Irfan Soekoenay: Pemekaran Kota Sofifi Harus Lewat Jalur Formal dan Konstitusional

- Jurnalis

Jumat, 27 Juni 2025 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari Partai Kebangkitan Bangsa, Irfan Soekoenay.

Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari Partai Kebangkitan Bangsa, Irfan Soekoenay.

SOFIFI – Menanggapi video komunikasi yang beredar dari Ibu Gubernur Provinsi Maluku Utara terkait status Daerah Otonom Baru (DOB) Ibu Kota Provinsi, Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Irfan Soekoenay, menilai bahwa proses komunikasi dan perjuangan mengenai pemekaran Kota Sofifi sebaiknya dilakukan secara formal dan konstitusional.

Menurut Politisi PKB ini, perjuangan pemekaran DOB Kota Sofifi sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku Utara perlu melalui jalur resmi, dengan membentuk Tim Bersama antara Pemerintah Provinsi dan DPRD Provinsi Maluku Utara.

Tim ini nantinya bertugas untuk melakukan langkah-langkah advokasi ke Pemerintah Pusat, yakni Komisi II DPR RI dan Kementerian Dalam Negeri, guna mendorong percepatan realisasi pemekaran.

Baca Juga :  ASN Provinsi Malut Belum Terima Gaji, Pegawai: "Mungkin ini Masih Tanggal 46 Desember"

“Langkah ini penting untuk mempercepat sekaligus mengefisiensikan agenda pemekaran DOB Kota Sofifi, serta menjamin seluruh prosesnya berjalan sesuai ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Irfan, Jumat (27/6/2025).

Ia menyoroti bahwa hingga kini Sofifi masih berstatus sebagai kelurahan, yang berada di bawah administrasi Kota Tidore Kepulauan, meski secara resmi telah ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Maluku Utara.

Hal ini menurutnya adalah sesuatu yang tidak lazim dan bertentangan dengan praktik administrasi pemerintahan yang umum terjadi di Indonesia, di mana semua ibu kota provinsi berstatus kota.

“Ini sungguh di luar kelaziman. Ibu kota provinsi di seluruh Indonesia berstatus kota madya. Maka dari itu, perlu langkah segera dan konkret untuk mendorong perubahan status Sofifi agar menjadi daerah otonom yang sah dan berdiri sendiri,” ujar mantan pengurus PB HMI ini.

Baca Juga :  PJU Banyak Mati di Tidore Timur, Plt Ketua KNPI: Jangan Tunggu Korban Baru Bergerak

Lebih lanjut, Irfan mengajak seluruh elemen pemerintah provinsi dan DPRD untuk menyatukan langkah dan kepentingan dalam kerangka yang legal dan kolektif.

“Kita harus bertindak secara terorganisir dan terstruktur. Pembentukan tim bersama adalah langkah awal yang sangat penting untuk memastikan perjuangan ini tidak hanya simbolik, tapi betul-betul menyasar hasil nyata bagi masyarakat dan masa depan Provinsi Maluku Utara,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar Diperpanjang, Penanganan Terus Dipercepat
Pemprov Malut Intensifkan Penanganan Banjir dan Longsor di Halbar–Halut, Bantuan dan Layanan Kesehatan Terus Disalurkan
PJU Banyak Mati di Tidore Timur, Plt Ketua KNPI: Jangan Tunggu Korban Baru Bergerak
Kasus Korupsi Proyek “Welcome to Halbar” Seret Nama Mantan Calon Wali Kota Ternate hingga Mantan Suami Artis
Tim Patroli Gabungan Temukan Kayu Ilegal di Halmahera Timur
Gaji 2 Bulan Belum Dibayar, 570 Pegawai PPPK Dikbud Malut Ancam Mogok Kerja
Berita ini 604 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 06:54 WIB

Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:50 WIB

Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:59 WIB

Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar Diperpanjang, Penanganan Terus Dipercepat

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:04 WIB

Pemprov Malut Intensifkan Penanganan Banjir dan Longsor di Halbar–Halut, Bantuan dan Layanan Kesehatan Terus Disalurkan

Selasa, 6 Januari 2026 - 13:38 WIB

PJU Banyak Mati di Tidore Timur, Plt Ketua KNPI: Jangan Tunggu Korban Baru Bergerak

Selasa, 28 Oktober 2025 - 18:59 WIB

Kasus Korupsi Proyek “Welcome to Halbar” Seret Nama Mantan Calon Wali Kota Ternate hingga Mantan Suami Artis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 13:53 WIB

Tim Patroli Gabungan Temukan Kayu Ilegal di Halmahera Timur

Selasa, 14 Oktober 2025 - 12:40 WIB

Gaji 2 Bulan Belum Dibayar, 570 Pegawai PPPK Dikbud Malut Ancam Mogok Kerja

Berita Terbaru