Belajar di SMK, Membangun Masa Depan Sejak Dini

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh:

Kho Bhend

 

Di Maluku Utara, pendidikan bukan sekadar proses belajar di sekolah, tetapi juga ikhtiar menyiapkan generasi muda agar mampu berdiri di atas kaki sendiri. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hadir sebagai jalur pendidikan yang membekali peserta didik dengan keterampilan nyata, sikap kerja, dan karakter, sehingga mereka siap menghadapi dunia kerja maupun membuka peluang usaha secara mandiri.

Peserta didik SMK dibiasakan belajar melalui praktik. Mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga dilatih untuk bekerja dengan disiplin, tanggung jawab, dan ketelitian. Proses pembelajaran ini menjadi penting karena dunia kerja membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga terampil dan bermental kuat.

Gubernur Maluku Utara dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa pembangunan daerah sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia lokal. “Pendidikan vokasi, khususnya SMK, harus menjadi kekuatan daerah agar anak-anak Maluku Utara mampu mengelola potensi wilayahnya sendiri dan tidak tertinggal dalam persaingan,” demikian salah satu penekanan yang sering disampaikan dalam forum pendidikan dan pembangunan daerah.

Hal ini sejalan dengan potensi unggulan Maluku Utara. Pada sektor kelautan dan perikanan, SMK dapat membekali peserta didik dengan keterampilan pengolahan hasil laut, budidaya perikanan, hingga manajemen usaha berbasis kelautan. Potensi laut yang besar akan bernilai lebih jika dikelola oleh tenaga terampil dari daerah sendiri.

Baca Juga :  Daerah yang Mandiri dan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Tinjauan Al Quran)

Di sektor pariwisata, SMK juga memiliki peran strategis. Keindahan alam, wisata bahari, dan kekayaan budaya Maluku Utara membutuhkan sumber daya manusia yang profesional.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara pernah menyampaikan bahwa “SMK harus menjadi penopang utama sektor pariwisata daerah, melalui penguatan kompetensi perhotelan, tata boga, layanan wisata, dan ekonomi kreatif.”

Sementara itu, sektor pertambangan yang berkembang di Maluku Utara menuntut tenaga kerja yang terampil, disiplin, dan memahami keselamatan kerja. SMK melalui kompetensi keahlian yang relevan diharapkan mampu menyiapkan peserta didik agar dapat mengisi kebutuhan tenaga kerja lokal, sehingga masyarakat daerah tidak hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri.

Tak kalah penting, sektor UMKM dan kewirausahaan membuka ruang luas bagi lulusan SMK.

Tokoh pendidikan Maluku Utara sering menekankan bahwa “SMK tidak hanya mencetak pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja.”

Baca Juga :  Spirit Perjuangan Nuku dan Percepatan DOB Kota Sofifi

Dengan keterampilan yang dimiliki, peserta didik SMK dapat mengembangkan usaha bengkel, kuliner, pengolahan hasil laut, hingga usaha kreatif berbasis potensi lokal.

Secara nasional, perhatian terhadap pendidikan vokasi diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi, yang menegaskan bahwa SMK harus melahirkan lulusan yang siap kerja, siap berwirausaha, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kebijakan ini menjadi landasan penting bagi pemerintah daerah dalam memperkuat SMK sesuai kebutuhan dan karakteristik wilayah.

Tantangan dalam pengembangan SMK tentu masih ada, seperti keterbatasan sarana praktik dan kemitraan dengan dunia usaha dan industri. Namun, dengan dukungan pemerintah daerah, sekolah, orang tua, dan masyarakat, SMK dapat terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang relevan dan berdaya saing.

Belajar di SMK sejatinya adalah langkah awal membangun masa depan sejak dini, Dengan mengaitkan pendidikan dengan sektor unggulan Maluku Utara kelautan, pariwisata, pertambangan, dan UMKM serta didukung kebijakan dan komitmen para pemangku kepentingan, peserta didik SMK diharapkan tumbuh sebagai generasi terampil, mandiri, dan mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

Berita Terkait

918; Panggilan Dari Masa Depan
Upaya “Mencerdaskan” dan Tradisi Belajar yang Dinamis
Pembangunan, Lahan, dan Pilihan untuk Percaya pada Niat Baik Negara
Refleksi Akhir Tahun ASN di Maluku Utara: Menjaga Integritas dan Profesionalisme Pelayanan Publik
Menata Ulang Tata Kelola Proyek Publik: Tantangan dan Solusi Manajemen Konstruksi serta Peran Asosiasi Konstruksi di Era Gubernur Sherly Tjoanda
SAMPAH DAN DAMPAK KERUSAKAN LINGKUNGAN (TINJAUAN AL QURAN)
KESEHATAN MENTAL DAN JIWA DALAM PERSPEKTIF QS AL KAUTSAR AYAT 1-3
WAKIL RAKYAT YANG DIDAMBAKAN
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 08:53 WIB

918; Panggilan Dari Masa Depan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 23:18 WIB

Upaya “Mencerdaskan” dan Tradisi Belajar yang Dinamis

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:31 WIB

Pembangunan, Lahan, dan Pilihan untuk Percaya pada Niat Baik Negara

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:19 WIB

Belajar di SMK, Membangun Masa Depan Sejak Dini

Selasa, 23 Desember 2025 - 06:29 WIB

Refleksi Akhir Tahun ASN di Maluku Utara: Menjaga Integritas dan Profesionalisme Pelayanan Publik

Kamis, 9 Oktober 2025 - 11:40 WIB

Menata Ulang Tata Kelola Proyek Publik: Tantangan dan Solusi Manajemen Konstruksi serta Peran Asosiasi Konstruksi di Era Gubernur Sherly Tjoanda

Selasa, 15 Juli 2025 - 15:46 WIB

SAMPAH DAN DAMPAK KERUSAKAN LINGKUNGAN (TINJAUAN AL QURAN)

Selasa, 15 Juli 2025 - 06:48 WIB

KESEHATAN MENTAL DAN JIWA DALAM PERSPEKTIF QS AL KAUTSAR AYAT 1-3

Berita Terbaru