TERNATE — Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara akan menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 sebagai bagian dari rangkaian program revitalisasi bahasa daerah yang telah dilaksanakan di sejumlah kabupaten/kota di Maluku Utara.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk selebrasi atau perayaan tersebut akan berlangsung selama satu hari, Kamis, 3 September 2026, bertempat di Lingkungan Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Kompleks Benteng Oranje, Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate.
Festival ini menjadi ruang apresiasi bagi para murid yang telah terlibat dalam program revitalisasi bahasa daerah, baik melalui lingkungan sekolah maupun komunitas.
Kegiatan tersebut juga akan menghadirkan tunas muda bahasa ibu yang merupakan perwakilan dari 11 bahasa daerah yang telah direvitalisasi dari sembilan kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara.
Para tunas muda akan menunjukkan kemampuan mereka melalui berbagai penampilan menggunakan bahasa daerah masing-masing. Penampilan tersebut merupakan bentuk ekspresi sekaligus apresiasi terhadap upaya pelestarian bahasa ibu di kalangan generasi muda.
Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), para peserta akan menampilkan tiga kategori, yakni puisi, mendongeng, dan tembang tradisi. Sementara untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), penampilan akan dikemas melalui kategori pidato dan komedi tunggal.
Beragam penampilan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan bahasa daerah kepada generasi muda dalam suasana yang kreatif, menyenangkan, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Selain menampilkan aksi panggung para tunas muda bahasa ibu, Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 juga akan diisi dengan pemberian penghargaan kepada pemerintah daerah yang telah melaksanakan program revitalisasi bahasa daerah.
Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara juga akan memberikan apresiasi kepada dinas terkait yang mendukung pelaksanaan revitalisasi bahasa daerah serta menyerahkan plakat kepada para peserta tunas bahasa ibu.
Festival ini diharapkan menjadi ruang perayaan bersama atas keberhasilan berbagai pihak dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah di Maluku Utara.
Melalui keterlibatan murid, sekolah, komunitas, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya, revitalisasi bahasa daerah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran, tetapi tumbuh menjadi gerakan pelestarian bahasa ibu yang terus hidup di tengah masyarakat.
Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara menempatkan generasi muda sebagai bagian penting dalam keberlanjutan bahasa daerah. Karena itu, Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa daerah sekaligus mendorong generasi muda untuk terus menggunakan, mempelajari, dan melestarikan bahasa ibu mereka.






