Pemprov Malut Dukung Proyek Konservasi Rempah Dunia, Sri Haryati Hatari: Perkuat Keberlanjutan Pala dan Cengkeh

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten II Setda Malut. Sri Haryati Hatari bersama para hadirin pada kegitan Technical Working Group (TWG) Proyek Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI)

Asisten II Setda Malut. Sri Haryati Hatari bersama para hadirin pada kegitan Technical Working Group (TWG) Proyek Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI)

TERNATE – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Proyek Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI) yang digagas Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian bersama mitra nasional dan internasional.

Hal tersebut disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Maluku Utara, Sri Haryati Hatari, saat mewakili Gubernur Maluku Utara dalam kegiatan Technical Working Group (TWG) Proyek CDCSUI.

Sri Haryati menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian, Global Environment Facility (GEF), Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), serta seluruh mitra yang telah menetapkan Maluku Utara sebagai salah satu lokasi pelaksanaan proyek strategis tersebut.

Menurutnya, proyek CDCSUI merupakan langkah penting dalam memperkuat konservasi sekaligus pemanfaatan berkelanjutan keanekaragaman tanaman pertanian Indonesia, khususnya komoditas rempah yang menjadi kekayaan Maluku Utara.

“Pemilihan Maluku Utara sebagai lokasi proyek ini merupakan bentuk kepercayaan yang sangat berarti. Pemerintah daerah menyambut baik upaya konservasi sumber daya genetik tanaman yang diharapkan mampu mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan,” ujar Sri Haryati.

Ia mengatakan, Maluku Utara yang dikenal sebagai The Land of Spices memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan rempah dunia. Kekayaan tersebut, lanjutnya, bukan hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga merupakan modal strategis yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  PC IMM dan DPRD Kepulauan Sula Dorong Pendirian Perguruan Tinggi Muhammadiyah

Menurut Sri Haryati, komoditas pala dan cengkeh sebagai identitas Maluku Utara memiliki nilai ekonomi, budaya, dan konservasi yang sangat tinggi. Keanekaragaman genetik kedua komoditas tersebut merupakan aset bangsa yang harus dilestarikan bagi generasi mendatang.

Karena itu, pelaksanaan proyek CDCSUI dinilai memiliki peran strategis, tidak hanya dalam menjaga plasma nutfah dan sumber daya genetik tanaman, tetapi juga membangun sistem pertanian yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan, menciptakan nilai tambah ekonomi, serta menjaga keseimbangan ekosistem.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara, kata dia, menyambut baik penetapan Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Selatan sebagai lokasi prioritas pelaksanaan proyek dengan fokus pengembangan pala dan cengkeh.

“Pendekatan ini sangat relevan karena kedua daerah tersebut memiliki sejarah panjang sebagai pusat keragaman genetik rempah dunia,” katanya.

Sri Haryati menambahkan, pembangunan sektor pertanian saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan ekosistem, adaptasi terhadap perubahan iklim, pelestarian biodiversitas, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, arah pembangunan tersebut sejalan dengan visi nasional melalui Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menitikberatkan pada penguatan kedaulatan pangan, pengembangan ekonomi berbasis potensi daerah, hilirisasi sektor pertanian, penguatan riset dan inovasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga :  Hasil Evaluasi, 3 Pimpinan OPD Malut Diroling

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui RPJMD 2025–2029 juga menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama transformasi ekonomi daerah, berdampingan dengan sektor kelautan, perikanan, industri hilirisasi, dan pariwisata.

Meski demikian, Sri Haryati mengakui sektor pertanian masih menghadapi tantangan, terutama berkurangnya minat generasi muda akibat peralihan tenaga kerja ke sektor pertambangan.

“Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Karena itu, pembangunan pertanian harus mampu menghadirkan sistem pertanian yang modern, menguntungkan, berbasis teknologi, dan menarik bagi generasi muda. Tantangan ini juga menjadi perhatian dalam implementasi awal proyek CDCSUI di Maluku Utara,” ujarnya.

Ia berharap forum Technical Working Group tidak hanya menghasilkan rekomendasi teknis, tetapi juga mampu melahirkan strategi konkret yang memperkuat kolaborasi lintas sektor, sinergi antarlevel pemerintahan, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keanekaragaman hayati.

Sri Haryati juga mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan forum tersebut sebagai wadah berbagi pengetahuan, menyusun langkah strategis, dan memperkuat komitmen bersama dalam melestarikan kekayaan hayati Maluku Utara.

“Melalui proyek ini, kami berharap Maluku Utara semakin dikenal sebagai pusat konservasi rempah dunia sekaligus menjadi contoh praktik terbaik dalam pengelolaan sumber daya genetik tanaman yang berkelanjutan,” tutupnya.

Berita Terkait

DPRD Tidore Apresiasi Langkah Pemkot Masukan Bahasa Tidore Dalam Kurikulum Sekolah
Reses Astri Tiarasari Yasin: Drainase dan Bus Sekolah Jadi Aspirasi Utama
Menuju PORPROV 2026 Halmahera Utara, KONI Tidore Fokus Pembinaan 13 Cabang Olahraga
Pekan Ramadhan 1447 H Perkuat Semangat Qurani dan Kebersamaan Warga
Warga Gandasuli yang Hilang Sejak 19 Februari Ditemukan Meninggal di Kebun Warga
Sidang Sempat Memanas, Alfon Gisisi Terpilih sebagai Ketua DPD GMNI Maluku Utara 2026–2028
Wartawan di Ternate Maluku Utara Diduga Jadi Korban Salah Tangkap Polisi
DPPKB Kepulauan Sula Gelar Advokasi Program Bangga Kencana
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:12 WIB

Pemprov Malut Dukung Proyek Konservasi Rempah Dunia, Sri Haryati Hatari: Perkuat Keberlanjutan Pala dan Cengkeh

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:51 WIB

DPRD Tidore Apresiasi Langkah Pemkot Masukan Bahasa Tidore Dalam Kurikulum Sekolah

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:48 WIB

Reses Astri Tiarasari Yasin: Drainase dan Bus Sekolah Jadi Aspirasi Utama

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:23 WIB

Menuju PORPROV 2026 Halmahera Utara, KONI Tidore Fokus Pembinaan 13 Cabang Olahraga

Senin, 9 Maret 2026 - 13:21 WIB

Pekan Ramadhan 1447 H Perkuat Semangat Qurani dan Kebersamaan Warga

Kamis, 5 Maret 2026 - 19:54 WIB

Warga Gandasuli yang Hilang Sejak 19 Februari Ditemukan Meninggal di Kebun Warga

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:29 WIB

Sidang Sempat Memanas, Alfon Gisisi Terpilih sebagai Ketua DPD GMNI Maluku Utara 2026–2028

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:55 WIB

Wartawan di Ternate Maluku Utara Diduga Jadi Korban Salah Tangkap Polisi

Berita Terbaru