MARASAI.iD – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula menjalin kerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk mengantisipasi lonjakan harga pangan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Sabtu (10/5).
Pimpinan Wilayah Bulog Maluku-Maluku Utara, M. Kamin Siregar, bersama Manajer Operasional, Jefri Tanasi, didampingi oleh Kadis Koperindag Djena Tidore, Kadis Ketahanan Pangan Siti Hawa Marasabessy, dan Kabag Ekonomi Mardiana Umanailo, melakukan pengecekan langsung harga bahan pokok di Pasar Makdahi, Desa Fatce, Kecamatan Sanana.
“Pertama-tama kami ucapkan terima kasih kepada dinas-dinas terkait yang telah mendampingi kami mengecek harga pangan, khususnya beras, gula, dan minyak goreng,” ujar M. Kamin kepada marasai.id.
Dari hasil pengecekan, Kamin menyebutkan bahwa harga bahan pokok di pasar relatif tinggi. Harga beras dijual antara Rp13.000 hingga Rp18.000 per kilogram, sementara minyak goreng dan gula masing-masing mencapai Rp20.000 per liter/kilogram.
“Kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk kesiapan gudang dan proses distribusi. Harapan kami, kehadiran Bulog di Sula bisa menghadirkan harga pangan yang sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah,” tambahnya.
Kepala Dinas Koperindag, Djena Tidore mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan memetakan perbedaan harga serta mengidentifikasi distributor yang bisa difasilitasi pengadaan bahan pokok.
“Kalau kita sudah tahu mana distributor yang mampu ambil beras, gula, dan minyak, kita akan fasilitasi,” singkat Djena.
Sementara itu, Kadis Ketahanan Pangan, Siti Hawa Marasabessy menjelaskan, pihaknya bersama Bulog berupaya menjaga stabilitas pangan melalui pemanfaatan gudang untuk distribusi ke pengecer.
“Untuk masuknya beras Bulog ke Sula, perlu ada mitra. Kita sedang identifikasi pedagang yang siap jadi mitra Bulog,” ujarnya.
Di sisi lain, Kabag Ekonomi Mardiana Umanailo menambahkan, Pemda telah menyiapkan lahan hibah di Desa Wainin untuk pembangunan gudang yang lebih representatif.
“Karena kebutuhan Bulog cukup besar, maka kita butuh gudang yang luas dan layak untuk distribusi bahan pokok ke masyarakat,” tutupnya.






