Sofifi – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara mulai menggeber pelaksanaan program tahun anggaran 2026 melalui Kick Off Meeting yang digelar di Sofifi, Rabu (4/2/2026).
Pertemuan awal tahun tersebut dipimpin langsung Kepala Dikbud Malut, Abubakar Abdullah, dan diikuti pejabat struktural, staf, serta kepala sekolah secara luring maupun daring. Agenda ini menjadi penanda dimulainya pelaksanaan seluruh program pendidikan dan kebudayaan di tahun berjalan.
Dalam kegiatan itu, sekaligus dilakukan penyerahan Surat Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa, serta Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Penetapan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat tata kelola anggaran agar pelaksanaan program lebih tertib, transparan, dan akuntabel.
Abubakar mengungkapkan, total anggaran pendidikan Maluku Utara pada 2026 mencapai lebih dari Rp783 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk Program Penunjang Urusan Pemerintahan sebesar Rp536 miliar lebih, Program Pengelolaan Pendidikan Rp222 miliar lebih, serta Program Pendidik dan Tenaga Kependidikan Rp22,6 miliar.
Sementara itu, sektor kebudayaan turut mendapat porsi anggaran melalui Program Pengembangan Kebudayaan Rp717 juta, Pengembangan Kesenian Tradisional Rp1,2 miliar, serta Pelestarian dan Pengelolaan Cagar Budaya Rp365 juta.
“Kita sudah siap memulai pekerjaan tahun ini. Dengan tim yang solid, saya optimistis seluruh target dapat tercapai,” ujar Abubakar.
Ia menekankan pentingnya keterbukaan pengelolaan anggaran agar setiap program benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.
Selain fokus pada tata kelola, Dikbud Malut juga memberi perhatian serius pada persoalan angka anak putus sekolah yang masih cukup tinggi. Menurut Abubakar, kebijakan pendidikan 2026 diarahkan untuk memperluas akses layanan pendidikan sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran.
“Akses pendidikan harus makin merata dan kualitasnya terus meningkat. Indikator anak tidak sekolah harus kita tekan,” tegasnya.
Melalui perencanaan sejak awal tahun ini, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap seluruh program pendidikan berjalan lebih efektif, mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Maluku Utara.






