Dampak Kemarau, Pemda Halbar Salurkan Air Bersih ke 14 Desa Terdampak

- Jurnalis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALMAHERA BARAT– Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, menyebabkan 14 desa di wilayah tersebut mengalami krisis air bersih.

Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Barat Julius Marau mengatakan, 14 desa yang terdampak tersebar di lima kecamatan dari total sembilan kecamatan di daerah itu.

“Desa-desa yang dilaporkan oleh para camat ini saat ini dilakukan penanganan,” kata Julius saat dikonfirmasi, Sabtu 29 Agustus 2026.

Berdasarkan laporan dari masing-masing camat, krisis air bersih terjadi di empat desa di Kecamatan Tabaru, satu desa di Kecamatan Ibu, empat desa di Kecamatan Ibu Selatan, dua desa di Kecamatan Sahu, dan dua desa di Kecamatan Jailolo.

Baca Juga :  Ratusan Rumah di Sula Tergenang Banjir, Warga Apresiasi Respons Cepat Pemda

Untuk menangani krisis air bersih tersebut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat bekerja sama dengan PT Vipol untuk menyalurkan air bersih ke desa-desa terdampak.

Julius mengatakan, PT Vipol menyediakan fasilitas dan air bersih yang kemudian disalurkan kepada masyarakat di desa yang membutuhkan.

“Untuk skema penanganannya, kami Pemda Halmahera Barat bekerja sama dengan PT Vipol. Jadi PT Vipol yang menyediakan fasilitas serta menyalurkan air bersih ke desa-desa yang saat ini mengalami krisis air,” ujarnya.

Selain berdampak terhadap ketersediaan air bersih, kemarau panjang juga mulai memengaruhi sektor pertanian di Halmahera Barat.

Baca Juga :  Panen Tomat di Gurabunga Kota Tidore Merosot Akibat Kemarau

Namun, Julius mengatakan, pemerintah daerah saat ini masih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan air untuk konsumsi rumah tangga.

“Jadi untuk sementara ini kami Pemda bersama PT Vipol memenuhi kebutuhan air bersih untuk warga agar bisa digunakan untuk minum, mencuci, atau mandi dulu. Sementara air untuk tanaman-tanaman petani kami juga upayakan,” katanya.

Julius menambahkan, Pemkab Halmahera Barat tetap berupaya mencari langkah penanganan terhadap dampak kemarau pada sektor pertanian.

Dengan demikian, penanganan krisis air bersih untuk kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas pemerintah daerah, sembari menyiapkan upaya untuk membantu kebutuhan air bagi lahan pertanian yang terdampak kemarau.(*)

Berita Terkait

Sherly Tjoanda: 360 Ribu Pekerja Maluku Utara Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia
GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi
Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN
Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu
Ekonomi Tumbuh 34 Persen, Gubernur Sherly Ungkap Ironi Maluku Utara: Warga Masih Menyeberang Sungai Tanpa Jembatan
Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Dampak Kemarau, Pemda Halbar Salurkan Air Bersih ke 14 Desa Terdampak

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:53 WIB

Sherly Tjoanda: 360 Ribu Pekerja Maluku Utara Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:51 WIB

FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:07 WIB

GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi

Senin, 25 Mei 2026 - 09:52 WIB

Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:02 WIB

Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:08 WIB

Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu

Rabu, 22 April 2026 - 15:50 WIB

Ekonomi Tumbuh 34 Persen, Gubernur Sherly Ungkap Ironi Maluku Utara: Warga Masih Menyeberang Sungai Tanpa Jembatan

Berita Terbaru

Budaya

Warga Patungan Rp10 Juta untuk Buka Jalan Tani di Mafututu

Minggu, 30 Agu 2026 - 08:35 WIB