Malut Perkuat Ketahanan Pangan, Neraca Pangan Jadi Senjata Kendalikan Inflasi

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Judul: Sekprov Malut: Neraca Pangan Jadi Kompas Strategis Kendalikan Inflasi dan Perkuat Ketahanan Pangan

 

TERNATE — Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan melalui penyusunan neraca pangan yang akurat dan terintegrasi. Upaya tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Drs. Samsuddin A. Kadir, saat membuka Workshop Neraca Pangan Provinsi Maluku Utara di Kie Raha Room, Lantai 3 Muara Hotel Ternate, Selasa (28/7).

Workshop yang merupakan kolaborasi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Maluku Utara, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu dihadiri pimpinan instansi vertikal, organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi dan kabupaten/kota, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang pangan.

Dalam sambutannya, Sekprov Samsuddin menegaskan bahwa persoalan pangan kini tidak lagi sebatas urusan sektor pertanian, tetapi telah menjadi pilar penting ketahanan nasional yang berpengaruh langsung terhadap stabilitas harga, pengendalian inflasi, penurunan angka kemiskinan, dan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan visi RPJMD Maluku Utara 2025–2029 dan agenda Asta Cita Presiden RI.

“Sebagai wilayah kepulauan, Maluku Utara memiliki tantangan geografis, mulai dari tingginya biaya logistik, kondisi cuaca, hingga perbedaan pola produksi antarwilayah. Karena itu, neraca pangan bukan sekadar data statistik, tetapi menjadi instrumen sekaligus kompas strategis untuk memetakan kecukupan pasokan, mendeteksi surplus maupun defisit, serta merumuskan kebijakan yang tepat sasaran,” ujar Samsuddin.

Baca Juga :  Balai Bahasa Malut Gelar Bimtek Penulisan Cerita Anak, Angkat STEAM dan Kearifan Lokal

Ia juga menyoroti tingginya ketergantungan Maluku Utara terhadap pasokan pangan dari luar daerah. Menurutnya, perubahan pola mata pencaharian masyarakat yang lebih memilih sektor perkebunan, pertambangan, maupun menjadi aparatur sipil negara (ASN), menyebabkan budaya menanam tanaman pangan untuk kebutuhan sendiri semakin berkurang.

“Dulu masyarakat menanam bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kini banyak yang lebih memilih tanaman perkebunan karena dinilai lebih praktis. Kondisi ini membuat kita rentan. Ketika daerah pemasok menahan distribusi, harga pangan di Maluku Utara langsung bergejolak,” katanya.

Untuk itu, Sekprov mengajak pemerintah daerah bersama masyarakat menghidupkan kembali budaya bercocok tanam pangan, termasuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah, sebagai langkah memperkuat kemandirian pangan hingga ke tingkat desa.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Sirtalya J. Rando, menekankan pentingnya validasi data pangan sebagai dasar pengambilan kebijakan. Menurutnya, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah masih menjadi salah satu penyebab tingginya volatilitas harga komoditas pangan, seperti cabai, bawang merah, dan berbagai komoditas hortikultura.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulanan Maluku Utara pada Juni 2024 sempat mencapai 2,45 persen (month-to-month), tertinggi secara nasional, dengan akumulasi inflasi tahun berjalan (year-to-date) sebesar 5,16 persen.

Baca Juga :  Cagub Husain Alting Syah Dukung Program Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

“Momentum workshop ini sangat tepat untuk memanfaatkan potensi pelandaian inflasi pada triwulan ketiga, seiring masuknya musim panen hortikultura dan perikanan. Untuk mewujudkannya melalui kerangka 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif, dibutuhkan data pasokan yang akurat, tervalidasi, dan diperbarui secara berkala,” jelas Sirtalya.

Ia menambahkan, hasil workshop diharapkan tidak hanya menyamakan metodologi penyusunan neraca pangan, tetapi juga mendorong operasional website neraca pangan daerah yang terintegrasi dengan kalender tanam serta jadwal Gerakan Pasar Murah.

Workshop bertema “Optimalisasi Neraca Pangan Daerah sebagai Instrumen Strategis Pengendalian Volatilitas Harga Pangan di Provinsi Maluku Utara” tersebut turut dihadiri Ketua Tim Pokja Neraca Pangan Bapanas Dina Setyowati, Kepala Dinas Pangan Maluku Utara, Kepala DPMPTSP Maluku Utara, serta perwakilan OPD teknis kabupaten/kota se-Maluku Utara.

Melalui sinergi antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, Bapanas, BPS, dan Bulog, Pemerintah Provinsi Maluku Utara optimistis mampu membangun tata kelola pangan yang lebih adaptif, akurat, dan berkelanjutan guna menjaga stabilitas harga serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Berita Terkait

Lisa Istifadha Ishak Borong Dua Prestasi di Kejurda Pencak Silat, Harumkan Nama Ternate
Solar Power Cold Storage Diharapkan Tingkatkan Nilai Jual Ikan Nelayan Rua
Polda Malut Mutasi 502 Personel, Sejumlah Pejabat Strategis Berganti
Investasi Malut Tembus Rp40,2 Triliun, Wagub Soroti Kemiskinan dan Nasib Masyarakat Lokal
Polda Malut Perkuat Patroli dan Pencegahan Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
Peduli Lingkungan, IKA FATEK UNIBRAH Ubah Sampah Plastik Jadi Papan Himbauan di Sofifi
Polda Malut Tangkap Tersangka Penipuan Umrah, Kerugian Jamaah Capai Rp2,5 Miliar
Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 Digelar di Ternate, Libatkan Perwakilan 11 Bahasa Daerah
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 10:36 WIB

Lisa Istifadha Ishak Borong Dua Prestasi di Kejurda Pencak Silat, Harumkan Nama Ternate

Sabtu, 5 September 2026 - 13:42 WIB

Solar Power Cold Storage Diharapkan Tingkatkan Nilai Jual Ikan Nelayan Rua

Kamis, 3 September 2026 - 11:44 WIB

Polda Malut Mutasi 502 Personel, Sejumlah Pejabat Strategis Berganti

Selasa, 1 September 2026 - 21:21 WIB

Investasi Malut Tembus Rp40,2 Triliun, Wagub Soroti Kemiskinan dan Nasib Masyarakat Lokal

Selasa, 1 September 2026 - 20:29 WIB

Polda Malut Perkuat Patroli dan Pencegahan Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 19:29 WIB

Peduli Lingkungan, IKA FATEK UNIBRAH Ubah Sampah Plastik Jadi Papan Himbauan di Sofifi

Selasa, 1 September 2026 - 16:07 WIB

Polda Malut Tangkap Tersangka Penipuan Umrah, Kerugian Jamaah Capai Rp2,5 Miliar

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:45 WIB

Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 Digelar di Ternate, Libatkan Perwakilan 11 Bahasa Daerah

Berita Terbaru