Jadi Biang Kerok, Pj Gubernur Pastikan Ahmad Purbaya Dievaluasi

- Jurnalis

Selasa, 6 Agustus 2024 - 18:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pj Gubernur Malut, Samsudin A Kadir.

Pj Gubernur Malut, Samsudin A Kadir.

MARASAI.iD – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Maluku Utara, Ahmad Purbaya, menjadi sorotan publik akibat berbagai masalah yang berkaitan dengan pembayaran hak orang lain.

Purbaya kerap disebut sebagai biang kerok keterlambatan pembayaran hak Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pihak ketiga.

Masalah paling mencolok adalah keterlambatan pembayaran Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) serta belum direalisasikannya pembayaran kepada pihak ketiga meski pekerjaan telah dilaksanakan.

Kondisi ini menyebabkan para kontraktor beberapa kali mendatangi kantor BPKAD untuk menuntut hak mereka.

Baca Juga :  Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN

Terbaru, Ahmad Purbaya kembali menjadi pusat perhatian setelah mengakui melakukan gratifikasi senilai lebih dari Rp 1 miliar kepada mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba. Pengakuan ini memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk Penjabat Gubernur Maluku Utara, Samsudin A Kadir.

Saat ditemui di kantor DPRD Maluku Utara pada Selasa (6/8/2024), Pj Gubernur Samsudin A Kadir menegaskan akan melakukan evaluasi kinerja Ahmad Purbaya. “Kaban Keuangan pasti akan kita evaluasi kinerjanya,” ujarnya.

Baca Juga :  Pegawai BPKAD Malut Diduga jadi Korban Pungli untuk Biayai DWP

Untuk memastikan penilaian yang objektif, Samsudin menyatakan akan membentuk tim evaluasi. “Biar tidak subjektif, kita akan bentuk tim untuk menilai kinerja mereka,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Malut, Ishak Naser juga menyebutkan untuk melakukan evaluasi terhadap Ahmad Purbaya.

Langkah evaluasi ini diharapkan dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada dan meningkatkan kinerja BPKAD Provinsi Maluku Utara.

Berita Terkait

FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia
GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi
Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN
Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu
Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar Diperpanjang, Penanganan Terus Dipercepat
Berita ini 473 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:51 WIB

FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:07 WIB

GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi

Senin, 25 Mei 2026 - 09:52 WIB

Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:02 WIB

Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:08 WIB

Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu

Senin, 19 Januari 2026 - 06:54 WIB

Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:50 WIB

Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:59 WIB

Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar Diperpanjang, Penanganan Terus Dipercepat

Berita Terbaru