SOFIFI – Masjid Raya Shaful Khairaat, ikon kebanggaan masyarakat Maluku Utara, dipenuhi lantunan zikir dan doa pada Sabtu (1/8) malam. Zikir bersama dan doa kebangsaan bertema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” digelar sebagai ikhtiar spiritual untuk mendoakan kemajuan Maluku Utara sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Maluku Utara bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Maluku Utara dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Shaful Khairaat itu dihadiri ratusan jemaah yang memadati masjid untuk mengikuti zikir, doa bersama, dan muhasabah kebangsaan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, yang menyampaikan hikmah sekaligus mengajak masyarakat menjadikan zikir dan doa sebagai fondasi spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Mengawali tausiahnya, Sarbin Sehe menyampaikan apresiasi kepada Kanwil Kementerian Agama Maluku Utara, DKM Masjid Raya Shaful Khairaat, serta seluruh jemaah yang telah hadir mengikuti kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa zikir dan doa merupakan ikhtiar terbaik yang dapat dilakukan untuk memohon kebaikan bagi daerah dan bangsa.
“Manusia merupakan makhluk yang memiliki keterbatasan sehingga membutuhkan pertolongan dari Allah Swt.,” ujar Sarbin.
Menurutnya, di tengah dinamika kehidupan dan kompleksitas tantangan pembangunan, setiap usaha yang dilakukan manusia harus selalu disertai doa dan tawakal kepada Allah SWT.
“Zikir dan doa bersama memiliki makna yang sangat mendalam. Setiap ikhtiar yang kita lakukan pada akhirnya tetap bergantung pada pertolongan Allah Swt. Karena itu, kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya agar diberikan kekuatan, petunjuk, dan keberkahan,” katanya.
Pada akhir penyampaiannya, Wakil Gubernur mengajak seluruh jemaah memanfaatkan majelis yang penuh keberkahan tersebut dengan memperbanyak istigfar, zikir, dan doa demi keselamatan masyarakat serta kemajuan Maluku Utara.
“Mari kita bermunajat dengan penuh keikhlasan, memohon agar Allah Swt. senantiasa menjaga Maluku Utara, memberikan keselamatan kepada masyarakatnya, melimpahkan keberkahan atas setiap ikhtiar pembangunan, serta menjadikan daerah yang kita cintai ini sebagai negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tuturnya.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap zikir dan doa kebangsaan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menyambut bulan kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain memperkuat nilai-nilai spiritual, kegiatan ini juga diharapkan semakin menumbuhkan semangat persaudaraan, toleransi antarumat beragama, dan gotong royong sebagai modal utama dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.






