB

Sempat Ditunda karena Pergantian Timsel, Rekrutmen Calon Anggota Komisi Informasi Malut 2025–2029 Kini Dibuka Kembali

Selasa, 21 Oktober 2025 - 08:12 WIB

Kabid Bina Marga PUPR Malut: Infrastruktur Jalan Penopang Daya Saing Daerah

Jumat, 10 Oktober 2025 - 03:41 WIB

Pemprov Segera Buka Seleksi KIP Malut, Berikut Jadwal dan Tahapannya

Senin, 6 Oktober 2025 - 17:27 WIB

Wali Kota Muhammad Sinen Tegaskan Disiplin Harga Mati bagi ASN dan PPPK Tidore

Rabu, 1 Oktober 2025 - 07:21 WIB

PUPR Malut Tindak Lanjuti Pertemuan Gubernur dengan Kepala LKPP, Bahas Kontrak Payung dan Katalog Versi 6

Senin, 29 September 2025 - 18:09 WIB

Wawali Tidore Apresiasi Pelatihan Integritas dan Antikorupsi Dasar

Minggu, 21 September 2025 - 09:02 WIB

Pemkot Tidore Apresiasi Desa Tadipi jadi Kampung Pramuka

Berita Terbaru