PKB Dukung Wali Kota Tidore Kurangi Tunjangan DPRD

- Jurnalis

Sabtu, 6 September 2025 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PKB Kota Tidore, Murad Polisiri

Ketua PKB Kota Tidore, Murad Polisiri

TIDORE – Semangat efisiensi yang ditunjukkan Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, dalam mengurangi besaran tunjangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mendapat dukungan penuh dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tidore Kepulauan.

Ketua PKB Kota Tidore, Murad Polisiri, menilai langkah tersebut patut diapresiasi. Menurutnya, Wali Kota tidak hanya menyasar DPRD, tetapi juga membuka ruang evaluasi bagi tunjangan seluruh pejabat eksekutif, termasuk dirinya.

“Jika ada tunjangan yang perlu dikurangi demi kepentingan masyarakat, silakan dikurangi. Sikap seperti ini luar biasa dan patut diberi apresiasi. Kami dari PKB sangat mendukung selama itu untuk kepentingan masyarakat,” tegas Murad saat dihubungi, Jumat (5/9/2025).

Baca Juga :  Kasus Korupsi Proyek “Welcome to Halbar” Seret Nama Mantan Calon Wali Kota Ternate hingga Mantan Suami Artis

Mantan Anggota DPRD Tidore dua periode itu menegaskan, PKB sebagai partai pengusung Muhammad Sinen dan Wakil Wali Kota Ahmad Laiman akan berdiri di barisan depan untuk mengawal kebijakan pemerintah daerah.

“Ini tanggung jawab kami sebagai partai koalisi. Sepanjang kebijakan Wali Kota dan Wakilnya berpihak pada rakyat, kami akan habis-habisan mengawal dan mendukungnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Rumah Warga di Waitulia Terbakar, Pemdes Desak Bantuan dari BPBD

Terkait rencana pembangunan rumah dinas bagi anggota DPRD, Murad belum menyatakan sikap. Ia menegaskan PKB masih perlu mengkaji plus minus kebijakan tersebut sebelum mengambil keputusan.

“Hal ini harus dihitung dampaknya agar tidak terlalu membebani kebutuhan masyarakat. Karena itu, kami akan diskusikan dulu secara internal, lalu disampaikan melalui Fraksi PKB di DPRD,” tandasnya.

Berita Terkait

Dampak Kemarau, Pemda Halbar Salurkan Air Bersih ke 14 Desa Terdampak
Sherly Tjoanda: 360 Ribu Pekerja Maluku Utara Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia
GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi
Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN
Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu
Ekonomi Tumbuh 34 Persen, Gubernur Sherly Ungkap Ironi Maluku Utara: Warga Masih Menyeberang Sungai Tanpa Jembatan
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Dampak Kemarau, Pemda Halbar Salurkan Air Bersih ke 14 Desa Terdampak

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:53 WIB

Sherly Tjoanda: 360 Ribu Pekerja Maluku Utara Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:51 WIB

FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:07 WIB

GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi

Senin, 25 Mei 2026 - 09:52 WIB

Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:02 WIB

Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:08 WIB

Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu

Rabu, 22 April 2026 - 15:50 WIB

Ekonomi Tumbuh 34 Persen, Gubernur Sherly Ungkap Ironi Maluku Utara: Warga Masih Menyeberang Sungai Tanpa Jembatan

Berita Terbaru

Budaya

Warga Patungan Rp10 Juta untuk Buka Jalan Tani di Mafututu

Minggu, 30 Agu 2026 - 08:35 WIB