TIDORE – Jalur pendakian menuju puncak Kie Matubu atau Gunung Tidore melalui Kelurahan Gurabunga, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, ditutup sementara hingga waktu yang belum ditentukan.
Informasi mengenai penutupan jalur tersebut disampaikan Pemerintah Kelurahan Gurabunga melalui akun Facebook @Kelurahan Gurabunga pada Rabu 5 Agustus 2026.
Kepala Kelurahan Gurabunga, Samsul Arifin, membenarkan penutupan jalur pendakian tersebut saat dikonfirmasi pada Sabtu 8 Agustus 2026.
Menurut Samsul, keputusan menutup jalur pendakian merupakan hasil kesepakatan masyarakat Gurabunga. Salah satu alasan utama penutupan adalah adanya pendaki yang memasuki kawasan adat yang seharusnya tidak boleh dimasuki sembarang orang.
“Alasan utama ditutup ini karena kemarin ada pendaki yang masuk di tempat adat kami. Di situ tidak boleh masuk, tetapi ada pendaki yang masuk, kemudian berfoto dan mengunggahnya di Facebook,” kata Samsul.
Ia menjelaskan, kawasan adat tersebut memiliki aturan khusus. Tidak semua orang diperbolehkan memasuki kawasan tersebut dan hanya sowohi atau tetua adat yang dapat memasukinya pada waktu-waktu tertentu.
“Tempat adat itu tidak bisa dimasuki sembarang orang. Hanya sowohi atau tetua adat yang bisa masuk pada hari-hari tertentu,” ujarnya.
Selain persoalan pelanggaran terhadap kawasan adat, penutupan jalur juga mempertimbangkan kondisi musim kemarau. Masyarakat Gurabunga khawatir aktivitas pendaki, khususnya penggunaan api, dapat memicu kebakaran di kawasan Gunung Tidore.
Samsul mengatakan kebakaran di kawasan puncak Kie Matubu pernah terjadi beberapa tahun lalu. Saat itu, masyarakat Gurabunga harus berbondong-bondong menuju puncak untuk membantu memadamkan api.
“Ya, pernah terjadi beberapa tahun lalu. Ada pendaki yang melakukan bakar-bakar saat musim kemarau seperti sekarang. Akhirnya terjadi kebakaran dan masyarakat Gurabunga naik ke puncak untuk menyiram api. Itu juga menjadi salah satu alasannya,” kata Samsul.
Pemerintah Kelurahan Gurabunga bersama masyarakat pun memilih menutup sementara jalur pendakian sebagai langkah untuk menjaga kawasan adat sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran selama musim kemarau.
Belum ada kepastian kapan jalur pendakian melalui Gurabunga akan kembali dibuka.(*)






