TERNATE – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, meresmikan sejumlah proyek revitalisasi sarana pendidikan yang dibiayai melalui APBD Tahun Anggaran 2025. Kegiatan yang dipusatkan di Aula SMAN 5 Ternate, Kamis (5/2/2026), juga dirangkaikan dengan peluncuran Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Tahun 2026.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe, Ketua TP PKK Provinsi Maluku Utara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara Abubakar Abdullah, pimpinan OPD, kepala sekolah, guru, serta para siswa.
Dalam sambutannya, Gubernur Sherly mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara yang dinilai berhasil mempercepat pembenahan data dan mengawal pelaksanaan pembangunan sarana pendidikan.
Ia menyampaikan, sepanjang 2025 sebanyak 68 sekolah direvitalisasi menggunakan dana APBD dengan total anggaran Rp53 miliar. Sementara melalui APBN, sebanyak 75 sekolah mendapatkan revitalisasi dengan nilai anggaran mencapai Rp92 miliar.
Beberapa proyek yang diresmikan di antaranya pembangunan auditorium SMAN 5 Ternate senilai Rp3,7 miliar, gedung ruang kelas SMAN 2 Ternate sebesar Rp3 miliar, gedung kelas SMKN 1 Pulau Taliabu senilai Rp2,2 miliar, auditorium SMAN 2 Halmahera Timur sebesar Rp2,1 miliar, gedung kelas SMAN 1 Halmahera Tengah senilai Rp1,8 miliar, serta pembangunan tiga ruang kelas baru di SMAN 8 Ternate senilai Rp1,7 miliar.
Menurut Sherly, pada 2026 fokus pembangunan pendidikan tidak lagi hanya pada infrastruktur, tetapi bergeser pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Untuk itu, Inspektorat akan melakukan audit terhadap penggunaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan BOSDA dengan total anggaran sekitar Rp180 miliar guna memastikan peningkatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan di Maluku Utara dari angka 48 menjadi target 80.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga akan terus melanjutkan program BOSDA sebagai subsidi pendidikan. Khusus SMAN 5 Ternate, sekolah tersebut menerima subsidi sekitar Rp500 juta setiap tahun.
Selain itu, pemerintah akan melaksanakan digitalisasi pendidikan melalui pengadaan 600 unit komputer setiap tahun hingga 2029 yang akan didistribusikan ke seluruh SMA, SMK, dan SLB di Maluku Utara.
Di bidang peningkatan kualitas tenaga pendidik, Gubernur Sherly menyatakan akan melakukan penataan ulang jam mengajar bagi sekitar 50 persen guru yang belum tersertifikasi agar memenuhi syarat memperoleh tunjangan profesi.
Pemerintah Provinsi juga akan meluncurkan program SMA Terbuka di 16 pulau mulai tahun ajaran baru. Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat di wilayah terpencil agar tetap dapat menyelesaikan pendidikan menengah dan memperoleh ijazah SMA.
Tak hanya itu, Pemprov Maluku Utara menyiapkan program 1.000 beasiswa bagi mahasiswa yang melanjutkan studi di perguruan tinggi lokal. Di saat yang sama, pemerintah juga tengah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi terbaik di Indonesia, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Padjadjaran (Unpad), untuk mengirim siswa-siswa berprestasi pada program studi yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Dalam dialog interaktif bersama para siswa, Gubernur Sherly berpesan agar generasi muda mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan Maluku Utara.
“Kalian adalah calon pemimpin. Bangunlah masa depan dengan hati, inovasi, dan kolaborasi,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara kepada Pemerintah Provinsi untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana alam.






