HALTIM, MARASAI.ID – Rencana pembangunan jembatan layang (fly over) di Site Moronopo oleh PT Nusa Karya Arido (NKA) mulai menunjukkan progres. Komisi III DPRD Kabupaten Halmahera Timur bersama Dinas Perhubungan (Dishub) bahkan telah mendatangi kantor pusat PT NKA untuk memastikan keseriusan perusahaan tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Haltim, Dwi Cahyono, mengatakan pertemuan itu berlangsung pada Desember lalu. Dalam pertemuan tersebut, DPRD dan Dishub mempertanyakan komitmen PT NKA terkait pembangunan fly over yang dinilai sangat mendesak.
Menurut Dwi, kondisi iklim dan aliran air di kawasan Moronopo yang cukup kuat menjadi alasan utama perlunya jembatan layang guna menjaga kualitas badan jalan.
“Tujuannya untuk menjaga kualitas jalan. Informasi yang kami terima pada bulan Desember itu masih pada tahap penyediaan pembangunan. Setelah tim dari pusat turun, memang belum ada informasi lanjutan yang detail, tetapi prosesnya sudah sampai di tahap tersebut,” kata Dwi.
Ia menjelaskan, tahapan selanjutnya akan tetap melalui mekanisme tender, mulai dari pemilihan hingga verifikasi dan penetapan pemenang.
“Saya yakin prosesnya tetap berjalan sesuai mekanisme. Ada pemilihan, ada pemenangnya, kemudian diverifikasi dan seterusnya. Mudah-mudahan kalau tidak ada kendala, pembangunan bisa dimulai pada 2026,” harapnya.
Meski demikian, Dwi mengaku belum dapat memastikan waktu pasti dimulainya pekerjaan. Ia juga mempersilakan pihak media untuk melakukan konfirmasi langsung ke PT NKA terkait perkembangan terbaru.
Terkait adanya aktivitas pembangunan saluran air di sisi jalan yang terlihat sudah terdapat tumpukan material, Dwi menegaskan bahwa pekerjaan tersebut merupakan pembangunan drainase dan bukan bagian dari proyek fly over.
“Itu berbeda. Yang sementara dikerjakan adalah drainase,” tegasnya.
Dwi berharap rencana pembangunan fly over Moronopo tidak berhenti sebatas wacana atau proses tender semata, melainkan benar-benar direalisasikan di lapangan.
“Jangan sampai hanya ditenderkan tetapi tidak ada bukti pekerjaan. Kalau pemenang sudah ditetapkan, kami berharap pekerjaan segera dimulai,” ujarnya.
Ia juga meminta pihak perusahaan melakukan pemetaan (mapping) secara matang agar proses pembangunan nantinya tidak mengganggu aktivitas kendaraan umum.
“Karena ini pekerjaan besar dan butuh persiapan, maka harus dilakukan mapping dengan baik supaya tidak mengganggu aktivitas jalan umum,” pungkasnya.






