Ahmad Laiman: Efisiensi dan Perencanaan Jadi Kunci Hadapi Tekanan Anggaran Daerah

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE– Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan Non-ASN di lingkungan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Selasa 2 Juni 2026.

Apel tersebut menjadi momen perdana berkantor pasca libur Idul Adha 1447 Hijriah sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-23 Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan Hari Lahir Pancasila 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Halaman Kantor Wali Kota Tidore itu berlangsung khidmat, dengan penekanan pada refleksi usia pemerintahan daerah yang dinilai telah memasuki fase kedewasaan.

Dalam amanatnya, Ahmad Laiman menegaskan bahwa usia ke-23 Pemerintah Kota Tidore Kepulauan yang jatuh pada 31 Mei 2026 harus dimaknai sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ia menilai, kedewasaan organisasi harus sejalan dengan kedewasaan dalam tata kelola pemerintahan, khususnya dalam menghadapi dinamika nasional yang turut berdampak ke daerah.

“Situasi nasional yang berkembang saat ini turut memberikan dampak signifikan terhadap kondisi keuangan daerah, terutama bagi Kota Tidore Kepulauan yang masih memiliki keterbatasan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkot dan DPRD Tidore Sepakat Bangun Rumah Dinas, Tunjangan Perumahan Rp4,4 Miliar per Tahun Akan Dihapus

Ia menjelaskan, ketergantungan terhadap dana transfer pusat seperti Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU) masih cukup tinggi. Namun, alokasi yang diterima saat ini dinilai belum mampu menutup seluruh kebutuhan belanja daerah, terutama di luar pembayaran gaji dan tunjangan pegawai.

Menurutnya, sejumlah kegiatan pemerintahan yang masih berjalan saat ini hanya mengandalkan sisa atau kelebihan anggaran dari pos belanja tertentu. Karena itu, ia mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tidak sembarangan dalam mengusulkan anggaran baru, termasuk untuk perjalanan dinas dan operasional kantor.

“Penggunaan anggaran harus dilakukan secara bijak, dengan mengedepankan prinsip efisiensi dan prioritas. Setiap OPD perlu lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola keterbatasan yang ada,” tegasnya.

Ahmad Laiman juga mengingatkan potensi risiko keuangan daerah apabila pengelolaan anggaran tidak dilakukan secara hati-hati. Ia menilai, jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut dapat berdampak pada kemampuan pemerintah daerah dalam memenuhi kewajiban pembayaran gaji dan tunjangan pegawai di akhir tahun anggaran.

Untuk itu, ia mendorong agar setiap OPD segera melakukan langkah-langkah penyesuaian, termasuk pergeseran anggaran, dengan tetap mengikuti mekanisme yang berlaku.

Baca Juga :  Pemkot Tidore Gelar Workshop Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan pemerintah daerah dalam memenuhi berbagai kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik secara optimal.

“Kondisi saat ini memang tidak mudah. Untuk memenuhi kebutuhan saja sudah menjadi tantangan, apalagi untuk mencapai surplus. Ini menjadi keprihatinan bersama,” katanya.

Meski demikian, Ahmad Laiman tetap mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk tetap optimistis. Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang, penguatan kinerja, serta penyajian data yang akurat sebagai upaya meyakinkan pemerintah pusat dalam meningkatkan dukungan anggaran ke daerah.

“Melalui perencanaan yang baik dan kinerja yang terukur, kita bisa menunjukkan bahwa daerah mampu mengelola anggaran secara efektif. Ini menjadi kunci agar dukungan dari pemerintah pusat dapat terus mengalir,” ujarnya.

Apel gabungan ini sekaligus menjadi momentum refleksi bagi seluruh aparatur Pemerintah Kota Tidore Kepulauan untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, seiring bertambahnya usia daerah yang kini memasuki tahun ke-23.(*)

Berita Terkait

Perpanjangan WFH Berdampak Positif, Pemkot Tidore Catat Penghematan Listrik dan Air
“Anak Kampung” Bersatu Bangun Prestasi, Abang Ul Lewat Gefa Resmi Sponsori Garuda Tomagoba di Gurabati Open 2026
Dari Arisan Warga hingga 15 Ekor Sapi, Cobodoe Buktikan Kekuatan Gotong Royong Kurban
KKP Targetkan Ribuan Kampung Nelayan, Maitara Tengah Masuk Prioritas 2026
Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN
Pemkot Tidore Dukung KKN Unkhair, Perkuat Literasi hingga Pelosok Desa
Harkitnas 2026 di Tidore: Momentum Perkuat Literasi Digital dan Solidaritas
Polresta Tidore Komitmen Dukung Penuh GOT XXXVIII 2026 Siapkan Pengawalan Maksimal
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:29 WIB

Ahmad Laiman: Efisiensi dan Perencanaan Jadi Kunci Hadapi Tekanan Anggaran Daerah

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:18 WIB

Perpanjangan WFH Berdampak Positif, Pemkot Tidore Catat Penghematan Listrik dan Air

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:35 WIB

“Anak Kampung” Bersatu Bangun Prestasi, Abang Ul Lewat Gefa Resmi Sponsori Garuda Tomagoba di Gurabati Open 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:49 WIB

Dari Arisan Warga hingga 15 Ekor Sapi, Cobodoe Buktikan Kekuatan Gotong Royong Kurban

Senin, 25 Mei 2026 - 14:56 WIB

KKP Targetkan Ribuan Kampung Nelayan, Maitara Tengah Masuk Prioritas 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 09:52 WIB

Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:21 WIB

Pemkot Tidore Dukung KKN Unkhair, Perkuat Literasi hingga Pelosok Desa

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:47 WIB

Harkitnas 2026 di Tidore: Momentum Perkuat Literasi Digital dan Solidaritas

Berita Terbaru