TIDORE – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya dijadikan sebagai ajang evaluasi diri dalam meneladani akhlak dan perilaku Rasulullah.
Demikian disampaikan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2025 Masehi yang digelar Majelis Taklim Jam’ul Fawaid RT 02 Kelurahan Mareku, di Aula SMA Negeri 10 Mareku, Jumat (6/9/2025) malam.
Menurut Ahmad Laiman, Maulid Nabi bukan hanya perayaan seremonial, melainkan momentum untuk mempererat persatuan dan kesatuan masyarakat, sekaligus memperdalam ketakwaan serta pengamalan nilai-nilai keagamaan.
“Sebagai warga negara, kita bertanggung jawab menanamkan nilai keagamaan demi memperkuat silaturahmi, menikmati kebersamaan dalam kerukunan dan kekeluargaan. Islam adalah agama Rahmatan Lil Alamin,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa perubahan membutuhkan perjuangan, kerja keras, serta landasan iman dan takwa.
“Kita tidak boleh berputus asa, karena dengan iman, takwa, dan usaha sungguh-sungguh, kita pasti bisa meningkatkan kualitas diri,” tambahnya.
Ahmad Laiman berharap peringatan Maulid dapat menjadi titik awal perubahan menuju karakter Islami yang berlandaskan ajaran Nabi Muhammad SAW.
“Mari kita selalu berikhtiar meneladani akhlak Rasulullah, menjaga tali silaturahmi dan ukhuwah, agar Tidore Kepulauan senantiasa aman, kondusif, dan masyarakatnya saling menghargai,” tandasnya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Ridwan menegaskan pentingnya peringatan Maulid Nabi bagi umat Islam. “Momentum ini mengingatkan kita semua bahwa meski Nabi Muhammad SAW telah wafat hampir 500 tahun silam, ajaran beliau tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan kaum muslimin,” ucapnya.






