Malut Perkuat Strategi Pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria, Tujuh Daerah Sudah Eliminasi Malaria

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Abdullah Assagaf dalam kegiatan workshop eliminasi AIDS, TBS dan Malaria

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Abdullah Assagaf dalam kegiatan workshop eliminasi AIDS, TBS dan Malaria

TERNATE – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya dalam mempercepat eliminasi AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM) melalui penguatan sinergi lintas sektor. Komitmen tersebut disampaikan dalam Workshop AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) Tingkat Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 yang dibuka secara resmi di Hotel Boulevard, Ternate, Selasa (28/7/2026).

Workshop dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Abdullah Assagaf, yang mewakili Gubernur Maluku Utara.

Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakannya, Abdullah menegaskan bahwa pembangunan kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan keberhasilan pembangunan daerah.

Menurutnya, masyarakat yang sehat akan memiliki produktivitas yang lebih tinggi sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan. Meski demikian, Maluku Utara masih menghadapi tantangan serius dalam pengendalian penyakit menular, khususnya Tuberkulosis, HIV/AIDS, dan Malaria.

Tuberkulosis masih menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit menular. Sementara itu, penanganan HIV/AIDS masih menghadapi tantangan dalam penemuan kasus baru dan kepatuhan pasien menjalani pengobatan. Di sisi lain, malaria masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah yang memiliki karakteristik geografis tertentu.

Baca Juga :  Porprov V Maluku Utara Resmi Dibuka, Ribuan Atlet Siap Berlaga Menuju PON 2028

“Workshop ini harus melahirkan komitmen bersama yang diwujudkan dalam implementasi nyata di lapangan. Setiap kabupaten dan kota wajib menerjemahkan kebijakan ini menjadi langkah-langkah strategis yang disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing,” ujar Abdullah.

Ia juga menginstruksikan seluruh tenaga kesehatan untuk tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi memperkuat edukasi masyarakat, pencegahan, deteksi dini, hingga pendampingan pasien. Menurutnya, keberhasilan eliminasi ATM membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, media, hingga masyarakat.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) Perwakilan Maluku Utara, dr. Fathiyah Suma, mengungkapkan bahwa AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria masih menjadi isu kesehatan global yang memberikan dampak sosial dan ekonomi yang besar.

Berdasarkan data tahun 2026, estimasi beban Tuberkulosis di Maluku Utara mencapai 4.903 kasus. Sementara akumulasi kasus HIV/AIDS secara kumulatif tercatat sebanyak 3.657 kasus, sedangkan malaria masih ditemukan sebanyak 474 kasus positif.

Baca Juga :  Wali Kota Tidore Tinjau Dapur dan Distribusi Makan Bergizi Gratis

“Dari 10 kabupaten/kota di Maluku Utara, sebanyak tujuh daerah telah mencapai status eliminasi malaria, sedangkan tiga daerah lainnya masih dalam proses menuju eliminasi,” jelas dr. Fathiyah.

Ia menambahkan, target eliminasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria pada tahun 2030 hanya dapat dicapai melalui intervensi yang berbasis bukti, terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan. Upaya tersebut juga harus diiringi dengan pemenuhan kebutuhan sosial dasar, perbaikan kualitas lingkungan, serta perluasan akses layanan kesehatan.

Menurutnya, untuk menjamin keberlanjutan program sekaligus memperkuat Resilient and Sustainable System for Health (RSSH), pemerintah daerah memerlukan panduan yang jelas agar program dan penganggaran ATM dapat diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan maupun dokumen keuangan daerah.

“Integrasi tersebut penting untuk memastikan efektivitas belanja daerah sekaligus mendukung pencapaian prioritas pembangunan nasional di bidang kesehatan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Lisa Istifadha Ishak Borong Dua Prestasi di Kejurda Pencak Silat, Harumkan Nama Ternate
Solar Power Cold Storage Diharapkan Tingkatkan Nilai Jual Ikan Nelayan Rua
Polda Malut Mutasi 502 Personel, Sejumlah Pejabat Strategis Berganti
Investasi Malut Tembus Rp40,2 Triliun, Wagub Soroti Kemiskinan dan Nasib Masyarakat Lokal
Polda Malut Perkuat Patroli dan Pencegahan Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
Peduli Lingkungan, IKA FATEK UNIBRAH Ubah Sampah Plastik Jadi Papan Himbauan di Sofifi
Polda Malut Tangkap Tersangka Penipuan Umrah, Kerugian Jamaah Capai Rp2,5 Miliar
Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 Digelar di Ternate, Libatkan Perwakilan 11 Bahasa Daerah
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 10:36 WIB

Lisa Istifadha Ishak Borong Dua Prestasi di Kejurda Pencak Silat, Harumkan Nama Ternate

Sabtu, 5 September 2026 - 13:42 WIB

Solar Power Cold Storage Diharapkan Tingkatkan Nilai Jual Ikan Nelayan Rua

Kamis, 3 September 2026 - 11:44 WIB

Polda Malut Mutasi 502 Personel, Sejumlah Pejabat Strategis Berganti

Selasa, 1 September 2026 - 21:21 WIB

Investasi Malut Tembus Rp40,2 Triliun, Wagub Soroti Kemiskinan dan Nasib Masyarakat Lokal

Selasa, 1 September 2026 - 20:29 WIB

Polda Malut Perkuat Patroli dan Pencegahan Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 19:29 WIB

Peduli Lingkungan, IKA FATEK UNIBRAH Ubah Sampah Plastik Jadi Papan Himbauan di Sofifi

Selasa, 1 September 2026 - 16:07 WIB

Polda Malut Tangkap Tersangka Penipuan Umrah, Kerugian Jamaah Capai Rp2,5 Miliar

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:45 WIB

Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 Digelar di Ternate, Libatkan Perwakilan 11 Bahasa Daerah

Berita Terbaru