SOFIFI – Balai Bahasa Maluku Utara resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Bumi Hijrah Tidore melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di ruang rapat Balai Bahasa, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Balai Bahasa Maluku Utara, Nukman, didampingi Kasubag Umum, Nurul Istiqamaullah. Sementara dari pihak Unibrah, hadir Dekan Fakultas Pendidikan, Julia Ismail, bersama para ketua program studi serta Kasubag Humas dan Kerja Sama, Risno Rasai.
Dalam sambutannya, Julia Ismail menyampaikan bahwa kerja sama tersebut memiliki peran strategis bagi pengembangan fakultas yang dipimpinnya, terutama dalam meningkatkan literasi mahasiswa serta penguatan bahasa daerah dan kebudayaan.
“Tujuan kerja sama ini juga bagian dari upaya mewujudkan visi dan misi kami untuk dapat mengembangkan pendidikan di Maluku Utara, maka kolaborasi seperti ini sangat penting bagi kami,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerja sama ini tidak hanya berdampak bagi mahasiswa, tetapi juga bagi dosen dalam meningkatkan kapasitas melalui riset dan pengabdian kepada masyarakat.
“Dosen Unibrah juga melakukan riset, beberapa di antaranya berkaitan dengan bahasa dan budaya. Sehingga tidak menutup kemungkinan akan melakukan kunjungan ke Balai Bahasa untuk permintaan data yang dibutuhkan dalam kepentingan riset,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Maluku Utara, Nukman, menyambut baik penandatanganan PKS tersebut. Menurutnya, upaya perlindungan bahasa dan penguatan literasi membutuhkan kolaborasi dengan perguruan tinggi.
“Ini memang menjadi syarat formal melalui penandatanganan, tetapi sejatinya kami sudah sering melakukan kegiatan bersama dengan Universitas Bumi Hijrah. Dengan PKS ini, kerja sama tersebut memiliki legalitas yang lebih kuat,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya bahasa Indonesia dalam berbagai rumpun keilmuan, termasuk yang selama ini dianggap tidak berkaitan langsung dengan kebahasaan.
“Apapun bidang ilmunya, dalam menarasikan tetap menggunakan bahasa Indonesia. Maka pemahaman bahasa yang baik sangat diperlukan,” jelasnya.
Nukman berharap, kerja sama ini dapat terus mendorong kolaborasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan literasi, serta perlindungan bahasa di Maluku Utara.
“Harapannya, kita dapat terus berkolaborasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, literasi, dan perlindungan bahasa di Maluku Utara,” tutupnya.








