SIPENA Jadi Strategi Dinkes Malut Percepat Integrasi Layanan Kesehatan Primer

- Jurnalis

Selasa, 12 Maret 2024 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOFIFI – Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara terus mendorong percepatan Integrasi Layanan Primer (ILP) sebagai bagian dari transformasi pelayanan kesehatan. Upaya ini diarahkan untuk menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi, mudah diakses, bermutu, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Untuk memperkuat implementasi ILP di daerah, Dinas Kesehatan Maluku Utara mengembangkan Sistem Pendampingan Integrasi Layanan Primer (SIPENA). Inovasi tersebut menjadi instrumen pendampingan bagi pemerintah kabupaten/kota dalam menerapkan ILP hingga ke tingkat Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), dan Posyandu.

SIPENA dirancang untuk menjembatani kebijakan pemerintah pusat dengan kebutuhan serta kondisi di daerah. Melalui pola pendampingan yang sistematis dan berkelanjutan, pemerintah kabupaten/kota didorong agar mampu menjalankan ILP secara lebih terarah, terintegrasi, dan berorientasi pada hasil.

Pendampingan Dilakukan Bertahap

Pelaksanaan SIPENA dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari advokasi, workshop ILP, monitoring dan evaluasi, bimbingan teknis, hingga kick-off ILP kabupaten/kota.

Tahapan tersebut tidak hanya berfokus pada sosialisasi kebijakan, tetapi juga memastikan adanya penguatan kapasitas serta penerapan ILP secara nyata di lapangan.

Pada tahap advokasi, Dinas Kesehatan membangun komitmen bersama pemerintah daerah, Puskesmas, pemerintah desa, kader kesehatan, PKK, serta pemangku kepentingan lainnya. Komitmen tersebut penting untuk memastikan dukungan terhadap ketersediaan sumber daya, anggaran, tenaga kesehatan, hingga infrastruktur pelayanan.

Baca Juga :  Sekda Malut Dorong Tindak Lanjut Temuan BPK, Target Capaian Naik ke 75 Persen

Selanjutnya, workshop ILP dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan dan kader mengenai konsep pelayanan kesehatan terintegrasi berbasis siklus hidup.

Penguatan Posyandu Prima menjadi salah satu bagian penting dalam implementasi tersebut. Posyandu diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang menjangkau seluruh kelompok usia, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia.

Perkuat Puskesmas, Pustu, dan Posyandu

SIPENA juga memperkuat monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan ILP di daerah. Pemantauan dilakukan terhadap berbagai aspek pelayanan di Puskesmas, Pustu, dan Posyandu, mulai dari proses pendaftaran, pengukuran, pencatatan dan pelaporan, pelayanan kesehatan, hingga penyuluhan kepada masyarakat.

Hasil monitoring tersebut menjadi dasar untuk mengidentifikasi berbagai kendala sekaligus menentukan langkah perbaikan yang diperlukan.

Selain monitoring dan evaluasi, bimbingan teknis juga diberikan kepada tenaga kesehatan dan kader. Penguatan kapasitas tersebut mencakup pelayanan promotif dan preventif, deteksi dini faktor risiko kesehatan, penyuluhan, serta pencatatan dan pelaporan pelayanan.

Baca Juga :  SIBU Dorong Digitalisasi Administrasi Pemprov Maluku Utara, Pelayanan Kini Lebih Cepat dan Transparan

Riskal Muslim, Penggagas SIPENA

Inovasi SIPENA digagas dan dikembangkan oleh Riskal Muslim, SKM., MPH, dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara.

Melalui inovasi ini, Riskal mendorong perubahan pola pendampingan ILP agar menjadi lebih terstruktur, sistematis, terkoordinasi, dan berorientasi pada hasil.

SIPENA diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, Puskesmas, Pustu, Posyandu, pemerintah desa, kader kesehatan, serta lintas sektor.

Dengan demikian, peran Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara melalui SIPENA tidak hanya sebatas menjalankan fungsi pembinaan teknis, tetapi juga menjadi penggerak perubahan dalam mempercepat transformasi pelayanan kesehatan primer di Maluku Utara.

Implementasi SIPENA diharapkan mampu mempercepat dan memperluas penerapan ILP di seluruh wilayah Maluku Utara. Pada akhirnya, transformasi tersebut diharapkan menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin terintegrasi, responsif, bermutu, dan dekat dengan masyarakat.

SIPENA: Mendampingi, Mengintegrasikan, dan Memperkuat Layanan Kesehatan Primer untuk Masyarakat Maluku Utara.

Berita Terkait

KKSS Tidore Meriahkan Karnaval Budaya Kieraha, Tegaskan Komitmen untuk Maluku Utara
Kuliah Tamu di Unibrah, Vidson Toory Dorong Mahasiswa Berani Bicara dan Beri Dampak
Unibrah Perkuat Gerakan Kampus Aman, Satgas PPK Rangkul BEM dan HMJ
Buka Kampanye FKUB Malut, Wagub Sarbin Ajak Generasi Muda Rawat Kemajemukan
Wagub Malut Sambut Pansus DPR RI dan Timja DPD RI, Tegaskan RUU Kepulauan Sudah Dirindukan Puluhan Tahun
RUU Kepulauan Dibedah di Ternate, DKP Tagih Keadilan Ekologi dan Daerah Minta Dana Tambah Bukan Pindah
Unibrah Gandeng Badan Bahasa Kemendikdasmen, Perkuat Pengembangan Bahasa dan Sastra
Polda Malut: Pembunuh Ali Daud Bukan Warga Sibenpopo, Pelaku Diduga Kelompok Nomaden
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Kuliah Tamu di Unibrah, Vidson Toory Dorong Mahasiswa Berani Bicara dan Beri Dampak

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Unibrah Perkuat Gerakan Kampus Aman, Satgas PPK Rangkul BEM dan HMJ

Rabu, 30 September 2026 - 22:33 WIB

Buka Kampanye FKUB Malut, Wagub Sarbin Ajak Generasi Muda Rawat Kemajemukan

Rabu, 30 September 2026 - 22:31 WIB

Wagub Malut Sambut Pansus DPR RI dan Timja DPD RI, Tegaskan RUU Kepulauan Sudah Dirindukan Puluhan Tahun

Rabu, 30 September 2026 - 22:29 WIB

RUU Kepulauan Dibedah di Ternate, DKP Tagih Keadilan Ekologi dan Daerah Minta Dana Tambah Bukan Pindah

Selasa, 29 September 2026 - 18:24 WIB

Unibrah Gandeng Badan Bahasa Kemendikdasmen, Perkuat Pengembangan Bahasa dan Sastra

Jumat, 25 September 2026 - 08:44 WIB

Polda Malut: Pembunuh Ali Daud Bukan Warga Sibenpopo, Pelaku Diduga Kelompok Nomaden

Kamis, 24 September 2026 - 22:58 WIB

Kapolda Malut Ajak Warga Sibenpopo dan Banemo Jaga Persaudaraan, Percayakan Proses Hukum

Berita Terbaru