TIDORE – Komitmen terhadap mutu pendidikan kembali ditunjukkan oleh SMKS Muhammadiyah Tidore Kepulauan melalui pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Jenjang tahun pelajaran 2025/2026 yang berlangsung tertib, disiplin, dan berintegritas tinggi.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menentukan capaian akhir peserta didik sebelum menyelesaikan pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Kejuruan. Lebih dari sekadar evaluasi akademik, asesmen ini menjadi cerminan kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia kerja, dunia usaha, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Pelaksanaan asesmen berlangsung dengan pengawasan ketat, sistematis, serta berbasis standar mutu pendidikan. Seluruh peserta didik tampak mengikuti ujian dengan penuh keseriusan, didukung oleh kesiapan sarana prasarana yang memadai, termasuk penggunaan sistem ujian berbasis komputer.
Kepala sekolah SMKS Muhammadiyah Tidore Kepulauan menegaskan bahwa integritas menjadi kunci utama dalam pelaksanaan asesmen kali ini.
“Kami tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab kepada peserta didik. Inilah fondasi utama dalam mencetak lulusan SMK yang berkualitas dan siap bersaing,” tegasnya.
Tidak hanya itu, panitia pelaksana juga melakukan berbagai langkah antisipatif, mulai dari validasi soal, simulasi pelaksanaan, hingga penguatan pengawasan untuk memastikan seluruh proses berjalan objektif dan transparan.
Pelaksanaan Asesmen ini sekaligus menjadi indikator nyata peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Kota Tidore Kepulauan. Dengan evaluasi yang terukur dan pelaksanaan yang profesional, diharapkan lulusan SMK tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan etos kerja tinggi.
Di tengah tantangan dunia pendidikan saat ini, SMKS Muhammadiyah Tidore Kepulauan menunjukkan bahwa kualitas, disiplin, dan integritas tetap menjadi prioritas utama dalam mencetak generasi masa depan.
“Kami optimistis, melalui proses ini, akan lahir lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menjadi bagian dari solusi pembangunan daerah,” tutup pihak sekolah.








